sign up SIGN UP

LIFE

Mulai Beranjak Dewasa, Ini 5 Pemikiran yang Muncul di Usia 25 Tahun

Dian Aprilia | Jumat, 05 Mar 2021 22:00 WIB
Mulai Beranjak Dewasa, Ini 5 Pemikiran yang Muncul di Usia 25 Tahun
caption
Jakarta -

Welcome to real world! Ada yang menyebut usia 25 tahun adalah masa dimana kamu mulai masuk dalam dunia yang sesungguhnya. Kamu mulai memandang dunia dengan lebih objektif dan apa adanya. Kamu mulai menyadari bahwa dunia ini tak sepenuhnya hitam dan tak sepenuhnya putih.

Saat masuk di usia 25 tahun kamu juga sudah bertumbuh menjadi pribadi baru, apalagi setelah melalui berbagai kesulitan sejak remaja hingga memasuki remaja akhir. Biasanya kamu menjadi lebih bijak, tahu jati diri, dan mulai serius menata masa depan.

Berikut beautynesia.id telah merangkum 5 pemikiran yang muncul di usia 25 tahun:

Blank ke Depan Bakal Gimana

Bingung
Bingung/pexels..com

Di usia ini kamu sudah mulai bersikap lebih mandiri. Kamu memiliki andil besar dalam setiap langkah dan keputusan yang kamu buat. Orang tua, kakak, adik atau teman juga mulai tidak banyak ikut campur dengan keputusanmu. Hal ini yang tak jarang membuat kamu merasa blank dengan gambaran di masa depan.

Apa yang akan terjadi 5 tahun ke depan? Kamu akan bekerja dan fokus di bidang apa? dan berbagai dilema lainnya. Tidak perlu terlalu gelisah atau stres dengan munculnya berbagai pertanyaan tersebut. Berpeganglah pada perencanaan yang telah kamu buat dan melangkah satu demi satu. Jadikan masa depan itu bukan penuh kekhawatiran melainkan penuh dengan rasa penasaran yang membuatmu semangat untuk mempersiapkannya.

Mulai Memantau Saham

Saham
Saham/pexels.com

Jika di saat mahasiswa kamu banyak menghabiskan waktu dengan main game, scroll media sosial tanpa ada tujuan, belanja online barang-barang yang tak dibutuhkan, di usia 25 tahun kamu mulai berbeda haluan. Kamu mulai belajar investasi dan mulai melakukan investasi meski dengan dana yang kecil.

Tujuanmu investasi di saham, bukan lagi gaya-gayaan atau biar bisa update story portofolio, tapi untuk menjamin masa depan. Kamu ingin menabung dan punya dana cadangan untuk kebutuhan di masa depan. Mulai dari menikah, beli rumah, pendidikan anak dan lainnya.

Jumlah Teman Tak Menentukan Kebahagiaan

Teman
Teman/pexels.com

Semakin dewasa, kamu sudah tak peduli lagi dengan kuantitas teman. Bahkan kamu sudah mulai sadar bahwa jumlah pertemanan tak akan menentukan kebahagiaan. Kamu mulai mementingkan kualitas pertemanan dibandingkan kuantitasnya.

Tidak jarang kamu melihat seseorang dengan teman yang lebih banyak malah hidup dalam kepalsuan. Saling sikut, sindir, fitnah, gosip dan lainnya mungkin jadi kebiasaan yang sering mereka lakukan. Hal ini membuatmu tak mudah iri dengan jumlah teman yang dimiliki orang lain, serta lebih bersyukur dengan kualitas pertemananmu.

Tidak Semua Orang Baik, and It’s Okay

Tidak semua orang baik
Tidak semua orang baik/pexels.com

Di usia 25 tahun kamu mulai sadar bahwa tidak semua orang baik dan hal itu adalah wajar. Kamu tidak lagi sibuk bertanya, mengapa dia begitu? mengapa dia jahat? dan lainnya. Namun kamu mulai menyadari bahwa sikap atau karakter orang bisa berbeda-beda, bergantung pada mindset dan latar belakang mereka.

Bukan berusaha menolak kehadiran orang yang tidak baik, kamu mulai berusaha untuk hidup diantara kondisi ‘tidak baik’ tersebut. Kamu mulai berusaha menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, bersikap sewajarnya, dan bersikap seperlunya. Tapi hal ini tidak sama dengan melegitimasi kamu masuk di lingkungan toxic ya, kamu tetap punya pilihan untuk menolak dan menghindar.

Banyak Bersyukur

Bersyukur
Bersyukur/pexels.com

Jika di masa remaja, kamu lebih sering mengeluh, tidak terima dengan ketidakadilan, penolakan terhadap kondisi dan kesulitan, di usia 25 tahun kamu mulai dewasa dan membuatmu lebih banyak bersyukur. Kamu sadar bahwa selama ini lebih banyak hal yang perlu disyukuri dibandingkan hal yang perlu dikeluhkan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id