sign up SIGN UP

LIFE

Terjebak dalam Hubungan KDRT? Pahami Alasan dan Cara Mengatasinya.

Novia Suandy | Selasa, 17 Sep 2019 13:15 WIB
Terjebak dalam Hubungan KDRT? Pahami Alasan dan Cara Mengatasinya.
caption
Setelah videonya viral, Tiga Setia Gara justru memilih memaafkan suaminya James Aaron Tolley dan mempertahankan rumah tangganya.

Setelah videonya viral di jagat maya, Tiga Setia Gara makin jadi sorotan setelah dirinya menolak bantuan Nikita Mirzani untuk pulang dan lebih memilih untuk memaafkan James Aaron Tolley, suaminya. Keputusan yang diambil membuat dirinya dinilai sebagai sosok yang plin plan.



Tidak hanya menolak bantuan untuk pulang ke tanah air, dirinya justru memaki salah satu netizen pada salah satu akun gosip dan menghina masyarakat Indonesia dalam sebuah unggahan video di Instagramnya. Sikap kasarnya ini sontak membuat netizen kehilangan simpati terhadap dirinya dan membuatnya dinilai menderita bipolar.

Pada banyak orang, keputusan yang diambil Tiga memang tidak mudah diterima. Terutama bagi mereka yang belum pernah mengalami KDRT. Namun, lain halnya dengan beberapa orang yang pernah bersama pasangan yang abusive atau kejam. Sebelum kamu menghakimi orang tersebut karena menurutmu dia bertahan pada hubungan yang salah, baiknya kamu mengetahui alasannya mempertahankan hubungannya yang tidak sehat.
 
Memahami KDRT
Menurut psikolog dan penemu teori siklus kekerasan, Lenore E. Walker, KDRT terjadi secara berulang, dan memiliki pola siklusnya. Pemicunya juga sederhana, seperti pertengkaran yang umum terjadi dalam hubungan misalnya, terkait masalah finansial, anak, atau adanya kecemburuan.

Pada awalnya, pelaku akan menyerang korban melalui kekerasan emosional dan psikis. Bila cara pertama ini tidak berhasil, maka pelaku akan menggunakan kekerasan fisik sebagai bentuk hukuman pada korban.

Pelaku KDRT biasanya akan menggunakan jurus memohon, berkata-kata manis, hingga menunjukkan perilaku yang tidak kalah manis setelah puas melampiaskan emosi dan kemarahannya pada pasangan. Tapi jika konflik muncul kembali, maka pelaku akan melakukan aksi kekerasannya lagi hingga  berulang kali.
Foto: Istimewa

Alasan korban bertahan pada hubungan KDRT


Meski diperlakukan kasar hingga disiksa, banyak perempuan yang akhirnya mempertahankan hubungannya. Hal ini dipicu oleh beberapa hal, seperti mempertimbangkan anak, korban menggantungkan perekonomiannya pada pelaku, diancam, hingga merasa bersalah apabila korban meninggalkan pasangannya.
 


Foto: Istimewa

Mengatasi KDRT dalam hubungan


Sebelum kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan membuatmu memiliki pengalaman buruk dalam menjalani hubungan, sebaiknya kamu melakukan pencegahan seperti cukup mengenali kebaikan dan keburukan pasanganmu pada masa pacaran atau pendekatan, bahkan saat dia sedang marah.
 


Foto: Istimewa

Tapi jika kamu sudah terlanjur bersama dengan seseorang yang kasar, kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi KDRT:

        
  1. Tinggalkan pasanganmu sejenak, hal ini bertujuan untuk menyadarkannya betapa pentingnya peranmu dalam di hidupnya.
  2.     
  3. Luangkan waktu berdua dan coba untuk berkomunikasi baik-baik, bicarakan banyak hal dan cobalah untuk merefleksikan kesalahan masing-masing. Namun perlu diingat untuk menjaga emosimu agar tetap stabil.
  4.     
  5. Minta bantuan pihak ketiga sebagai jembatanmu untuk berkomunikasi lebih baik. Kamu bisa meminta bantuan kepada keluarga terdekat atau orang tua untuk membantumu menyelesaikan kekerasan yang terjadi dalam hubungan.

 
Memang tidak mudah menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki sifat abusive atau kasar, tidak jarang juga para korban KDRT dihadapkan dengan pilihan sulit untuk bertahan atau meninggalkan pasangannya.

Tidak salah juga jika kamu memilih untuk bertahan dalam hubungan, namun perlu diingat bahwa mencintai dirimu sendiri itu penting dibandingkan membiarkan dirimu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.


(ags/ags)

Our Sister Site

mommyasia.id