Etsy Resmi Larang Penjualan Produk dengan Bulu Hewan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 21 Apr 2026 15:30 WIB
Kontra Larangan Jual Bulu Hewan
Larangan penjualan produk dengan bulu hewan yang dapat mengancam pengrajin kecil/ Foto: etsy.com

Penerapan aturan penjualan ke arah keberlanjutan semakin gencar dicanangkan, Beauties. Bukan cuma pekan mode yang melarang penggunaan kulit hewan eksotis dan bulu asli, tapi situs penjualan pun kini mendukung gerakan animal cruelty-free.

Berdasarkan informasi Peta (People for The Ethical Treatment of Animals), situs marketplace global Etsy telah berkomitmen untuk melarang penjualan produk dengan bulu hewan, seperti anting dari bulu kelinci atau rubah. Kebijakan fur-free ini akan resmi diberlakukan mulai Agustus 2026. Keputusan tersebut dilatarbelakangi desakan Peta dan aktivis internasional lainnya untuk menghentikan penjualan produk bulu hewan. Setelah Etsy, Peta juga mendesak ritel Temu untuk hal yang sama. Temu dikenal banyak menjual produk menggunakan bulu hewan dan kulit hewan eksotis.

Bukan tanpa alasan. Penjualan bulu hewan biasanya melibatkan kekerasan pada hewan, Beauties. Peta menjelaskan dalam situs resminya bahwa dalam industri bulu hewan, hewan berbulu dikurung dalam kandang kawat yang kotor, membuat mereka mengalami tekanan psikologis yang parah, luka tidak diobati, dan menimbulkan penyakit.

Kontra Larangan Jual Bulu Hewan

Larangan penjualan produk dengan bulu hewan yang dapat mengancam pengrajin kecil

Larangan penjualan produk dengan bulu hewan yang dapat mengancam pengrajin kecil/ Foto: etsy.com

Walaupun dinilai positif untuk melindungi hewan, tetap ada kontra yang ditemukan, Beauties. Pasalnya, pelarangan ini akan mengancam komunitas adat yang menawarkan produk-produk pengrajin yang menggunakan bulu. Melansir dari laman CBC, Etsy telah mengirimkan email pada penjual per 2 April bahwa kebijakan larangan itu akan berlaku mulai Agustus sebagai bagian dari “upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.”

Larangan itu juga meneruskan kebijakan produk hewani Etsy yang sebelumnya hanya melarang penjualan produk yang terbuat dari spesies hewan yang ditetapkan sebagai terancam punah atau hampir punah berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah AS atau yang tercantum dalam Lampiran I Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Hewan dan Tumbuhan Liar yang Terancam Punah (CITES). Oleh karena itu, para penjual harus menghapus semua produk yang menggunakan bulu hewan dalam katalognya sebelum larangan ini berlaku.

Doug Chiasson selaku Direktur Eksekutif dari Fur Institute of Canada, berpendapat “Larangan apa pun terhadap produk bulu, larangan apa pun terhadap produk kulit anjing laut, kita tahu bahwa dampaknya akan paling dirasakan di komunitas adat terpencil.”
Baginya, keberlanjutan kenekaragaman hayati juga mencakup “penggunaan sumber daya satwa liar secara berkelanjutan, termasuk penggunaan bulu secara manusiawi dan etis.”

Kalau menurutmu, bagaimana, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE