Membanggakan! Inilah Koleksi Bakal Desainer Muda Berbakat dari LaSalle Collage di Jakarta Fashion Week 2021

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Selasa, 01 Dec 2020 19:00 WIB
Hasil karya 6 desainer muda berbakat dari LaSalle College Jakarta/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Sekolah desain Internasional, LaSalle Collage Jakarta pada tahun ini kembali berpartisipasi ke sembilan kalinya dalam memeriahkan pagelaran busana Jakarta Fashion Week 2021.

Ajang fashion bergengsi ini merupakan sebuah kesempatan bagi LaSalle Collage Jakarta jurusan Fashion Design untuk mempromosikan brand mereka ke publik. Enam desainer muda berbakat dari LaSalle Collage menampilkan karya proyek akhir studi mereka yang luar biasa dalam balutan tema “Elementum”.

Keenam desainer ini adalah Veronica Natasha Tanwijaya, Chyntia Odelia, Vionica Priskila, Shinta Chandra Lesmana, Sherly Lovent, dan Tania Segamaocia. Masing-masing desainer memiliki cara yang unik untuk menafsirkan gagasan dan mengembangkan konsep.

Beberapa mengusung konsep yang lebih global, sementara yang lainnya mengadopsi lebih banyak nilai tradisional dengan pendekatan yang modern. Harapannya, karya mereka dapat menjadi batu loncatan untuk bisa menjalin bekerjasama dengan desainer-desainer lainnya.


Koleksi Veronica Natasha Tanwijaya/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Penampilan pertama dibuka oleh koleksi dari Veronica Natasha Tanwijaya yang berjudul “Mulier Vero” yang artinya kewanita-wanitaan. Koleksi yang terinspirasi dari mode busana era 1950-an ini menghadirkan busana formal ready-to-wear untuk wanita pekerja yang menonjolkan kesan feminin dan elegan. Veronica membawa kembali siluet feminin untuk menyuarakan bahwa wanita dapat tampil profesional dalam busana feminin.


Koleksi Chyntia Odelia/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Koleksi kedua datang dari Chyntia Odelia yang turut mendukung sustainable fashion. Koleksi “Salvation Dollies” terinspirasi dari era Perang Dunia II di mana terjadi pembatasan bahan baku tekstil sehingga mendorong perempuan untuk berkreasi memanfaatkan pakaian sehari-hari agar tidak menjadi limbah.

Tak hanya fashionable, di sini Chyntia menggunakan metode upcycling secara high fashion sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dari penambahan limbah sisa produksi tekstil. Koleksi busana yang playful dan chic ini memamerkan ciri khas berupa siluet bahu yang kokoh dan bentuk pinggang yang ramping.


Koleksi Vionica Priskila/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Vionica Priskila mempersembahkan koleksi berjudul “Réapparaître” atau muncul kembali. Dengan menggunakan kain tradisional tenun Bentenan dari Sulawesi Utara, dirinya terinspirasi dari kisah sejarah kain tenun Bentenan yang pernah menghilang dari peradaban selama hampir 200 tahun, namun akhirnya ditemukan kembali.

Koleksi yang memanfaatkan kain Bentenan motif print bernuansa merah, hitam, dan putih ini memiliki sentuhan gaya simple, feminin, dan modern yang bertujuan untuk membangkitkan minat dan kesadaran generasi muda untuk melestarikan kain tradisional Indonesia.


Koleksi Shinta Chandra Lesmana/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Shinta Chandra Lesmana memamerkan koleksi “Wacinwa” yang terinspirasi dari salah satu akulturasi budaya antara China dan Jawa yang ada di Yogyakarta. Tokoh-tokoh dalam cerita Wacinwa yang menjadi ciri khas utama dalam koleksi ini diwujudkan dengan teknik lasercutting dalam bentuk pakaian ready-to-wear yang modern dan fashionable.


Koleksi Sherly Lovent/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Desainer kelima, Sherly Lovent mengusung koleksi bertajuk “Warna” yang terinspirasi dari terapi warna yang dipercaya dapat digunakan untuk menyeimbangkan energi dan aura yang mengelilingi tubuh. Otomatis, warna yang bold dan colorful terpampang dalam koleksi ini. Secara kreatif, sang desainer pun menggunakan kain ramah lingkungan dengan pencampuran teknik digital printing dengan detail bunga periwinkle.


Koleksi Tania Segamaocia/Foto: https//:jakartafashionweek.co.id

Koleksi busana dari Tania Segamaocia menutup sesi acara ini dengan membawa koleksi yang berjudul “The Myth”, sebuah gagasan dari mitos pada kegiatan mendulang intan di Kalimantan Selatan. Ciri khas dari koleksi ini yaitu kombinasi teknik silk painting dan fabric hand painting, yang dipadukan dengan beberapa bahan sutera polos dan sentuhan payet guna memberi kesan kilau berlian. Tania berhasil secara pintar menggabungkan semua aspek tersebut menjadi satu koleksi pakaian yang modern dan wearable.

(arm2/arm2)
Loading ...