Mengenal Japanese Manicure, Tren Kuku Sehat dan Berkilau yang Lagi Viral

Adira P | Beautynesia
Kamis, 11 Jun 2026 07:00 WIB
Apa yang Membedakannya dari Gel Manicure?
Apa yang Membedakannya dari Gel Manicure?/Foto: freepik.com/jose-barrera-artiles

Dunia kecantikan kuku akhir-akhir ini memang selalu kedatangan berbagai teknik baru yang menarik untuk dicoba. Namun, di tengah derasnya gempuran tren nail art yang penuh warna mencolok, tempelan permata yang berkilau, hingga ekstensi kuku yang panjang, belakangan ini ada satu tren yang justru mencuri perhatian justru karena kesederhanaannya.

Japanese manicure hadir sebagai sebuah alternatif yang sangat menyegarkan bagi kita yang mulai rindu dengan tampilan kuku yang bersih, polos, dan apa adanya. Tren asal Negeri Sakura ini menawarkan sebuah konsep estetika yang sangat berbeda dari biasanya, yaitu kuku yang tampak mengilap bersinar, terlihat sangat sehat, dan terawat rapi tanpa menggunakan setetes pun cairan cat kuku.

Nah, buat kamu yang mungkin dari kemarin sering melihat videonya berseliweran di media sosial dan penasaran dengan cara kerjanya, yuk, kita kupas tuntas perawatannya berikut ini!

Apa Itu Japanese Manicure?

Japanese manicure pada dasarnya merupakan sebuah ritual perawatan kuku tradisional yang berfokus penuh pada pemulihan kesehatan kuku alami menggunakan teknik gosok atau buffing khusus. Dikutip dari Vogue, Vera Maximova, seorang diamond nail technician terkemuka di Gorgeous Gorgona New York City, memaparkan bahwa teknik ini sebenarnya dipelopori oleh sebuah merek legendaris asal Jepang bernama P.Shine. Merek ini mematenkan sebuah metode buffing dua langkah yang memadukan pasta bernutrisi tinggi dan serbuk pelindung, lalu diaplikasikan menggunakan alat penggosok khusus berbahan kulit rusa asli.

Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya pun bukan cairan kimia sembarangan. Pasta yang digosokkan ke kuku mengandung tanah liat diatomaseus yang kaya akan fosil alga untuk menutrisi, sedangkan serbuk kunciannya terbuat dari lilin lebah alami (beeswax) yang berfungsi menyegel kelembapan sekaligus menciptakan kilauan yang tahan lama.

Hasil akhir dari perawatan ini terlihat sangat mirip seperti saat kamu baru saja mengaplikasikan top coat bening di atas kuku, padahal permukaan kukumu benar-benar polos tanpa lapisan kimia apa pun, Beauties.

Apa yang Membedakannya dari Gel Manicure?

Salah satu manfaat manicure adalah membantu menjaga kekuatan kuku agar tidak mudah rapuh dan tetap sehat/Foto: freepik.com/jose-barrera-artiles

Apa yang Membedakannya dari Gel Manicure?/Foto: freepik.com/jose-barrera-artiles

Perbedaan yang paling mencolok dan mendasar antara Japanese manicure dan gel manicure terletak pada absennya cairan cat kuku serta proses pengeringannya. Maximova mengingatkan agar kita tidak tertukar antara Japanese gel (cat kuku jenis gel premium yang diproduksi di Jepang) dengan Japanese manicure sistem P.Shine ini, karena keduanya adalah hal yang sepenuhnya berbeda. Japanese manicure murni mengandalkan kekuatan nutrisi alam tanpa melibatkan kuas cat sama sekali.

Dikutip dari Cosmopolitan UK, Sophia Stylianou, seorang session and celebrity manicurist, ikut menambahkan bahwa perawatan ini dirancang khusus untuk memperkuat struktur sekaligus mendongkrak kesehatan kuku dari dalam dengan bantuan mineral laut.

