Benarkah Semprot Parfum di Leher Berbahaya? Ini Penjelasannya...

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 11 Jul 2026 09:00 WIB
Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker Tiroid adalah Hoaks
Fakta tentang semprot parfum di leher/Foto: Magnific.com/Freepic.diller

Beauties, tahu kah kamu tentang desas-desus yang beredar terkait penggunaan parfum di leher? Banyak yang bersuara bahwa menyemprotkan parfum di leher bisa memicu kanker tiroid. Benarkah demikian?

Supaya nggak salah paham, beberapa dokter spesialis di bidangnya mengungkapkan fakta yang sebenarnya di balik menyemprotkan parfum di kulit, terutama leher. Simak!

Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker Tiroid adalah Hoaks

Fakta tentang semprot parfum di leher/Foto: Magnific.com/Freepic.diller

Merangkum Good Housekeeping dan CNN Indonesia, semprot parfum di leher tidak serta merta menyebabkan seseorang terkena kanker tiroid. Banyak hal yang perlu dikaji lebih dalam. Mengingat belum ada cukup penelitian untuk memperkirakan dampak penggunaan parfum di area tersebut.

Diani Kartini, dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi RS Pondok Indah menegaskan bahwa parfum yang mengenai kulit leher tidak memiliki mekanisme yang terbukti dapat memicu pembentukan kelenjar kanker tiroid.

“Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya,” kata Diani Kartini, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Beberapa zat memang dapat bersifat karsinogenik, tetapi efeknya bergantung pada jenis zat, dosis paparan, dan cara kerjanya,” sambungnya.

Elizabeth Pearce, MD., selaku ahli endokrinologi yang berbasis di Boston Medical Center turut menjelaskan bahwa hubungan menyemprotkan parfum di leher dan kanker tiroid itu cukup jauh.

“Beberapa wewangian mungkin memiliki sifat yang mengganggu fungsi tiroid. Namun hal ini tidak berkaitan dengan penyerapan langsung akibat penyemprotan parfum pada leher,” kata Elizabeth Pearce, pada Good Housekeeping.

Apakah Perlu Khawatir tentang Menyemprotkan Parfum di Leher?

Fakta tentang semprot parfum di leher/Foto: Magnific.com/Lookstudio

Tidak. Menurut ahli endokrinologi di The Ohio State University Wexner Medical Center, Kathleen Wyne, MD., Ph.D., saat menyemprotkan parfum ke leher, sebagian besar komponennya kemungkinan besar akan terserap melalui kulit dan masuk ke pembuluh darah kecil di bawahnya.

“Zat-zat tersebut akan terserap ke dalam aliran darah sebelum sempat mencapai kelenjar tiroid. Mengingat adanya lapisan kulit, lemak, fasia, dan otot, sangat sulit bagi suatu zat untuk masuk ke kelenjar tiroid melalui penggunaan secara topikal,” ujarnya.

Fyi, penggunaan topikal merujuk pada segala jenis produk, sediaan, atau obat yang diaplikasikan langsung pada bagian luar tubuh, seperti permukaan kulit.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli atau Menggunakan Parfum?

Fakta tentang semprot parfum di leher/Foto: Magnific.com/Lookstudio

Pada Good Housekeeping, Dr. Florence Comite, MD., ahli endokrinologi dan penulis buku Invicible menyarankan untuk memeriksa label pada parfum dan menghindari produk yang mengandung ftalat atau paraben.

Peneliti di University of California, Berkeley, telah menganalisis parfum yang umum digunakan dan menemukan bahwa banyak di antaranya mengandung bahan kimia seperti ftalat. Senyawa ini banyak digunakan agar wewangian lebih tahan lama. Di sisi lain juga dikenal sebagai pengganggu sistem endokrin.

Perlu diperjelas, para peneliti tidak mengatakan penggunaan parfum sesekali itu berbahaya atau harus dihindari sepenuhnya. Kekhawatiran utamanya bukan penggunaan parfum sekali semprot, melainkan paparan berulang dalam jangka panjang pada area sensitif yang sama.

Sering kali, beberapa merek parfum tidak mencantumkan seluruh komposisinya. Namun, Florence Comite menyebut bahwa aroma musk dan woody memiliki base note yang mengandung galaxolide dan tonalide. Keduanya adalah zat-zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid.

Itulah fakta di balik penggunaan parfum di leher. Meskipun menyemprotkan parfum di leher tidak terbukti berbahaya bagi kelenjar tiroid, para dokter tidak terlalu menyarankannya.

Saat menyemprotkan wewangian terlalu dekat dengan wajah, kita bisa tanpa sengaja menghirup sebagian partikelnya melalui mulut dan hidung. Imbasnya, partikel dapat masuk ke paru-paru dan memicu gejala gangguan pernapasan pada sebagian orang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE