5 Cara Mencuci Pakaian Linen agar Tetap Awet dan Lembut

Adira P | Beautynesia
Rabu, 17 Jun 2026 08:30 WIB
Setel Mesin Cuci dengan Air Dingin dan Putaran Lembut
Cara Mencuci Pakaian Linen agar Tetap Awet dan Lembut/Foto: Magnific.com

Linen merupakan salah satu bahan favorit di musim panas karena teksturnya yang ringan, sejuk, serta nyaman dipakai sepanjang hari. Namun, di balik kenyamanannya, linen juga dikenal sebagai bahan yang cukup rentan terhadap penyusutan, kerutan, serta noda, terutama karena warnanya yang sering putih atau pastel.

Melia Long, executive laundry professional di Poplin, menjelaskan kepada Vogue bahwa tekstur linen biasanya terasa sedikit kaku serta sejuk saat disentuh, tetapi akan melembut secara alami seiring waktu pemakaian. Nah, agar linen kesayanganmu tetap awet dan terasa nyaman lebih lama, yuk, simak cara mencucinya yang tepat, Beauties!

Pahami Karakteristik Bahan Linen Terlebih Dahulu

Linen merupakan serat alami yang berasal dari tanaman flax, yaitu tanaman yang juga menjadi sumber biji rami. Alicia Sokolowski, laundry expert dari AspenClean, menjelaskan bahwa linen dikenal sebagai salah satu bahan tekstil tertua serta paling berkelanjutan di dunia karena sifatnya yang kuat, bertekstur, serta mampu menyerap kelembapan dengan baik.

DIlansir dari Real Simple, Anthony "Sully" Sullivan, juru bicara OxiClean, menambahkan bahwa serat linen sebenarnya lebih rapuh dari yang banyak orang kira. Pengaturan cuci yang terlalu kasar atau metode pengeringan yang keras dapat menyebabkan penyusutan, warna pudar, kekakuan, atau bahkan melemahnya serat dalam jangka waktu lama.

Kurangi Frekuensi Cuci Jika Tidak Terlalu Kotor

5 Cara Membersihkan Noda pada Baju dengan Benar

Cara Mencuci Pakaian Linen agar Tetap Awet dan Lembut/Foto: Pexels.com/www.kaboompics.com

Salah satu kelebihan utama yang membuat linen begitu dicintai adalah sifatnya yang sangat breathable dan efisien dalam menyerap keringat, sehingga pakaian ini sebenarnya tidak menuntut untuk selalu dicuci setiap kali selesai kamu kenakan.

Sullivan menjelaskan bahwa kebiasaan terlalu sering mencuci justru menjadi faktor utama yang mempercepat lapuknya serat kain. Oleh karena itu, memaksimalkan teknik pembersihan noda di area tertentu saja (spot cleaning) serta menjemur pakaian di area berangin setelah dipakai sudah sangat cukup untuk memperpanjang usia pakainya.

Kamu bisa memakai celana panjang, blazer kantor, atau dress linen favoritmu hingga dua atau tiga kali sebelum benar-benar memutuskan untuk melemparnya ke keranjang cucian kotor, Beauties. Tentu saja, ini perlu kamu sesuaikan lagi dengan tingkat keaktifan aktivitasmu dan kondisi cuaca hari itu, ya.

Sementara untuk urusan linen rumah tangga seperti taplak meja estetik atau sarung bantal sofa, kamu cukup melakukan spot cleaning ringan saja pada noda kecil sebelum nantinya dicuci secara menyeluruh saat pergantian musim tiba.

Atasi Noda Secepat Mungkin

Jika ada cairan atau makanan yang tumpah ke pakaian linenmu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menanganinya secepat mungkin. Semakin cepat noda ditangani, semakin besar kemungkinan noda tersebut benar-benar hilang.

Tepuk-tepuk noda dengan kain bersih, bukan menggosoknya, karena gosokan justru bisa membuat noda semakin meresap ke dalam serat kain. Untuk noda berminyak seperti makeup, kamu bisa menaburkan cornstarch atau baking soda untuk menyerap minyaknya sebelum dibersihkan dengan stain remover.

Setel Mesin Cuci dengan Air Dingin dan Putaran Lembut

Membebani mesin cuci secara berlebihan dapat memicu kerusakan pada mesin cuci/Foto: Freepik.com

Cara Mencuci Pakaian Linen agar Tetap Awet dan Lembut/Foto: Magnific.com

Saat hari mencuci tiba, pilihan suhu air dan mode putaran mesin cuci memegang kendali penuh atas nasib pakaianmu. Sullivan merekomendasikan untuk selalu mengandalkan air bersuhu dingin atau suhu ruang, dipadukan dengan siklus putaran mesin cuci yang paling lembut (delicate/handwash). \

Sangat disarankan untuk menjauhkan linen dari paparan air panas atau uas bersuhu tinggi, karena kombinasi panas tersebut adalah dalang utama di balik menyusutnya ukuran baju dan rusaknya kelembutan serat alami linen.

Merawat pakaian linen dengan mesin cuci di rumah sebenarnya sangat aman dilakukan, asalkan kamu menggunakan deterjen cair yang formulanya lembut dan tidak mengandung pemutih keras. Sebagai tips tambahan, usahakan tidak menumpuk pakaian terlalu penuh di dalam tabung mesin agar kain linen memiliki ruang yang cukup untuk bergerak bebas tanpa saling terlilit, Beauties. Jangan lupa juga untuk selalu membalik pakaian sehingga bagian dalamnya berada di luar sebelum mencuci demi meminimalkan gesekan yang bisa memudarkan keaslian warnanya.

Istirahatkan dari Mesin Pengering, Biarkan Kering Alami

Meskipun menggunakan mesin pengering otomatis terasa jauh lebih praktis dan menghemat waktu, metode ini sangat tidak disarankan untuk kain linen. Mengeringkan linen dengan cara diangin-anginkan secara alami di bawah naungan adalah standar perawatan terbaik untuk menjaga keutuhan struktur serat serta meminimalkan risiko baju menyusut. Namun, jika situasi mendesak memaksamu menggunakan mesin pengering, pilihlah pengaturan suhu paling rendah dan segera keluarkan pakaian saat kondisinya masih sedikit lembap.

Karakteristik serat linen pada dasarnya memiliki kemampuan untuk kering dengan sangat cepat, sehingga tidak membutuhkan bantuan suhu tinggi sama sekali saat dijemur. Ketika pakaian linenmu masih berada dalam kondisi agak lembap setelah dijemur, itulah waktu yang paling tepat untuk merapikan kerutan-kerutan alaminya menggunakan setrika dengan suhu hangat atau bantuan garment steamer portabel kesayanganmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE