Kisah dan Perjuangan di Balik Dress Olivia Rodrigo di Daisy Chain Fields, Dibuat oleh Label Asal Palestina

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Jumat, 11 Sep 2026 15:00 WIB
Perjalanan Sampainya Dress Palestina ke Los Angeles Tidak Mudah
Olivia Rodrigo tampil cantik mengenakan dress Palestina dari Label Nöl Collective/Foto: instagram.com/@nolcollective

Ada banyak hal unik yang tidak habisnya diperbincangkan mengenai penampilan musisi Olivia Rodrigo di Daisy Chain Fields. Festivalnya sendiri bertujuan untuk merayakan perempuan dalam musik. Dengan momentum tersebut, Olivia sempat tampil mengenakan sebuah mini dress berwarna baby pink dengan siluet feminin dan detail bordir yang membuatnya terlihat manis sekaligus cocok dengan karakternya.

Faktanya, dress tersebut dibuat oleh Nöl Collective, label asal Palestina yang didirikan oleh Yasmeen Mjalli. Gaun ini menyimpan banyak cerita yang jauh lebih rumit. Mulai dari pencarian bahan, keterlibatan sejumlah artisan Palestina, hingga mencari cara agar dress tersebut bisa sampai ke Los Angeles tepat waktu.

Simak kisah dan perjuangannya berikut ini, Beauties!

Dress Pink Ini Dibuat dalam Waktu Kurang dari Seminggu

Detail bordir Tatreez pada dress pink Olivia Rodrigo/Foto: instagram.com/@nolcollective

Permintaan untuk membuat dress Olivia datang dengan waktu yang sangat terbatas. Yasmeen Mjalli dan tim Nöl Collective hanya memiliki waktu kurang dari seminggu untuk menyelesaikannya. 

Di sinilah perjalanannya dimulai. Bersama dengan Vogue Arabia, mereka merekam kisahnya sedari awal. Tim sebelumnya sudah memiliki rencana untuk bahan yang akan digunakan, sayangnya material yang dibutuhkan tidak tersedia.

Karena keterbatasan kain yang tersedia, tim kemudian menemukan kain raw silk berwarna baby pink di Ramallah. Dari sana, kain tersebut dibawa ke Bethlehem untuk mulai diproses menjadi pakaian yang akan dikenakan Olivia.

Hasil akhirnya berupa mini dress dengan detail bordir Tatreez, teknik sulam tradisional Palestina yang menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat. Detail dress tersebut mampu membawa sesuatu yang sederhana menjadi cerita yang panjang ketika dipandang lebih dekat. 

Ada Banyak Tangan di Balik Satu Dress Olivia

Paman Ibrahim dan Bibi Abdileh saat memotong kain untuk dijadikan dress yang dikenakan Olivia/Foto: instagram.com/@nolcollective

Salah satu hal yang menarik dari dress ini adalah orang di balik pengerjaannya. Pakaian tersebut tidak dibuat oleh satu orang dari awal hingga akhir. Setelah kain dipotong dan dijahit oleh oleh Paham Ibrahim, Bibi Amal, dan Bibi Adileh, pengerjaannya berpindah dari satu tangan ke tangan lain sebelum akhirnya sampai kepada para artisan yang mengerjakan bordir, yaitu Um Musa dan Um Mohammad. 

Bagi Nöl Collective, model kerja seperti ini memang bukan sesuatu yang baru. Label tersebut bekerja sama dengan koperasi perempuan, workshop jahit, dan pengrajin di Palestina untuk mempertahankan kerajinan tradisional sekaligus menyediakan sumber penghasilan bagi komunitas lokal.

Di tengah situasi politik yang terus memengaruhi kehidupan masyarakat Palestina, pekerjaan seperti membordir juga punya dampak ekonomi yang nyata. Vogue Arabia mencatat bahwa setelah banyak pekerja Palestina kehilangan izin kerja, semakin banyak perempuan di West Bank yang bergantung pada pekerjaan membordir untuk mendapatkan penghasilan.

Karena itu, ketika Tatreez muncul di sebuah panggung internasional, banyak yang menyorot hal ini. Karena ini semua bukan hanya soal estetika saja. Ada kemampuan, sejarah, dan kehidupan para pembuatnya yang ikut dibawa bersamanya.

Perjalanan Sampainya Dress Palestina ke Los Angeles Tidak Mudah

Olivia Rodrigo tampil cantik mengenakan dress Palestina dari Label Nöl Collective/Foto: instagram.com/@nolcollective

Setelah dress selesai dibuat, Nöl Collective masih menghadapi satu masalah lagi: bagaimana membuatnya sampai ke Los Angeles dalam waktu yang sangat singkat?

Masalah lainnya datang karena tidak ada jasa kurir lokal yang dapat mengirimkannya ke California sesuai tenggat. Sampai akhirnya, ada dua orang asing yang bersedia memasukkan dress tersebut ke dalam bagasi mereka dan membawanya ke Los Angeles.

Pilihan Olivia untuk mengenakan dress ini terasa relevan dengan pesan yang ingin ia bawa melalui Daisy Chain Fields, festival yang ia gelar untuk merayakan perempuan dalam musik sekaligus menggalang dukungan bagi organisasi yang membantu perempuan dan anak-anak. 

Cara fashion menyampaikan pesan memang tidak selalu terang-terangan. Terkadang, sebuah pakaian sederhana sudah cukup untuk membuka percakapan tentang apa kisah di baliknya. Baik itu pembuatnya, dari mana ia berasal, dan cerita apa yang ikut dibawanya ketika akhirnya sampai di tangan kita untuk dikenakan. Olivia Rodrigo, di usianya yang masih muda, berhasil memberi ruang bagi identitas yang sering kali sulit mendapatkan perhatian di panggung global.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE