sign up SIGN UP

Mengenal Distimia dari Buku "I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki", Depresi yang Terjadi Bertahun-tahun

Nikita Karin | Senin, 22 Nov 2021 19:00 WIB
Mengenal Distimia dari Buku
caption

“Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati?”

Begitulah kutipan singkat pada halaman muka buku self improvement berjudul "I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki” karya Baek See Hee yang menceritakan tentang perjuangan seseorang yang mengalami distimia selama bertahun-tahun. Buku yang menjadi best seller nomor 1 di Korea ini berisi tentang dialog antara tokoh “aku” dengan psikiater.

Yang menarik dalam buku tersebut, diceritakan bahwa tokoh “aku” mengalami perasaan yang ambigu dimana tokoh “aku” tidak merasa sedih, tidak pula merasa bahagia namun merasa menderita karena perasaan-perasaan tersebut dapat terjadi sekaligus secara bersamaan.

Meskipun tokoh “aku” merasa sangat sedih dan ingin menangis, tokoh “aku” juga bisa tertawa mendengar lelucon dari temannya, namun di sudut hatinya dia tetap merasa kosong. Saat  sedang merasakan kekosongan tersebut, dia tetap pergi untuk makan tteokpokki karena merasa lapar.  

Apa Itu Distimia?

Banyak yang sudah mengenal kata depresi namun tidak banyak yang mengenal distimia. Distimia adalah bentuk kronis (jangka panjang) dari depresi.

Distimia berbeda dengan depresi dalam derajat serta durasi waktu yang sangat lama. Tanda-tanda seseorang mengalami distimia juga hampir sama dengan depresi namun durasi dan intensitasnya saja yang berbeda.

Apa saja tanda-tanda dari distimia? Yuk kenali!

Adanya Gangguan Tidur

Kualitas tidur menjadi burukAdanya gangguan tidur/Foto: Freepik/Jcomp

Gangguan tidur yang seringkali terlihat pada orang-orang yang mengalami distimia adalah insomnia (sulit tidur) atau hipersomnia (tidur berlebihan). Mereka biasanya kesulitan untuk tidur bahkan memiliki durasi tidur yang lama dibandingkan durasi tidur orang-orang pada umumnya.

Nafsu Makan Terganggu

Orang dengan distimia mengalami peningkatan maupun penurunan nafsu makan
Makan Dalam Porsi Besar/foto: Pexels.com/Tim Samuel

Sama seperti pola tidur, orang dengan distimia juga mengalami pola makan yang terganggu. Hal tersebut dapat berupa berkurangnya nafsu makan maupun meningkatnya nafsu makan.

Mudah Lelah dan Kehilangan Minat Terhadap Apapun

Orang dengan distimia mengalami penurunan minat terhadap apapun sehingga sering dicap malas
Kehilangan Minat untuk Mengerjakan Tugas/foto: pexels.com/Karolina

Orang dengan distimia mudah merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Mereka cenderung tidak punya dorongan untuk melakukan sesuatu.

Orang-orang sering menganggapnya malas karena tidak ada gairah untuk melakukan apapun. Padahal, orang-orang dengan distimia memang kehilangan minat untuk melakukan banyak hal.

Menurunnya Citra Diri

Berkaitan dengan citra diri, orang-orang dengan distimia merasa tidak percaya diri, tidak memiliki semangat dan motivasi untuk meraih suatu pencapaian, efikasi diri menurun dan cenderung menganggap bahwa masa depan mereka suram dan diri mereka tidak berguna

Mengunjungi profesional adalah langkah yang tepat bagi kalian yang memiliki tanda-tanda distimia
Mengunjungi profesional/foto: pexels.com/cottonbro

Orang-orang dengan distimia tidak berbeda dengan orang pada umunya, mereka hanya merasakan sesuatu yang berbeda dalam diri mereka dan itu bukanlah bagian dari diri mereka. Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas dan sudah berlangsung lama (selama 2 tahun atau lebih) hindari self diagnose dan jangan menunda untuk mendatangi profesional (psikolog/psikiater), ya!

Para profesional membutuhkan serangkaian tes dan pemeriksaan yang terstruktur untuk menentukan apakah memang benar kamu sedang mengalami distimia. Jadi, hindari self diagnose, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id