Linen merupakan salah satu bahan favorit di musim panas karena teksturnya yang ringan, sejuk, serta nyaman dipakai sepanjang hari. Namun, di balik kenyamanannya, linen juga dikenal sebagai bahan yang cukup rentan terhadap penyusutan, kerutan, serta noda, terutama karena warnanya yang sering putih atau pastel.
Melia Long, executive laundry professional di Poplin, menjelaskan kepada Vogue bahwa tekstur linen biasanya terasa sedikit kaku serta sejuk saat disentuh, tetapi akan melembut secara alami seiring waktu pemakaian. Nah, agar linen kesayanganmu tetap awet dan terasa nyaman lebih lama, yuk, simak cara mencucinya yang tepat, Beauties!
Pahami Karakteristik Bahan Linen Terlebih Dahulu
Linen merupakan serat alami yang berasal dari tanaman flax, yaitu tanaman yang juga menjadi sumber biji rami. Alicia Sokolowski, laundry expert dari AspenClean, menjelaskan bahwa linen dikenal sebagai salah satu bahan tekstil tertua serta paling berkelanjutan di dunia karena sifatnya yang kuat, bertekstur, serta mampu menyerap kelembapan dengan baik.
DIlansir dari Real Simple, Anthony "Sully" Sullivan, juru bicara OxiClean, menambahkan bahwa serat linen sebenarnya lebih rapuh dari yang banyak orang kira. Pengaturan cuci yang terlalu kasar atau metode pengeringan yang keras dapat menyebabkan penyusutan, warna pudar, kekakuan, atau bahkan melemahnya serat dalam jangka waktu lama.