Mengenal Pakem Motif Batik, Aturan Kain Batik Tradisional yang Penuh Filosofi

Justina Nur | Beautynesia
Jumat, 02 Oct 2026 09:15 WIB
Apa Itu Pakem Batik?
Pakem batik adalah suatu aturan tidak tertulis tentang pemakaian atau penciptaan suatu motif batik. / Foto: mangkunegaran.id

Batik memang bukan hanya sekadar kain yang memiliki motif khas serta cantik untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan. Hal ini karena di setiap corak dan warnanya terdapat filosofi dan aturan termasuk pakem batik yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Istilah pakem batik mungkin juga akan terdengar cukup asing bagi sebagian orang. Padahal dalam tradisi Jawa, adanya pakem inilah yang membuat kain batik memiliki fungsi, tata nilai, makna dan aturan pemakaian tersendiri.

Menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini, yuk, kita kenali lebih jauh tentang batik dan pakem yang dimaksud.

Apa Itu Pakem Batik?

Pakem batik adalah suatu aturan tidak tertulis tentang pemakaian atau penciptaan suatu motif batik. / Foto: mangkunegaran.id

Seperti yang telah dilansir dari berbagai sumber, istilah ‘pakem’ berarti suatu aturan atau standar. Standar inilah yang akan dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun. Pakem ini juga bisa berarti suatu aturan tidak tertulis tentang pemakaian atau penciptaan suatu motif batik. 

Biasanya, pakem batik tersebut akan diterapkan pada kain motif batik klasik atau tradisional. Motif-motif klasik ini akan mengikuti aturan yang telah diwariskan, mulai dari bentuknya, warna, hingga filosofisnya.

Tujuan Adanya Pakem Batik

Pakem batik bisa menjadi suatu simbol yang merepresentasikan doa dan harapan dalam suatu rangkaian upacara atau peristiwa adat./ Foto: mangkunegaran.id 

Dikutip dari Kidung Asmara, setiap motif pakem batik diciptakan dengan tujuan dan makna tersendiri. Oleh karena itu, penggunaan dari setiap motif pakem tidak bisa dipisahkan dari konteks adat yang melatarbelakangi penciptaannya.

Batik pakem juga bisa menjadi suatu simbol yang merepresentasikan doa dan harapan dalam suatu rangkaian upacara atau peristiwa adat. 

Jadi, bagi masyarakat Jawa, pemilihan motif batik untuk digunakan di suatu acara tertentu tak hanya mempertimbangkan soal keindahan visual. Motif batik yang dikenakan perlu menghormati nilai, filosofi, dan tata kehidupan yang telah diturunkan dari para leluhur.

Motif Pakem Batik untuk Digunakan di Acara-acara Khusus

Bagi masyarakat Jawa, motif pakem tertentu biasanya digunakan saat menghadiri acara khusus./ Foto: batiktulisgiriloyo.com

Bagi masyarakat Jawa, motif pakem tertentu biasanya digunakan saat menghadiri acara khusus. Contohnya, pada saat upacara pernikahan, motif batik pakem yang digunakan adalah Wahyu Tumurun yang melambangkan restu dan tuntunan hidup dan Sidomukti yang berarti harapan hidup yang sejahtera atau makmur.

Selain itu, ada motif batik pakem Truntum yang menjadi simbol kasih yang kerap digunakan oleh orang tua pengantin karena menjadi simbol cinta tanpa syarat.

Untuk acara kelahiran bayi, biasanya masyarakat Jawa akan menggunakan motif batik pakem Sidoluhur atau Sidomukti yang memiliki makna doa agar proses kelahiran lancar serta bayi bisa lahir dengan selamat. Selain itu, motif pakem batik yang juga bisa digunakan saat menyambut kelahiran adalah Truntum, Parang Kusumo, dan Semen Rama.

Sedangkan untuk menghadiri acara duka cita, masyarakat Jawa bisa menggunakan motif Slobok. Slobok sendiri berarti lobok atau longgar, yang mengandung doa agar arwah yang meninggal dunia bisa diberi kelonggaran dan ampunan.

Itu tadi Beauties, penjelasan soal pakem batik yang perlu kamu ketahui. Jadi, setiap motif batik dengan pakem tertentu memiliki makna tersendiri yang sarat dengan nilai dan filosofi yang perlu dilestarikan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE