sign up SIGN UP

Panduan Layering Skincare Berbahan Acid Biar Kulit Gak Iritasi

Munjidah Hamsa | Kamis, 24 Jun 2021 20:00 WIB
Panduan Layering Skincare Berbahan Acid Biar Kulit Gak Iritasi
caption

Kata kunci di dunia skincare yang banyak dicari sekarang selain rekomendasi skincare glowing untuk remaja adalah skincare yang bagus dan aman, khususnya skincare berbahan acid. Saat ini sudah semakin banyak produk skincare berbahan acid terjangkau, seperti AHA dan BHA. Namun apakah skincare berbahan acid aman dipakai secara rutin?

Sekarang ini, para skincare enthusiast semakin giat mencari skincare berbahan acid khususnya produk skincare terbaik untuk kulit berminyak dan berjerawat. Namun, masih banyak juga yang bingung bagaimana cara pakai skincare berbahan acid yang aman secara frekuensi dan waktu pemakaian produk.

Penggunaan skincare berbahan acid sedang banyak diminati karena kemampuannya yang terbukti bekerja ampuh sebagai eksfoliator kimiawi (chemical exfoliator) yang bekerja lebih aman dan efektif mengangkat sel kulit mati dibandingkan physical exfoliator seperti scrub atau alat gosok wajah lainnya. Sel kulit mati yang terangkat terbukti menghasilkan kulit yang lebih cerah dan halus, meredakan jerawat, pigmentasi, warna kulit tidak merata, dan menyamarkan garis-garis halus dan kerutan.

Meski dikenal bekerja lebih baik dan aman di kulit, kamu tetap harus tahu cara pakai produk skincare terbaik untuk kulit berminyak dan berjerawat mana aja yang aman, khusunya yang berbahan acid. Dua jenis bahan acid yang paling umum ditemukan dalam produk perawatan kulit adalah asam alfa-hidroksi (AHA) dan asam beta-hidroksi (BHA) yang keduanya bekerja sebagai pengelupas tetapi dengan cara yang berbeda.

AHA, seperti asam glikolat, bekerja mudah larut dalam air sehingga lebih nyaman digunakan di kulit karena sebagian besar organ ini terdiri dari molekul air. AHA bekerja dengan cara menghancurkan dan menghilangkan sel-sel kulit mati di lapisan luar kulit luar sekaligus meningkatkan produksi kolagen.

BHA, seperti asam salisilat, larut dalam minyak, yang punya kemampuan lebih untuk menembus ke pori-pori lebih dalam untuk melepaskan penyumbatan dan membersihkan pori-pori tersumbat. BHA juga punya kandungan anti-inflamasi dan anti-bakteri yang sangat bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Penggunaan BHA cenderung lebih mudah dan aman dipakai dibandingkan AHA. Namun, meski produk skincare berbahan acid sekarang cenderung memiliki kandungan dengan kadar aman digunakan rutin, kamu tetap perlu tau cara pemakaian yang aman agar terhindar dari overexfoliating yang justru akan merusak kulitmu.

Jenis Kulit Mana yang Paling Cocok Untuk Skincare Berbahan AHA?

Skincare berbahan AHA bekerja ampuh menghilangkan sel-sel kulit mati.
Skincare berbahan AHA/ sumber: freepik.com

AHA efektif untuk kulit yang mengalami kekeringan, mengelupas, atau kusam. Setelah sel-sel mati dihilangkan oleh AHA, seperti asam glikolat (glycolic acid), produk pelembab apa pun yang dioleskan setelahnya akan dapat menembus kulit lebih mudah sehingga membantu meningkatkan efek produk perawatan kulit bekerja efektif di kulit. AHA ternyata juga bekerja menyamarkan tanda-tanda penuaan, seperti garis halus dan kerutan dini.

AHA lebih bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar jenis kulit. Namun, apabila kulitmu termasuk dalam jenis sangat sensitif, sebaiknya kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter kecantikan atau dokter kulit sebelum menggunakan produk skincare berbahan AHA. Untuk kulit yang lebih sensitif atau yang baru mengenal AHA, sebaiknya gunakan skincare berbahan asam laktat (lactic acid), yang cenderung lebih lembut dengan eksfoliasi lebih ringan. Jika kulitmu cenderung lebih gelap, baiknya lebih berhati-hati menggunakan AHA untuk menghindari penggelapan. Pastikan kamu menggunakannya sesuai saran penggunaan atau saran medis ya.

Jenis Kulit Mana yang Paling Cocok dengan BHA?

Skincare berbahan BHA bekerja ampuh pada lapisan kulit lebih dalam.
Skincare berbahan BHA/ sumber: freepik.com

BHA, seperti asam salisilat (salicylic acid), menembus lebih dalam ke pori-pori sehingga lebih mampu menghilangkan sel-sel kulit mati dan mengurangi pori-pori yang tersumbat. BHA bekerja efektif melawan jerawat dan komedo. Hal ini membuat BHA sangat cocok di produk skincare terbaik untuk kulit berminyak dan berjerawat. Asam salisilat juga memiliki sifat anti-inflamasi sehingga sangat efektif menenangkan kulit yang meradang dan merah, serta dapat mencerahkan warna kulit.

Namun, apabila kamu punya reaksi alergi terhadap aspirin, kamu wajib menghindari BHA, khususnya asam salisilat, karena keduanya berada dalam kelompok senyawa yang sama. Untuk memastikan keampuhan BHA pada kulit, sebaiknya gunakan skincare dengan kandungan asam salisilat berkadar minimal 2%.

Bolehkah Menggunakan AHA dan BHA Bersamaan?

AHA dan BHA aman dipakai bersamaan.
Skincare berbahan AHA dan BHA/ sumber: freepik.com

Penggunaan AHA dan BHA secara bersamaan masuk dalam kategori aman, Ladies. Kedua acid ini menargetkan tindakan yang berbeda di kulit sehingga memiliki manfaat yang berbeda. Pada intinya, BHA bekerja mengganggu koneksi antara sel-sel mati sementara AHA menyebabkan sel-sel mati terlepas dan mengelupas. Dengan begini, keduanya dapat bekerja sama dengan sangat baik di kulit.

Jika kamu telah menggunakan skincare berbahan BHA dan telah bekerja benar-benar efektif di kulitmu, maka sebenarnya skincare berbahan AHA tidak diperlukan. Hal ini karena BHA bekerja lebih kuat dan dapat menembus lapisan kulit lebih dalam. Lalu, penting untuk kamu catat bahwa saat menggunakan skincare berbahan acid pada kulit, kamu wajib pakai SPF minimal 30 setelahnya, bahkan di musim hujan atau berawan.

Acid Mana Saja yang Boleh Digunakan Bersama?

AHA dan BHA aman dipakai bersamaan.
Skincare berbahan acid/ sumber: freepik.com

Pertanyaan di atas sangat tergantung pada usia dan jenis kulitmu dan keluhan kulit tertentu yang kamu miliki. Penggunaan skincare berbahan acid  lebih mudah dibahas berdasarkan usia pemakai.

AHA dan BHA pasti bisa dan boleh digabungkan. Untuk kulit berminyak, cleanser berbahan salisilat dapat digunakan diikuti dengan toner berbahan asam glikolat. Umumnya, asam glikolat bagus untuk kulit kering, dehidrasi, atau kombinasi, sedangkan asam salisilat cocok untuk kulit berminyak, punya dark spot, dan berjerawat. Untuk kamu yang berusia di bawah 20 tahun, tidak disarankan untuk menggunakan produk skincare berbahan asam topikal tanpa pengawasan dan resep dokter kulit terpercaya.

Penting untuk kamu catat bahwa asam L-askorbat, dikenal sebagai vitamin C, tidak boleh digunakan segera setelah menggunakan AHA atau BHA topikal karena dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Jadi, jika kamu telah menggunakan skincare berbahan vitamin C, mungkin gunakan skincare berbahan AHA dan BHA di kemudian hari. Mudah dan amannya, gunakan produk ini pada hari yang berbeda ya.

Bagaimana Layering Skincare Berbahan Acid yang Aman?

Layering skincare berbahan acid yang aman adalah dengan memperhatikan saran pemakaian pada kemasan.
Layering skincare berbahan acid yang aman/ sumber: freepik.com

Amannya, gunakan skincare berbahan AHA dan BHA Anda pada waktu yang berbeda dalam sehari. Akan lebih baik jika kamu gunakan BHA di pagi hari dan AHA di malam hari. Namun, jika kamu ingin menggunakannya pada saat yang sama, BHA harus dipakai pada area yang lebih berminyak seperti zona-T dan AHA di tempat lain (lebih kering) untuk menghindari efek ganda. Skincare berbahan acid tentu saja dapat melapisi satu sama lain, tetapi hal ini juga bisa meningkatkan risiko iritasi dan kekeringan.

AHA dan BHA memiliki pH yang mendekati, antara 3,0 dan 4,0, yang membuatnya bukan jadi faktor penentu penggunaannya. Namun, jika kamu gunakan bersamaan, selalu gunakan produk yang paling ringan terlebih dahulu lalu produk dengan konsistensi lebih tebal di atasnya.

Ingat ya! Skincare berbahan acid tidak boleh digunakan secara berlebihan. Karena jika kamu gunakan berlebihan, maka yang terjadi adalah over exfoliation yaitu kondisi penggunaan skincare berbahan acid yang terlalu banyak dan terlalu sering. Tanda-tanda penggunaan berlebihan yaitu iritasi, rasa terbakar, atau kulit yang terkelupas, kemerahan, dan peradangan, hingga tekstur kulit seperti lilin.

So, kamu wajib selalu periksa kandungan produk skincare yang kamu pakai sebagai perawatan kulitmu, terutama awasi produk berbahan retinol dan antioksidan seperti vitamin C yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan produk berbahan acid. Biarkan kulitmu sepenuhnya menyerap satu bahan pada satu waktu untuk mengurangi risiko penggunaan berlebihan dengan hasil yang tidak diinginkan. Semoga membantu!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id