7 Cara Merawat Kain Batik Agar Tidak Pudar

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 02 Oct 2026 13:15 WIB
Jangan Jemur Batik Tepat di Bawah Matahari
Jangan Jemur di Bawah Sinar Matahari Langsung/Foto: Magnific

Punya kain batik kesayangan yang warnanya mulai terlihat kusam? Jangan buru-buru menyalahkan usia kainnya, Beauties! Bisa jadi, cara perawatannya selama ini justru membuat warna dan serat batik lebih cepat mengalami perubahan.

Batik memang membutuhkan perlakuan yang sedikit berbeda dari pakaian sehari-hari. Cara mencuci, mengeringkan, menyetrika, bahkan menyimpannya bisa berpengaruh terhadap kondisi kain dalam jangka panjang. Karena itu, mengetahui cara merawat kain batik dengan tepat penting dilakukan, terutama jika kamu punya batik yang ingin tetap cantik meski sudah disimpan bertahun-tahun.

Mengacu pada buku Ensiklopedia Kain Tradisional Indonesia karya Dwi Pajar Ratriningsih serta jurnal Merawat Kain Batik dan Mengenal Kembali Beberapa Motif Batik Jogja oleh Puji Asih dan Siti Lestariningsing, berikut beberapa perawatan yang bisa kamu lakukan.

Jangan Sembarangan Menggunakan Deterjen

Jangan Sembarangan Gunakan Detergen/Foto: Magnific

Bagian pertama yang perlu kamu perhatikan adalah saat mencuci. Jangan memperlakukan kain batik seperti pakaian biasa dengan mencucinya menggunakan deterjen dalam jumlah banyak. Kandungan dalam sabun atau deterjen dapat membuat warna batik lebih mudah luntur.

Jika memang ingin menggunakan deterjen, gunakan dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun, kamu juga bisa memilih alternatif tradisional seperti buah lerak atau daun dilem.

Caranya cukup sederhana. Buah lerak atau daun dilem dapat diremas atau dihaluskan, kemudian diseduh menggunakan air panas hingga menghasilkan busa. Air tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk mencuci kain batik.

Menariknya, aroma khas lerak juga dipercaya dapat membantu menjauhkan serangga yang berpotensi merusak kain. Jadi, sekali mencuci bisa sekaligus membantu menjaga koleksi batikmu.

Sebaiknya Cuci dengan Tangan

Cuci dengan Tangan/Foto: Magnific

Selain memilih bahan pencuci, teknik mencuci juga tidak kalah penting. Untuk menjaga kondisi kain, sebaiknya batik dicuci menggunakan tangan daripada memasukkannya begitu saja ke mesin cuci.

Gerakan mesin, terutama pada kecepatan tinggi, dapat memberikan tekanan yang terlalu kuat pada serat kain. Akibatnya, kain berisiko mengalami kerusakan lebih cepat. Meluangkan waktu untuk mencucinya secara manual bisa menjadi salah satu bentuk investasi agar kain tetap bisa digunakan dalam waktu lama.

Jangan Jemur Batik Tepat di Bawah Matahari

Jangan Jemur di Bawah Sinar Matahari Langsung/Foto: Magnific

Sudah selesai mencuci? Jangan langsung membentangkan batik di tempat yang terkena matahari terik, ya! Paparan sinar matahari secara langsung dan terus-menerus dapat membuat warna kain terlihat lebih kusam atau memudar.

Sebagai gantinya, jemur batik di tempat yang teduh dan cukup diangin-anginkan. Memang, proses pengeringannya mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Namun, cara ini dapat membantu mempertahankan warna sekaligus menjaga serat kain. Jadi, daripada buru-buru kering tetapi warna batik ikut berubah, lebih baik bersabar sedikit, kan?

Setrika dengan Suhu Sedang

Setrika dengan Suhu Sedang/Foto: Magnific

Kain batik yang baru selesai dicuci dan dikeringkan mungkin terlihat sedikit kusut. Tenang, kamu tetap boleh menyetrikanya, tetapi jangan menggunakan suhu terlalu panas.

Saat menyetrika, sebaiknya jangan menempelkan setrika secara langsung ke permukaan kain batik. Lapisi terlebih dahulu dengan kain lain sehingga panas dari setrika tidak bersentuhan langsung dengan batik.

Cara sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko kerusakan pada permukaan dan warna kain. Jadi, nggak perlu buru-buru menaikkan suhu setrika hanya demi menghilangkan kusut dengan cepat.

Jangan Terlalu Sering Melipat Batik

Jangan Keseringan Melipat Batik/Foto: Magnific

Selama ini kamu menyimpan kain batik dengan cara dilipat dan ditumpuk di lemari? Ternyata, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

Lipatan yang terus-menerus berada pada posisi sama dapat memengaruhi kondisi serat kain. Karena itu, jika memungkinkan, simpan batik dengan cara digantung menggunakan kayu atau tempat penyimpanan yang sesuai.

Kalau ruang penyimpanan terbatas, kamu juga bisa menggunakan stoples sebagai alternatif. Cara ini membuat kain tidak memiliki lipatan yang terlalu kaku sekaligus membantu mengurangi paparan udara. Penyimpanan tersebut juga dapat membantu melindungi kain dari gangguan hewan yang berpotensi merusaknya.

Pilih Tempat Penyimpanan dengan Suhu Ruang

Simpan di Suhu Ruang/Foto: Magnific

Tempat menyimpan batik ternyata juga perlu diperhatikan. Jangan memilih ruangan yang terlalu panas, terlalu dingin, atau memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Ruangan yang lembab dapat membuat kain lebih mudah ditumbuhi jamur. Sementara itu, kondisi ruangan yang terlalu kering juga dapat membuat kain menjadi kaku dan berpotensi membuat warnanya lebih cepat memudar.

Hindari Kamper dan Parfum Langsung

Hindari Pemakaian Kamper dan Parfum/Foto: Magnific

Bukan cuma warna dan serat yang perlu dijaga. Aroma kain batik juga penting, apalagi kalau kain akan disimpan dalam waktu lama.

Saat kain mulai mengeluarkan aroma apek, jangan langsung memasukkan kamper ke dalam tempat penyimpanannya. Pada kain batik, penggunaan kamper justru sebaiknya dihindari karena dapat membuat kain menjadi kusam.

Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan beberapa butir lada putih yang dibungkus kain atau akar wangi kering. Keduanya dapat membantu memberikan aroma pada ruang penyimpanan tanpa harus menaruh kamper berdekatan dengan batik.

Lalu, bagaimana kalau kamu ingin menggunakan parfum? Sebaiknya jangan menyemprotkannya langsung ke permukaan kain. Kamu dapat memberikan lapisan kertas terlebih dahulu sebelum menyemprotkan pewangi untuk mengurangi kontak langsung antara parfum dan kain.

Jadi, sebelum batik kesayanganmu mulai kusam atau seratnya berubah, yuk, mulai perhatikan cara perawatannya dari sekarang! Dengan begitu, keindahan batik bisa tetap terjaga dan kamu pun bisa terus mengenakannya tanpa khawatir.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.