Kisah Pilu Alexander McQueen, dari Puncak Dunia Fashion hingga Kepergian yang Tragis

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Jumat, 29 May 2026 07:30 WIB
Kisah Pilu Alexander McQueen, dari Puncak Dunia Fashion hingga Kepergian yang Tragis
Kisah pilu Alexander McQueen, desainer jenius dunia fashion yang hidupnya dipenuhi tekanan, depresi, dan kehilangan orang tercinta/Foto: instagram.com/__alexander_mcqueen__

Di balik gemerlap dunia fashion yang penuh glamor dan sorotan kamera, ada kisah yang nggak selalu seindah panggung runway. Salah satunya datang dari sosok Alexander McQueen, desainer jenius yang karyanya selalu bikin takjub. 

Meskipun sukses berkarier dalam dunia fashion, hidup McQueen justru menyimpan cerita pilu tentang tekanan, kehilangan, dan perjuangan melawan dirinya sendiri. Penasaran bagaimana perjalanan hidupnya yang penuh naik-turun sampai akhirnya berakhir tragis? Yuk, lanjut baca kisah lengkapnya di artikel ini seperti yang dilansir dari The Guardian!

Puncak Karier yang Penuh Tekanan

Kisah pilu Alexander McQueen
Alexander McQueen/Foto: instagram.com/depechmodeparis

Alexander McQueen dikenal sebagai desainer jenius yang berhasil naik dari latar belakang sederhana hingga menjadi salah satu nama paling berpengaruh di industri fashion dunia. Karyanya selalu tampil teatrikal, emosional, dan sering kali mengejutkan publik.

Namun di balik kesuksesan itu, ia merasakan tekanan kerja yang sangat besar. Setiap show yang sukses justru diikuti dengan fase turun yang membuatnya merasa kosong dan terisolasi. Dunia fashion yang glamor ternyata tidak selalu memberi ketenangan, bahkan bisa menjadi sumber tekanan yang berat baginya.

Depresi, Kehilangan, dan Rasa Sepi

Dalam beberapa tahun sebelum kematiannya, McQueen diketahui mengalami gangguan kecemasan dan depresi/Foto: instagram.com/__alexander_mcqueen__

Dalam beberapa tahun sebelum kematiannya, McQueen diketahui mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Ia juga beberapa kali melakukan overdosis obat yang disebut sebagai bentuk “seruan minta tolong” dari kondisi mentalnya yang semakin memburuk.

Pukulan terberat datang ketika ibunya, Joyce, meninggal dunia. McQueen sangat dekat dengan ibunya sehingga tak heran jika kehilangan itu membuatnya semakin terpuruk. 

Ia merasa kehilangan satu-satunya sosok yang benar-benar menjadi tempatnya bersandar. Dalam kondisi itu, rasa sepi dan tekanan emosionalnya semakin dalam, apalagi ia juga merasa sering dikecewakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Hari Terakhir dan Kepergian yang Tragis

Alexander McQueen ditemukan meninggal di apartemennya/Foto: instagram.com/reegeof

Alexander McQueen ditemukan meninggal di apartemennya di London pada 11 Februari 2010. Ia diduga mengakhiri hidup setelah mengonsumsi berbagai zat obat dengan kondisi mentalnya saat itu dinyatakan sangat terganggu. Dalam pemeriksaan resmi, kematiannya dikategorikan sebagai bunuh diri. 

Dunia fashion pun berduka atas kepergiannya. Sosok seperti Kate Moss yang merupakan sahabat dekatnya, ikut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Banyak pihak kemudian mengenangnya sebagai seorang jenius kreatif yang pergi terlalu cepat, meninggalkan warisan besar dalam dunia fashion.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.