Bukan Cuma Selebgram, Kamu Juga Bisa Jadi Buzzer
Menjadi buzzer, bukan hal tabu. Biasanya, yang paling santer munculnya buzzer ketika berkampanye pemilihan kepala daerah ataupun kepala negara. Tugasnya, bekerja mengandalkan kemampuan untuk memengaruhi orang lain.
Bisnis ini dinilai memiliki peluang yang cukup besar karena setiap usaha tentunya membutuhkan promosi agar produk/jasa/brand mereka dikenal.
Melalui tangan para buzzer media sosial inilah berbagai produk dan jasa maupun merek suatu usaha itu bisa cepat dikenal oleh masyarakat. Tak heran bila permintaan akan jasa buzzer oleh kalangan perusahaan semakin meningkat.
Sistem pembayaran bisnis buzzer ini biasanya per-project. Tarifnya beragam, dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Berikut adalah tips menjadi buzzer.
1. Instan Menjadi Trending Topic
Pertama-tama, seorang buzzer media sosial adalah harus bisa dan tahu cara membuat sesuatu itu dengan mudah cepat menyebar di tengah masyarakat.
Foto: IstimewaSemakin cepat sesuatu itu tersebar di kalangan warganet, maka semakin cepat pula suatu produk/jasa/brand/seseorang itu dikenal. Kalau sudah begitu, semakin cepat pula memengaruhi orang untuk membeli produk atau jasa, hingga memiliki konsumen yang loyal.
2. Punya Jaringan
Namanya juga buzzer, maka kamu harus punya jaringan yang banyak dan kuat di media sosial bila ingin berbisnis di bidang yang satu ini. Dengan jaringan yang luas, artinya kamu bisa dengan mudah menyampaikan apa yang kamu ingin dari para netizen ketahui dengan segera.
Foto: IstimewaTentu saja, semakin banyak jaringan, maka makin bagus pula untuk menunjang kerjamu dalam upaya memengaruhi masyarakat.
3. Punya Anggota
Bekerja tim adalah kunci. Begitu juga bekerja menjadi buzzer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memiliki tim yang terdiri dari beberapa anggota yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Foto: IstimewaPunya anggota tim juga akan mempermudah memperluas jaringan untuk mengumpulkan informasi. Hal ini juga penting untuk meningkatkan serta mengumpulkan pengikut secara efektif dan efisien.
4. Mahir Buat Konten
Selain itu, kamu juga harus pandai membuat konten. Sebab dengan konten yang menarik, maka akan dengan mudah bisa memengaruhi orang lain yang melihat atau membacanya.
Foto: IstimewaDengan konten yang menarik pula, maka akan mudah menggiring orang lain untuk melakukan tanya-jawab seputar konten yang kamu publikasi tersebut. Sehingga pesan yang ingin kamu sampaikan melalui konten ini bisa dengan mudah sampai ke orang lain.
5. Paham Jurnalistik
Ini penting,sebab dengan paham jurnalistik, maka konten yang kamu sebarkan juga akan terlihat meyakinkan.
Foto: IstimewaJadi, jika kamu tidak punya keahlian di bidang jurnalistik, jangan langsung menyerah, pelajari buku-buku jurnalistik yang ada dan pahami. Sebab ilmu jurnalistik ini penting untuk membuat konten sebagai bahan pencitraan suatu produk atau jasa maupun brand.
Tapi yang terpenting menjadi buzzer adalah berhati nurani dan profesional dengan menyebarkan hal-hal yang positif, bukan konten hoaks.