sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Tampak Sama, Ternyata Ini Beda Bercinta dan Hubungan Seksual

Esra Dopita | Sabtu, 13 Jun 2020 01:00 WIB
Tampak Sama, Ternyata Ini Beda Bercinta dan Hubungan Seksual
caption

Bercinta dan berhubungan seksual adalah dua istilah yang paling umum digunakan untuk menggambarkan hubungan intim. Meski demikian, ternyata keduanya memiliki makna berbeda. Bercinta digambarkan sebagai ungkapan keintiman seksual yang melibatkan perasaan.

Sedangkan hubungan seks lebih pada menuntaskan nafsu. Untuk lebih jelasnya, berikut ini lima perbedaan antara bercinta dan berhubungan seksual dari para pakar seks, seperti dilansir dalam laman Wolipop

Motivasi 

image
https://unsplash.com/@23jenni0524

Ketika berhubungan seks, motivasi utama adalah melepaskan hasrat seksual dan mendapatkan orgasme. Sementara bercinta, mencapai klimaks tetap menjadi hal penting, tapi bukan utama. Motivasinya adalah lebih terkoneksi secara emosional dengan pasangan.


Keintiman tak hanya melalui fisik, tapi juga pikiran dan perasaan. Pelukan, ciuman, serta sentuhan tak kalah penting dari penetrasi seks itu sendiri. Dibanding hubungan seks, bercinta lebih rumit, bahkan memakan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme. Sebab, semua tentang memperdalam hubungan dan menumbuhkan cinta.

"Ketika kamu meresapi apa pun yang orang ini lakukan pada tubuhmu. Cara dia mencium, aroma tubuhnya, dan teknik seksual. Kalian punya chemistry dan segalanya terasa menggebu. Artinya, ada percikan (cinta)," jelas seksologi dan terapis seks, Gigi Engle, dilansir dari Elite Daily. 

Cara Berkomunikasi 

image
https://unsplash.com/@heftiba

Pasangan yang berhubungan seks tak jarang akan membicarakan hal-hal seksualitas atau istilah populernya dirty talk. Komunikasinya pun hanya sebatas pada teknik-teknik seks seperti gerakan perlahan atau cepat, bagian tubuh mana yang perlu dieksplor lebih intens, atau siapa yang lebih dulu mencapai orgasme.

Sedangkan pasangan bercinta memiliki komunikasi lebih dalam. Selain dirty talk, pasangan juga saling mengungkapkan perasaan cinta yang lebih emosional. Misalnya, dengan kata-kata yang lebih romantis. Bercinta membuat hati pasangan lebih terbuka masing-masing.

"Pilihan kata bisa membuat perbedaan antara pengalaman seksual yang menakjubkan dan dirty talk yang terkesan seperti skrip film porno," tutur psikolog Jennifer B. Rhodes. 

Kerapuhan Emosional 

image
https://unsplash.com/@beccatapert

Hubungan seks umumnya tidak terlalu melibatkan perasaan karena tujuannya lebih kepada pemenuhan kebutuhan biologis. Pasangan foreplay, terjadi penetrasi seks, selesai, lalu tubuh merasa lebih baik.

Berbeda dengan bercinta, pasangan, baik pria maupun wanita, sangat rapuh secara emosional. Rapuh bukan berarti menjadi lemah atau insecure, melainkan ada perasaan terdalam yang membuncah. Saking intensnya, membuat pasangan mengeluarkan air mata ketika bercinta.

"Kerapuhan emosional dan seksual selaras hingga membuat pasangan merasa sudah berada pada 'jalur yang sama' di ranjang. Termasuk nilai-nilai, keyakinan, hasrat, dorongan seksual, preferensi, keunikan, juga ekspektasi seputar seks," ujar pakar seks, Jamie J. LeClaire.

Pilihan Redaksi
    (kik/kik)

    Our Sister Site

    mommyasia.id