sign up SIGN UP

Leotard Panjang Tim Gymnastic Perempuan Jerman, Sebuah Sikap Perlawanan Seksualisasi Olahraga

Amelia Ayu Kinanti | Selasa, 27 Jul 2021 14:45 WIB
Leotard Panjang Tim Gymnastic Perempuan Jerman, Sebuah Sikap Perlawanan Seksualisasi Olahraga
caption
Jakarta -

Ada yang berbeda dari penampilan tim gymnastic perempuan asal german. Jika umumnya tim gymnastic tampil dengan seragam leotard yang tak menutupi kaki, tim Jerman tampil dengan seragam yang menutupi kaki secara penuh.

Perbedaan ini sudah terlihat saat tim yang terdiri dari Sarah Voss, Pauline Schaefer-Betz, Elisabeth Seitz dan Kim Bui itu melakukan latihan di hari Kamis lalu (22/07/2021).

Pauline Schaefer-Betz, of Germany, performs on the beam during women's artistic gymnastic qualifications at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo. (AP Photo/Morry Gash)Pauline Schaefer-Betz, of Germany, performs on the beam during women's artistic gymnastic qualifications at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo. (AP Photo/Morry Gash)/ Foto: AP/Morry Gash

Dikutip dari Reuters, Selasa (27/07/2021) voss mengungkap bahwa ia dan tim sudah sepakat akan menggunakan seragam leotard panjang karena merasa lebih nyaman.

"Saat kamu tumbuh menjadi perempuan dewsa, sulit untuk merasa terbiasa (nyaman) dengan bentuk tubuhmu. Jadi kami ingin memastikan bahwa semua orang merasa nyaman. Kami juga mau memperlihatkan ke semua orang bahwa kami berhak menentukan apa yang kami pakai, terlihat dan merasa luar biasa baik itu menggunakan leotard yang panjang atau yang pendek," ujar perempuan 21 tahun itu.

Keputusan para perempuan muda dan berbakat ini sontak menjadi sorotan. Tindakan mereka yang berani mendobrak kebiasan merupakan kabar segar yang inspiratif bagi para perempuan sedunia, termasuk kamu Beauties.

Lebih lanjut Voss juga berujar bahwa keputusannya dan tim menggunakan leotard panjang adalah juga demi melawan perlaku seksualisasi atlet. Seringkali banyak aktris yang disorot bukan karena prestasinya, tapi penampilannya saja.

"Kami ingin menjadi role model, yang menginspirasi orang lain untuk mengikuti keberanian kami," ujar Voss lagi.

(ayk/ayk)

Our Sister Site

mommyasia.id