sign up SIGN UP

Makin Modern, Makin Kecil! Sekilas Sejarah Saku Pada Pakaian Perempuan yang Harus Kamu Tahu

Krisyanti Asri | Beautynesia
Minggu, 17 Apr 2022 14:30 WIB
Makin Modern, Makin Kecil! Sekilas Sejarah Saku Pada Pakaian Perempuan yang Harus Kamu Tahu
caption

Saku adalah bagian dari pakaian yang berfungsi untuk menyimpan barang supaya lebih mudah diakses oleh tangan. Pernahkah kamu memperhatikan ukuran saku pada pakaian perempuan dan laki-laki? Kamu boleh bandingkan ukuran saku pada celana jeans milikmu dan pasanganmu. Perbedaan ukuran saku ini ternyata sudah terjadi sejak jaman dulu lho! 

Sejarah panjang saku pada pakaian perempuan ternyata berdampak pada keberadaannya di berbagai jenis pakaian di jaman sekarang. Saku pada pakaian perempuan mempunyai ukuran lebih kecil dari pakaian laki-laki. Bahkan tak sedikit pakaian perempuan yang mempunyai fake pocket atau saku tanpa fungsi, seperti pada blazer atau kemeja.

Bagaimana cerita di balik pembuatan saku pada pakaian yang memunculkan perdebatan panjang? Kita cari tahu yuk sejarah saku pada pakaian perempuan dan perkembangannya di dunia fashion modern. 

pada abad 17, saku merupakan ornamen terpisah dari pakaian dan ukurannya cenderung besar
Saku abad 17/Foto : vam.ac.uk

Pada awalnya, saku tidak dijahit sebagaimana yang kita temukan di celana atau jaket seperti sekarang. Melainkan suatu komponen atau ornamen fungsional yang terpisah dari pakaian. Orang-orang di abad ke 17 membuat kantung dengan tali dan diikat pada pinggang. Kantung tersebut dibuat dari bahan sisa jahitan, namun ada pula yang menggunakan bahan katun, sutera, dan kulit hewan.

Bentuk saku pada masa itu adalah melebar ke bawah. Mulut saku ada yang dibuat vertikal dan horizontal. Hiasan yang paling sering ditemukan adalah bordiran bergambar bunga atau inisial nama pemiliknya. Karena meletakkan saku di luar pakaian rawan dicuri, banyak orang mulai berpikir untuk meletakkan saku di balik pakaian mereka. 

Abad 18 merupakan masa kejayaan penggunaan poket pada gaun lebar yang disokong petticoat dan hoop
Gaun Dengan Petticoat dan Hoop/Foto : metmuseum.org

Memasuki abad ke 18, merupakan masa kejayaan kegunaan saku terutama pada gaun perempuan. Terkenal dengan Era Victoria dan Edwardian, gaun perempuan pada masa itu disokong oleh petticoat yang besar dan dilapisi tumpukan kain yang banyak. Sehingga ada beberapa pendapat mengatakan saku pada gaun perempuan Era Victoria seakan tidak mempunyai batasan ruang.

Kerangka pakaian mereka bahkan ada yang didesain untuk menyembunyikan saku di balik gaun besar mereka, yang disebut petticoat hoop. Kamu bisa menyimpan apa pun di dalam saku tak berujung, seperti makanan, botol minuman keras, sampai senjata tajam. 

Para perempuan di era Regency tidak lagi menyimpan barang bawaan di saku gaun, melainkan di tas tangan mereka
Gaun era Regency/Foto : historicalsewing.com

Gaya busana di abad ke 19 mulai berubah ke era Regency, di mana perempuan tidak lagi mengenakan gaun lebar dengan petticoat. Gaun perempuan yang populer pada masa itu memperlihatkan bentuk tubuh yang ramping dan garis pinggang yang tinggi mendekati garis dada.

Karena meletakkan saku di gaun ramping itu mustahil dan akan merusak penampilan, maka para perempuan menggantinya dengan menjinjing tas tangan untuk menyimpan barang-barang pribadi mereka. Saku hanya ada pada pakaian laki-laki dan ukurannya cukup besar dibanding tas tangan perempuan di era Regency. 

Meski mengadaptasi pada seragam perang dan militer, saku pada pakaian perempuan cenderung dihilangkan
Setelan blazer dan rok perempuan tahun 1940an/Foto : imw.org.uk

Awal abad ke 20 mulai tercetus Perang Dunia I. Tidak hanya para laki-laki yang bergabung di militer, para perempuan pun banyak yang turun ke medan perang. Hal ini tentu saja berpengaruh pada gaya berbusana mereka sehari-hari.

Banyak rancangan baju perempuan terinspirasi dari seragam militer. Tidak banyak perempuan yang mengenakan rok atau gaun, melainkan lebih memilih pakaian laki-laki seperti celana dengan saku yang lebar. Bahkan saku cenderung dihilangkan dari pakaian perempuan karena dinilai tidak feminim. Sekali lagi, saku hanya diperuntukkan bagi pakaian laki-laki. 

Perempuan tidak lagi menyimpan barang pribadi di saku, melainkan menyimpannya di hand bag yang lebih trendy
Gaya Busana Modern/Foto : freepik.com/haritanita

Ketidaksetaraan gender yang disebabkan oleh penempatan saku pada pakaian ternyata masih menjadi perdebatan panjang hingga saat ini. Meski jenis pakaian perempuan lebih beragam daripada pakaian laki-laki, kenyataannya kita tidak banyak menemukan saku pada gaun, kemeja, atau celana panjang.

Jika pun ada, pasti ukurannya kecil dan tentunya ini sangat tidak praktis. Kamu bahkan tidak bisa menyimpan ponsel pintarmu di celana jeans model sekarang. Para perancang baju berpendapat perempuan saat ini lebih memilih membawa tas ketimbang menyimpan barang-barang di saku. Karena itulah produksi tas di dunia melonjak tinggi menggeser kegunaan saku. 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id