sign up SIGN UP

5 Sikap yang Perlu Dihindari oleh INFP Demi Hidup yang Lebih Tentram

Jovanka Rachel | Jumat, 26 Nov 2021 18:30 WIB
5 Sikap yang Perlu Dihindari oleh INFP Demi Hidup yang Lebih Tentram
caption
Jakarta -

Sebagai INFP (Introverted, Intuitive, Feeling, and Prospecting), mencari keseimbangan hidup rasanya menyulitkan. Kadang apa yang menjadi tanggung jawab berlainan dengan kata hati. Seperti misalnya harus menyelesaikan tugas akhir namun, rasanya ingin pergi keliling negara.

INFP merasakan emosi secara mendalam, namun tampak sabar dan tidak emosional di luar. Mereka adalah pemimpi, selalu melihat langit dengan kemungkinan yang tak terbatas. Mereka juga mampu memberikan ide baru, sehingga tidak mudah bosan.

Namun, lain ceritanya bila berbicara tentang sisi negatif. Saat dalam kondisi buruk, INFP cenderung merasakan terisolasi dan tersesat. Dilansir dari Introvert Spring, berikut ini adalah lima sikap yang perlu dihindari agar tetap tenang dan bahagia dalam menjalani hidup.

1. Terlalu Fokus pada Struktur dan Kendali

Struktur dan Beragam./Foto: unsplash.com/Brands&People
Struktur dan Beragam./Foto: unsplash.com/Brands&People

Kepribadian INFP sering digambarkan sebagai jedamaian dari tipe Myers-Briggs. Mereka bertindak seperti roh bebas yang melihat aturan hanya sebagai saran. INFP terkenal suka melewatkan instruksi penting, karena mereka tersesat dalam fantasinya.

Seorang INFP yang merasa cemas atau stres dapat mengimbangi kekacauan batin mereka dengan menjadi terlalu kaku. INFP yang terlalu kaku dan tidak sehat akan kehilangan kontak dengan kualitas terbaik mereka: individualitas, intuisi, dan kreativitas. Oleh karena itu, penting buat INFP meluangkan waktu untuk me time agar tetap bisa terhubung dengan dirinya.

2. Menekan Emosi

INFP dapat merasakan emosi yang begitu dalam dan menyimpan semuanya. Biasanya mereka juga menyembunyikan perasaan, karena beranggapan itu akan membuat mereka lemah. Bahkan menekan emosi sendiri bisa membuat INFP seakan mati rasa.

Menurut Truity, kapasitas untuk berempati dengan orang lain secara mendalam, bisa menenggelamkan INFP pada emosi negatif. Pasalnya, setiap kehidupan memang mengalami pasang surut, tinggal bagaimana respon kita terhadap situasi yang ada. 

3. Lari dari Kenyataan

Penuh Imajinasi./Foto: unsplash.com/Thought Catalog
Penuh Imajinasi./Foto: unsplash.com/Thought Catalog

Imajinasi adalah kualitas andalan INFP. Masalahnya, ketika kita memilih untuk hidup di dunia fantasi, realitas kita akan menderita. INFP menjadi tidak sehat bila memiliki fantasi yang rumit tentang kehidupan ideal mereka, tetapi tidak pernah mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan impian itu. Seperti misalnya menghindar dari tanggung jawab menjadi seorang dewasa. Bahkan, INFP bisa mengisolasi diri agar idealis mereka tetap hidup.

4. Sangat Ragu-ragu 

INFP mampu melihat kemungkinan tak terbatas, sehingga membuat komitmen pada keputusan menjadi sulit. Sebagai seorang INFP, mereka memiliki banyak minat yang biasanya berhubungan dengan seni.

Disarankan buat pemilik kepribadian ini untuk menuliskan nilai dan tujuan apa saja yang ingin diraih. Kemudian, pilihlah aktivitas yang membawa kepada tujuan serta sesuai dengan nilai yang dipegang. Ketika terlalu banyak pilihan dan sulit untuk menentukan, ikutilah intuisimu.

INFP dirancang untuk membuat keputusan berdasarkan perasaan. Terkadang pilihan tersebut merupakan yang terbaik, tapi sulit dipahami oleh pikiran logis.

5. Memandang Sesuatu Secara Personal

Memikirkan Kejadian Masa Lalu./Foto: unsplash.com/Jr Korpa
Memikirkan Kejadian Masa Lalu./Foto: unsplash.com/Jr Korpa

INFP sangat perseptif, mudah membaca emosi dan motif orang seperti buku bergambar. Karena INFP fokus ke internal, mereka cenderung percaya bahwa perilaku seseorang berhubungan langsung dengan dirinya. Misalnya, pasangan mereka tiba-tiba bertindak cuek. Mereka dapat menganggap kalau mereka telah melakukan suatu kesalahan.

Padahal pasangannya hanya sedang sibuk mengurusi kegiatannya. Kemudian mereka akan mengulang-ulang rekaman interaksi dalam pikiriannya. Hal ini pula yang bisa membuat INFP terjebak di masa lalu. Praktik mindfulness dapat mengatasi kebiasaan buruk ini.

[Gambas:Youtube]

***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id