Masuk Forbes 30 Under 30 Asia: Kisah Kakak-Beradik Pendiri Machino, Alas Kaki Cantik dan Nyaman

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Senin, 10 Aug 2026 18:00 WIB
MA-CH-IN-O: Merayakan Keberagaman Budaya
Koleksi alas kaki cantik dari Machino dengan sentuhan motif ikonik Hana Flower yang manis/ Foto: Instagram/itsmachino

Pernahkah kamu merasa dilema saat memilih alas kaki? Ingin pakai heels yang cantik untuk menunjang penampilan, tapi baru dipakai jalan sebentar saja kaki sudah lecet dan pegal.

Selama bertahun-tahun, stigma "beauty is pain" seolah menjadi hukum tidak tertulis dalam dunia fashion perempuan. Namun, anggapan ini berhasil dibenahi dengan lebih baik oleh kakak-beradik asal Melaka, Malaysia, yaitu Amy Tai dan Esther Tai.

Melalui merek alas kaki lokal bernama Machino, mereka menunjukkan bahwa perempuan tidak harus mengorbankan kenyamanan demi terlihat modis. Dedikasi dan inovasi tersebut berhasil mengantarkan keduanya masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026 untuk kategori Retail & Ecommerce. 

Dirangkum dari laman Forbes, FMT Lifestyle, dan Malay Mail, yuk, simak perjalanan inspiratif mereka!

Berawal dari Inovasi di Tengah Pandemi

Sepatu jenis mules dari Machino didesain dengan sol spons tebal yang nyaman untuk aktivitas padat perempuan seharian/ Foto: Instagram/itsmachino

Machino didirikan pada awal tahun 2020, saat pandemi Covid-19, dengan modal nekat karena Amy dan Esther sama sekali tidak memiliki pengalaman di industri alas kaki. Inspirasi mereka datang dari sang ibu yang merupakan seorang pembuat pakaian kustom.

Sadar bahwa mereka adalah pencinta sepatu yang memahami betul penderitaan sesama perempuan, mereka memutuskan berkolaborasi dengan paman mereka yang memiliki pabrik sepatu. Kakak-beradik ini menghabiskan waktu selama enam bulan untuk riset dan pengembangan (R&D). 

Hasilnya? Sebuah inovasi berupa sol dalam dengan spons yang tebal dan empuk, membuat heels dan sandal perempuan nyaman dipakai seharian, bahkan untuk beraktivitas padat sekalipun. Sebab, keduanya percaya bahwa sepasang alas kaki yang baik tidak hanya mengubah postur tubuh menjadi lebih anggun, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri.

MA-CH-IN-O: Merayakan Keberagaman Budaya

Koleksi alas kaki cantik dari Machino dengan sentuhan motif ikonik Hana Flower yang manis/ Foto: Instagram/itsmachino

Keunikan Machino juga terlihat pada sentuhan estetikanya yang sarat akan budaya. Nama "Machino" sendiri ternyata merupakan sebuah akronim indah yang merayakan multikulturalisme: MAlay (Melayu), CHinese (Tionghoa), INdian (India), dan Others (etnis lainnya).

Keberagaman ini dituangkan langsung ke dalam setiap koleksi mereka. Dengan mempertahankan metode 100 persen buatan tangan, Machino memadukan siluet sepatu modern dengan kain tradisional seperti batik, songket, brokat Tionghoa, hingga renda kain saree India. Jangan lupakan juga motif bunga ikonik mereka, Hana Flower, yang awalnya tidak sengaja tercipta dari desain gantungan kunci dan kini justru menjadi produk best seller.

Prinsip Memperlakukan Pelanggan Seperti Tamu VIP

Suasana gerai fisik Machino yang estetik demi memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi pelanggan/ Foto: Instagram/itsmachino

Di tengah gempuran brand baru yang gencar membayar influencer demi popularitas, Machino lebih memilih fokus pada pemasaran berbasis komunitas. Bagi Amy dan Esther, pembeli setia yang menggunakan uang mereka sendiri untuk membeli produk adalah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan istimewa.

Komitmen customer-first ini dibuktikan lewat pelatihan staf retail toko fisik mereka. Para staf dilatih menggunakan prinsip pelayanan terbaik yang diadopsi dari industri perhotelan dan penerbangan (pramugari). Jadi, setiap pelanggan yang datang akan merasa sangat dihargai bak tamu VIP.

Menuju Panggung Global

Momen grand opening gerai Machino di IOI City Mall sebagai langkah awal ekspansi bisnis ke pasar global/ Foto: Instagram/itsmachino

Perjalanan penuh dinamika selama enam tahun terakhir akhirnya membawa Machino diakui di tingkat internasional. Masuknya nama Amy dan Esther di daftar Forbes Asia 2026 menunjukkan bahwa manajemen bisnis yang matang bisa membawa produk lokal bersaing di kancah dunia. Kini, didukung model penjualan langsung (Direct-to-Consumer) dan pemanfaatan AI untuk efisiensi kerja tim, Machino siap melebarkan sayapnya ke Singapura dan pasar global.

Kisah sukses kakak-beradik pendiri Machino ini mengingatkan kita bahwa sebuah bisnis besar yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari ide yang rumit. Terkadang, ia berawal dari keinginan sederhana yang tulus untuk menjadi solusi bagi masalah sehari-hari perempuan di sekitar kita.

Belajar dari Amy dan Esther, yuk, jangan takut untuk mulai mewujudkan mimpimu hari ini!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.