Brand modest fashion Kami. baru saja meluncurkan koleksi Raya 2026 dan Kami Space, sebuah ruang yang tak mengusung konsep ritel, tapi juga titik temu kreativitas, ekspresi, dan silaturahmi seluruh komunitas Kami.
Pada press conference yang berlangsung di Kami Space, Kemang, Jakarta, Selatan, pada hari Rabu (21/1/2026), Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini selaku para Founder Kami. menyampaikan bahwa toko offline yang bernuansa homey tersebut dibuka untuk umum mulai 24 Januari mendatang. "Kami Space hadir untuk memberikan pengalaman offline shopping yang berbeda. Kami ingin Kami People lebih nyaman memilih busana Raya untuk keluarga, sekaligus memiliki ruang untuk berkumpul dan berekspresi. Kami Space juga akan menghadirkan berbagai workshop kreatif yang dapat diikuti oleh Kami friends dan komunitas Kami People," ujar Istafiana.
Bentuk kekeluargaan brand dengan komunitas tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ketersediaan Kami Space saja, tapi juga keterlibatannya dalam pembuatan koleksi Raya 2026 yang kurang lebih memakan waktu satu tahun, Beauties. Berdasarkan cerita para founders, proses lahirnya koleksi yang bertema "Titik Temu" itu diawali dengan focus group discussion (FGD) bersama sejumlah anggota komunitas Kami People. Bukan hanya perempuan saja yang terlibat, tapi juga pria.
Berangkat dari persoalan baju lebaran pria dan anak -anak yang hanya sekali dipakai saat Idulfitri saja, mereka memutar otak bagaimana pakaian tersebut bisa digunakan kapan saja, seperti untuk sholat Jumat. "Jadi kita mengeluarkan koleksi yang warna-warnanya bisa diterima sama both gender," ujar Afina.
Koleksi ready-to-wear Raya 2026 dari Kami terbagi atas 3 koleksi, yaitu Tarini: ASA, Tarini: SOL, dan Tarini: OLA. Setiap kain mengutamakan kenyamanan dan versatility yang tidak hanya ditampilkan melalui warna netral dan beberapa warna aksen yang lebih bold, tapi juga material katun yang ringan dan lembut.