Berhubung metode ini tidak menggunakan lampu sinar UV untuk mengeringkan dan tidak membutuhkan proses perendaman cairan aseton yang keras saat menghapusnya, risiko kuku menjadi tipis, retak, atau terkelupas parah otomatis menjadi nol besar, Beauties.

Sederet Manfaat dari Japanese Manicure

Alasan utama mengapa Japanese manicure ini mendadak viral dan disukai oleh banyak orang adalah karena perawatan ini tidak hanya sekadar menjual keindahan visual sementara, melainkan juga bersifat menyembuhkan (restoratif). Dilansir dari Vogue, Darya Kholodova yang merupakan expert nail technician sekaligus cofounder Darlings Beauty Lab New York City, menjelaskan bahwa keunggulan utama dari metode ini adalah kilau sehat alami yang tampak instan, tampilan kuku yang terlihat sangat bersih higienis, serta waktu pengerjaan di salon yang relatif jauh lebih singkat.

Stylianou juga menegaskan bahwa kombinasi antara lilin lebah dan pasta mineral laut di dalam perawatan ini bekerja layaknya vitamin yang mengunci kelembapan, mengurangi masalah kuku gampang patah, serta memperbaiki tekstur kuku yang bergelombang. Ini tentu menjadi sebuah kabar baik sekaligus opsi pertolongan darurat yang sangat tepat buat kamu yang kondisi kukunya sedang rapuh atau rusak akibat terlalu sering terpapar bahan kimia gel extension.

Siapa Saja yang Cocok Mencoba Perawatan Ini?

4 produk vitamin kuku untuk menjaga kuku sehat dan kuat/freepik.com/Racool_studio

Siapa Saja yang Cocok Mencoba Perawatan Ini?/Foto: freepik.com/Racool_studio

Pada dasarnya, Japanese manicure sangat ideal untuk siapa saja yang mendambakan kuku jari yang terlihat bersih, rapi, dan estetik tanpa harus repot berkomitmen dengan perawatan cat kuku yang rumit. Maximova menyebutkan bahwa metode ini adalah jawaban paling sempurna bagi mereka yang menyukai pendekatan kecantikan yang natural serta tidak membutuhkan banyak perawatan lanjutan (low maintenance).

Namun, ada satu catatan kecil yang cukup krusial untuk kamu perhatikan sebelum buru-buru memesan slot di salon kuku langgananmu, Beauties. Kholodova mengingatkan bahwa jika kamu baru saja melepas lapisan cat gel atau kuku palsu, sebaiknya berikan jeda waktu sekitar dua hingga tiga minggu terlebih dahulu sebelum melakukan Japanese manicure. Mengapa begitu? Karena melakukan proses gosok (buffing) pada kuku yang kondisinya masih terlalu tipis akibat baru dikikis aseton justru bisa memicu rasa linu, tidak nyaman, dan membuat hasil kilauannya menjadi kurang maksimal.

Berapa Lama Kilau Alaminya Bisa Bertahan?

Efek kilap mengilap seperti kaca yang dihasilkan dari Japanese manicure ini umumnya bisa bertahan dengan aman selama sekitar dua minggu, meskipun durasi pastinya akan sangat bergantung pada seberapa berat aktivitas tanganmu sehari-hari.

Maximova menjelaskan bahwa setelah melewati masa dua minggu tersebut, lapisan kilau alami dari lilin lebah akan memudar secara perlahan dan halus tanpa meninggalkan noda. Jadi, seberapa sering kamu ingin kembali ke salon untuk memolesnya lagi sepenuhnya dibebaskan sesuai kenyamanan pribadi.

Sebagai tips tambahan, Stylianou menyarankan agar kamu rajin mengoleskan minyak kutikula (cuticle oil) secara rutin setiap malam di rumah untuk menjaga agar kilau sehatnya bertahan lebih lama di antara sesi perawatan. Bagian terbaiknya adalah kamu tidak perlu pusing memikirkan drama cat kuku yang pecah-pecah (chipping) atau kebingungan mencari cara menghapusnya, karena memang tidak ada zat pewarna yang bisa mengelupas dari jarimu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.