sign up SIGN UP

SKINCARE

8 Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Hamil

Zozo | Senin, 21 Dec 2015 10:00 WIB
8 Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Hamil
caption
Melakukan perawatan agar tetap cantik memang perlu, tak terkecuali ketika seorang wanita sedang hamil. Namun, ketika melakukan perawatan saat sedang hamil ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kesehatan janin tetap terjaga. Berikut beberapa perawatan kecantikan yang sebaiknya tidak dilakukan ketika hamil.

Chemical Peeling


Facial memang menjadi salah satu perawatan rutin yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Meskipun di saat hamil, seorang wanita juga masih bisa melakukan facial. Namun yang perlu diperhatikan adalah, hindari teknik chemical peeling, aromaterapi, hot stone massage, dan stimulasi elektrik.
Foto: https://bestblackheadtreatment.net/how-to-get-rid-of-blackheads-on-nose-with-manual-extraction-and-removal-therapy/blackhead-removal-treatment-with-chemical-peels/

Perawatan Anti Aging Menggunakan Retinoid


Retinoid biasa digunakan untuk mengatasi kerutan dan tanda penuaan, serta jerawat. Penggunaanya pun dapat secara oral maupun topikal. Pemakaian retinoid memang baik untuk mengatasi masalah kecantikan seperti tersebut di atas, namun sebaiknya berhentilah dahulu menggunakan zat ini ketika sedang hamil. Penggunaan retinoid, baik secara oral maupun topikal pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Mewarnai Rambut


Mewarnai rambut telah menjadi masalah yang kontroversial jika dilakukan pada saat sedang hamil. Hal ini disebabkan karena pewarna rambut mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat diserap kulit rambut sehingga mampu membahayakan janin. Belum ada penelitian yang mampu membuktikan hal ini karena kemungkinan zat kimia terserap oleh kulit rambut sedikit sekali. Namun, apa salahnya menghindari hal tersebut agar janin benar-benar aman?
Foto: https://tchair.co.uk/

Mengatasi Jerawat Dengan Asam Salisilat


Asam salisilat memang ampuh digunakan untuk mengatasi jerawat. Namun, jika dipakai ketika sedang hamil, dapat menyebabkan komplikasi dan meningkatkan risiko kelainan lahir pada bayi, khususnya jika digunakan secara oral. Jadi sebaiknya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengatasi jerawatmu ketika sedang hamil.

Manikur dan Pedikur


Beberapa titik refleksologi tertentu pada pergelangan kaki sebaiknya dihindari karena kemungkinan dapat menyebabkan kontradiksi atau risiko bayi lahir prematur. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan perawat atau kapster. Untuk pewarna kuku, hindari cat kuku yang mengandung toluene, formaldehida, dan dibutyl phthalate (DBP) ketika sedang hamil.
Foto: https://www.thenation.com/article/will-make-you-think-twice-about-getting-manicure/

Pemakaian Hidrokuinon Untuk Mengatasi Melasma


Salah satu cara mengatasi area kulit yang menggelap akibat sinar matahari adalah dengan menggunakan hidrokuinon. Namun, zat ini tidak disarankan untuk digunakan ketika sedang hamil. Jika ingin menghindari terbentuknya flek hitam akibat sinar matahari saat sedang hamil, sebaiknya gunakan sunscreen yang bebas bahan kimia. Gunakan sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide atau kombinasi keduanya. Hal ini seperti yang dikutip dari goodhousekeeping.com sebagai berikut.
Hydroquinone is a controversial ingredient used to lighten brown spots, and since it isn't proven to be 100% safe, Dr. Schultz says it's best not to use it during pregnancy. Instead, prevent the development of dark spots on your face with a chemical-free sunscreen, which contains either zinc oxide or titanium dioxide or a combination of the two.https://www.goodhousekeeping.com/beauty/a34362/pregnant-beauty-tips/

Sauna


Sauna bermanfaat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan juga membersihkan permukaan kulit dari kotoran yang menempel karena dengan sauna, pori-pori kulit menjadi terbuka. Namun, ketika sedang hamil sebaiknya menghindari hal ini karena dapat menimbulkan hipertermia. Hipertermia adalah kenaikan abnormal pada suhu tubuh, sehingga jika kamu mengalami hipertermia ketika hamil trimester pertama maka akan meningkatkan risiko bayi lahir dalam keadaan cacat. Jadi, sebaiknya dihindari, ya.

Memutihkan Gigi Dengan Bahan Kimia


Foto: https://www.alodokter.com/rambu-rambu-pemutihan-gigi
Zat pemutih gigi tidak dianjurkan untuk pemakaian selama hamil. Jika ingin memutihkan gigi, sebaiknya menggunakan bahan alami seperti stroberi karena mengandung asam malat yang dapat membantu mengurangi noda pada gigi. Hal ini seperti yang dikutip dari popsugar.com sebagai berikut:
For moms-to-be who want a brighter smile, the better alternative is to make a strawberry (they contain malic acid, a natural substance that breaks down stains) and baking soda paste.https://www.popsugar.com/moms/Beauty-Treatments-Avoid-While-Pregnant-37577629
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id