sign up SIGN UP

Fakta Menarik Pussyhat, Topi Pink Lambang Solidaritas dan Perjuangan Hak Perempuan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 12 Nov 2021 12:00 WIB
Fakta Menarik Pussyhat, Topi Pink Lambang Solidaritas dan Perjuangan Hak Perempuan
caption

Fashion items bukan sekadar penunjang penampilan, tapi juga digunakan untuk menyatakan statement secara visual. Fashion item yang dipilih merupakan simbol yang memiliki pesan kuat di baliknya. Ketika dikenakan oleh ribuan orang, sebuah benda yang awalnya tampak sederhana, berakhir menjadi suatu ikon. Begitu pula dengan pussyhat yang ramai dipergunakan pada Women’s March tahun 2017 lalu.

Women's March 2017/
Lautan pink Women's March 2017/ Foto: pussyhatproject.com

Pussyhat, sebuah topi rajut berwarna pink mewarnai jalanan Washington D.C, Amerika Serikat, pada Januari 2017. Ribuan perempuan memadati jalanan mengenakan topi pink berbentuk telinga kucing, membuat lautan merah jambu yang sangat menarik perhatian publik. Diikuti seruan yang mendukung hak-hak perempuan dalam Women’s March, terdapat alasan tersendiri mayoritas perempuan saat itu mengenakan topi pink yang menggemaskan. Simak kumpulan faktanya dari berbagai sumber di bawah ini.

Fakta Menarik Pussyhat Project


1. Merupakan Lambang Solidaritas Perempuan

Topi pussyhat/
Topi pussyhat/ Foto: pussyhatproject.com

Pussyhat Project diinisiasi oleh Krista Suh dan Jayna Zweiman dan dimulai setelah Pemilu Amerika Serikat bulan November 2016. Proyek ini merupakan bentuk antisipasi Women’s March dan protes terhadap hak perempuan yang seringkali dihiraukan. Sebagai bentuk solidaritas dan persatuan antar perempuan, Krista dan Jayna menginginkan sebuah statement visual yang powerful. Topi warna pink berbahan rajutan pun menjadi pilihan mereka untuk membuat Women’s March semakin menonjol pada Januari 2017.

2. Dilatarbelakangi Komentar Seksisme Donald Trump 

Pussyhat bentuk protes terhadap ucapan Donald Trump/
Pussyhat bentuk protes terhadap ucapan Donald Trump/ Foto: pinterest.com/NPR Pins

Menangnya Donald Trump pada Pemilu Amerika Serikat 2016 menimbulkan banyak pertentangan. Hal ini juga menjadi latar belakang Pussyhat Project yang mengangkat masalah ucapan Donald Trump di rekaman Access Hollywood tahun 2005. Dalam pernyataannya di rekaman itu, Donald Trump merendahkan martabat perempuan dengan memperlakukan mereka semaunya, yakni langsung memberikan ciuman pada siapapun yang cantik. Hal tersebut salah satu bentuk seksisme dan kekerasan seksual terhadap perempuan. 

3. Inklusivitas yang Dipertanyakan

Pussyhat simbol solidaritas perempuan/
Pussyhat yang dinilai tidak inklusif/ Foto: pussyhatproject.com

Pemilihan statement visual berupa topi rajutan pink bentuk kucing ini bisa diartikan sebagai bentuk perlawanan perempuan terhadap statement Donald yang berbunyi “Grab ‘em by the pussy’ dalam rekaman yang beredar. Namun, perwujudan topi pink bentuk kucing juga mengundang kontroversi dari berbagai kalangan. Beberapa orang berpendapat bahwa pussyhat tidak bisa merepresentasikan kaum marginal, seperti perempuan kulit berwarna, nonbinary, dan transgender yang tidak memiliki alat kelamin perempuan. 

4. Warna Pink Representasi Feminitas

Pussyhat pink representasi feminitas/
Pussyhat pink representasi feminitas/ Foto: pussyhatproject.com

Walaupun muncul kontroversi yang meragukan inklusivitas simbolisme topi pink ini, Pussyhat Project menegaskan dalam website-nya bahwa pemilihan warna pink merupakan wujud dari feminitas dan dukungan terhadap hak-hak perempuan. Warna merah jambu memang kerap diasosiasikan dengan perempuan serta bermakna kepedulian, kasih sayang, dan cinta, sehingga bukan mengacu pada anatomi kelamin perempuan.

5. Topi Pink Ikonis Dunia hingga Sekarang

Gigi Hadid mengenakan pussyhat pada runway Missoni Fall 2017 Milan Fashion Week/
Gigi Hadid mengenakan pussyhat pada runway Missoni Fall 2017 Milan Fashion Week/ Foto: pinterest.com/InStyle

Topi berbentuk telinga kucing yang semakin populer sejak Women’s March tetap eksis dan semakin menunjukkan dampaknya di berbagai negara. Topi ini bahkan menjadi inspirasi Angela Missoni untuk membuat koleksi fall/winter 2017 di Milan Fashion Week. Tidak berhenti di situ, topi pink ini juga muncul di majalah Time dan The New Yorker. Pussyhat seakan menjadi simbol solidaritas untuk memperjuangkan hak perempuan di dunia.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id