sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

7 Mitos Larangan Pernikahan Berdasarkan Adat Jawa

S Saraswathi | Senin, 15 Apr 2019 11:15 WIB
7 Mitos Larangan Pernikahan Berdasarkan Adat Jawa
caption
Untuk kalian yang memiliki darah keturunan Jawa, pasti sejak kecil sudah sering mendengar beberapa mitos tentang kehidupan mulai dari hal kecil hingga hal besar. Mitos seperti tidak boleh makan pisang dempet atau mitos tidak boleh memotong kuku di malam hari. Banyak sekali mitos-mitos berdasarkan adat Jawa. Kali ini Beautynesia akan membahas 7 mitos pernikahan berdasarkan adat Jawa.

Tidak Boleh Menikah di Bulan Syuro (Muharram)


Foto: https://youtube.com/

Bagi masyarakat Jawa, menikah di bulan Syuro atau Muharram itu harus dihindari. Bulan ini dipercaya sebagai bulan keramat sehingga jangan sampai kita melanggar untuk menggelar hajatan apalagi pernikahan di bulan ini. Jika larangan ini dilanggar, masyarakat percaya akan datang malapetaka atau musibah bagi pasangan yang menggelar pernikahan serta kedua keluarga besar mereka.
 


Pernikahan Jilu/Lusan (Siji karo Telu/Katelu dan Sepisan)


Foto: https://www.lemotionphoto.com/

Sebagian besar masyarakat Jawa menilai bahwa pernikahan Jilu atau Siji karo Telu yakni pernikahan anak nomor satu dan anak nomor tiga sebaiknya dihindari. Beberapa masyarakat percaya jika pernikahan ini bisa mendatangkan banyak cobaan dan masalah di dalamnya jika tetap dilangsungkan. Perbedaan karakter yang terlalu jauh dari anak nomor 1 dan 3 juga menjadi pertimbangan penuh kenapa pernikahan ini sebaiknya dihindari.


Posisi Rumah Calon Pengantin Tidak Boleh Berhadapan


Foto: https://thebridedept.com/

Pada beberapa daerah terutama di Jawa Timur, posisi rumah calon mempelai yang saling berhadapan dilarang untuk menikah. Jika kedua calon mempelai tetap menikah, dikhawatirkan akan datang berbagai masalah di kehidupan rumah tangga mereka. Jika memang keduanya tetap ingin menikah, solusinya adalah salah satu rumah calon mempelai direnovasi hingga posisinya tidak lagi berhadapan. Atau, salah satu calon mempelai dibuang dari keluarganya dan diangkat oleh kerabat mereka yang posisi rumahnya tidak berhadapan dengan calon mempelai lainnya.


Pernikahan Siji Jejer Telu (Pernikahan Satu Berjejer Tiga)


Foto: https://www.lemotionphoto.com/

Dimaksud pernikahan siji jejer telu adalah ketika kedua calon mempelai sama-sama anak nomor 1 dan salah satu orang tua mereka juga anak nomor 1 di keluarganya. Jika pernikahan ini tetap dilangsungkan, sebagian masyarakat percaya bahwa pernikahan ini akan mendatangkan sial dan malapetaka.
 


[Gambas:Youtube]

Weton Jodoh


Foto: https://www.lemotionphoto.com/

Ketika hendak melangsungkan pernikahan, di masyarakat Jawa akan ada yang namanya perhitungan weton jodoh atau kecocokan pasangan. Ada beberapa weton yang nantinya tidak bisa cocok atau berjodoh. Karena ketidakcocokan ini, beberapa masyarakat percaya jika pernikahan tersebut sebaiknya tidak dilangsungkan atau dibatalkan saja. Sebenarnya untuk weton ini juga berlaku dalam keseharian mereka, weton menjadi hal yang sangat penting bagi orang Jawa, kebanyakan mereka melakukan suatu hal harus berdasarkan wetonnya.
 


Tidak Boleh Menikah di Tanggal Lahir


Foto: https://undanganmagelang.com/pernikahan-adat-jawa/

Menentukan tanggal pernikahan bagi orang Jawa sangatlah penting, karena jika salah dalam memilih tanggal pernikahan, diyakini akan mendapatkan kesialan. Namun sebaliknya, jika tepat dalam memilih tanggal pernikahan maka pernikahan tersebut diyakini akan berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberuntungan.

Selain tanggal dan bulan-bulan tertentu, orang Jawa juga  meyakini bahwa jika acara pernikahan dilaksanakan pada tanggal kelahiran mempelai pria, maka pernikahan tersebut akan membawa keberuntungan bagi kedua mempelai dan juga terhindar dari malapetaka.


Kado Pernikahan


Foto: https://mamikos.com/info/kado-pernikahan-terbaik/

Di setiap pernikahan, banyak tamu yang hadir dengan membawa kado untuk diberikan kepada kedua mempelai sebagai doa dan ucapan selamat. Menurut mitos Jawa, hendaklah kado pertama yang dibuka adalah sesuatu yang dipakai pertama kali ketika akan mulai menapaki kehidupan berkeluarga. Bila hal tersebut dilakukan, maka diyakini keluarga baru tersebut akan mendapatkan keberuntungan.

Kira-kira, kamu percaya akan semua mitos di atas?


[Gambas:Youtube]

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id