LAKON Indonesia Masuki Babak Baru lewat Koleksi "HARSA", Kolaborasi dengan Brand Korea Selatan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 31 Jul 2026 14:00 WIB
LAKON Indonesia Masuki Babak Baru lewat Koleksi
LAKON Indonesia Masuki Babak Baru lewat Koleksi "HARSA", Kolaborasi dengan Brand Korea Selatan/ Foto: Dok. JF3

LAKON Indonesia membuat gebrakan baru di BRI JF3 Fashion Festival 2026. Presentasi koleksi HARSA pada hari Rabu (29/7/2026) bukan sekadar unjuk kreasi busana teranyar, tapi merupakan perayaan atas proses berkarya.

HARSA diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, Beauties. Koleksi ini menjadi kelanjutan dari perjalanan yang dimulai melalui Urub yang mengangkat konsep semangat yang terus menyala dan Pasar Malam yang merayakan kehidupan dan pertemuan antar manusia.

HARSA pun dihadirkan sebagai refleksi tentang menikmati perjalanan, menghargai setiap proses, dan mensyukuri segala hal yang lahir darinya. Bersama dengan itu, koleksi HARSA mengingatkan bahwa kebahagiaan bukan tentang tujuan akhir, melainkan keberanian untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh.

Mengawali peragaan busana, kabut asap dramatis dalam ruang gelap seolah jadi cara para tamu undangan diteleportasi ke sebuah era baru. Sementara runway mosaik multi warna menjadi cuplikan koleksi yang diisi ledakan warna.

Koleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia

Koleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia

Koleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia/ Foto: Dok. JF3

Di bawah arahan Creative Director Irsan, LAKON Indonesia meninggalkan era streetwear-nya dan beralih ke koleksi daily wear hingga daily wear deluxe. Warna-warni yang pop, mulai dari ungu, oranye, hijau, hingga biru saling bersanding dalam tampilan bersiluet lembut, ringan, dan elegan.

Eksplorasi tekstur yang kaya jadi detail memikat, seperti susunan sequin terkombinasi aneka warna menjadi kesatuan visual yang artistik, susunan ornamen feathers warna-warni berpadu denim yang jadi statement unik, material satin duchess dan organza yang halus digunakan pula pada ragam kreasi yang elegan. Aksen-aksen flora baik dalam rupa 3 dimensi ataupun motif turut mempercantik rancangan, mulai dari gaun sampai tas.

Di antara desain-desain kontemporer itu, LAKON tetap menggarisbawahi wastra sebagai daya tarik koleksi. Kali ini, batik motif Parang dan batik Madura berpadu kembang ditampilkan dalam setelan yang memainkan proporsi.

Koleksi “HARSA” oleh LAKON IndonesiaKoleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia/ Foto: Dok. JF3

Saat dijumpai di press conference sebelum acara, Thresia Mareta selaku Founder LAKON Indonesia menyampaikan bahwa menerjemahkan motif batik tulis Parang menjadi batik cap yang ditampilkan menjadi eksperimen yang prosesnya cukup lama, yakni mencapai 8 tahun. Namun keberhasilan itu tidak hanya dirayakan karena hasil jadinya, tapi juga kemampuan pengrajin yang meningkat dan bisa konsisten dalam memproduksi.

Hasilnya adalah koleksi yang terasa ringan, elegan, dan kontemporer, menghadirkan kemewahan secara subtil tanpa kehilangan fungsi sebagai pakaian yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi dengan Brand Euneun dari Korea Selatan

Koleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia dengan tas Euneun dari Korea Selatan

Koleksi “HARSA” oleh LAKON Indonesia dengan tas Euneun dari Korea Selatan/ Foto: Dok. JF3

Peragaan busana LAKON Indonesia juga didukung oleh brand tas asal Korea Selatan, Euneun. Memiliki visi yang sama untuk mengangkat budaya bangsa dalam visual kontemporer. Tas The Yoon yang simpel dengan struktur persegi dalam warna lembut sesuai dengan konsep yang diinginkan LAKON, sempurna melengkapi kreasi busana.

Namun tak sekadar bekerja sama, Indonesia juga mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perayaan debutnya Euneun yang ke-17, dan sebelumnya belum pernah launching di Korea Selatan, Beauties. Aktris Korea Selatan, Hahm Eun-jung, bersama Han Seungjae selaku Founder dan Art Director dari Euneun, mereka menghadirkan kolesi tas yang fungsional, minimalis, elegan, tapi juga berbeda dari yang lain.

Craftmanship dari Korea Selatan dihadirkan secara khusus untuk tas kolaborasinya bersama LAKON. Semua cutting dan jahitan yang rapi dan sophisticated menjadi detail yang dianggap Thresia tingkat eksekusinya sama dengan LAKON. Namun lebih dari itu, tas yang modern itu juga memiliki feel dari budaya Korea Selatan itu sendiri, yaitu hanbok. Kreasi ini pun menjadi tas dengan sentuhan budaya lokal yang bisa diterima masyarakat luas. “Walaupun berbeda negara, tapi keindahan yang dilihat bersama adalah sama,” ucap Hahm Eun-jung.

Di sisi lain, Thresia mengakui bahwa bukan hanya produk saja yang menjadi bagian dari kerja sama dengan Korea Selatan. Ia juga mempelajari banyak hal dari Negeri Ginseng yang selama ini kuat dari segi bisnis. Walaupun memiliki pandangan berbeda, mereka sepaham bahwa ada potensi besar di balik kerja sama ini.

Pada akhirnya, HARSA bukan hanya penutup sebuah festival, tetapi juga pengingat bahwa masa depan fashion Indonesia tidak dibangun dalam semalam. Ia dibangun melalui proses yang panjang, kolaborasi yang tulus, dan penghargaan terhadap setiap tangan yang berkarya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE