Mengenal Patina pada Bahan Kulit, Perubahan Alami yang Bikin Tas Makin Cantik!

Justina Nur | Beautynesia
Jumat, 28 Aug 2026 09:15 WIB
Jenis Kulit yang Menghasilkan Patina Terbaik
Kulit full-grain leather mampu menghasilkan tampilan patina yang baik dan berkualitas./ Foto: unsplash.com/laticoleathers

Apakah kamu pernah memperhatikan kalau fashion item berbahan kulit seperti tas, sepatu, atau jaket bisa terlihat semakin cantik setelah dipakai bertahun-tahun?

Warnanya bisa jadi perlahan-lahan berubah dan muncul suatu karakter unik yang membuat fashion item berbahan kulit jadi terlihat makin indah. Namun, perubahan kulit tersebut bukan selalu tanda bahwa fashion item berbahan kulit sudah rusak. Bisa jadi, kamu sedang melihat patina.

Seperti yang dilansir dari Stride Wise, patina adalah perubahan tampilan fisik suatu benda akibat usia atau pengaruh pemakaian. Perubahan ini bisa berpengaruh pada warna, tekstur, dan kilau yang terjadi secara bertahap pada fashion item berbahan kulit akibat paparan sinar matahari, minyak tubuh, kelembapan, dan penggunaan sehari-hari.

Menurut Eiken Shop, patina sebetulnya kerap dianggap jadi salah satu tanda sebuah produk fashion terbuat dari material yang berkualitas. Contohnya, tas kulit yang materialnya muncul patina akan memiliki kilau, karakter, dan kepribadian yang unik. 

Hal yang membuat patina terlihat lebih menarik adalah sifatnya yang berbeda pada setiap produk. Patina bisa memberikan karakter yang unik pada sebuah tas atau produk berbahan kulit yang sekaligus menjadi catatan perjalanan hidup benda tersebut.

Patina juga tidak bisa muncul secara instan, karena membutuhkan waktu. Konsep ini mungkin terdengar sederhana, tapi justru jadi sesuatu yang berarti bagi banyak orang.

Pembentukan Patina pada Kulit

Patina bisa terbentuk karena paparan sinar UV, kelembapan, gesekan atau sentuhan. / Foto: magnific.com/wirestock

Patina bisa terbentuk karena kombinasi berbagai faktor, seperti paparan sinar UV yang menyebabkan permukaan kulit jadi semakin gelap, minyak tubuh yang memberikan kilau dan kedalaman warna, serta kelembapan yang dapat menyebarkan pewarna dan minyak.

Tidak hanya itu, gesekan pada bagian produk kulit yang sering disentuh juga akan membuatnya jadi lebih halus dan mengkilap. Biasanya, munculnya patina akan mulai terlihat dalam 1-3 bulan, sedangkan patina yang modelnya ‘lebih kaya dan lebih dalam’ bisa terbentuk dalam 1-3 tahun.

Kamu bisa mempercepat pembentukan patina dengan menggunakan fashion item dari bahan kulit tersebut secara rutin, pegang dengan tangan yang bersih, dan lakukan perawatan produk secara berkala.

Sebaliknya, kalau kamu ingin memperlambat munculnya patina, kamu bisa menggunakan pelindung khusus kulit dan simpan produk tersebut jauh dari paparan cahaya matahari secara langsung.

Ciri-ciri Patina yang Bagus

Ciri-ciri patina yang berkualitas biasanya tampak berkilau yang halus dan memberikan efek seperti pola marmer./ Foto: magnific.com/pikisuperstar

Dilansir dari Eiken Shop, patina yang dianggap bagus biasanya menimbulkan efek kilau yang halus tapi tetap terlihat dengan berbagai pantulan warna pada permukaan kulit. Jadi, patina ini memberikan efek seperti pola marmer.

Efek seperti marmer tersebut bisa muncul karena terpengaruh cara produk kulit digunakan, termasuk saat produk tergores, tergesek, terbentur, dan berbagai aktivitas lainnya.

Selain itu, patina pada kulit juga bisa dipengaruhi karena paparan sinar UV, suhu, tingkat kelembapan dan cairan seperti minyak tubuh, air hujan, dan sebagainya.

Jenis Kulit yang Menghasilkan Patina Terbaik

Kulit full-grain leather mampu menghasilkan tampilan patina yang baik dan berkualitas./ Foto: unsplash.com/laticoleathers

Kalau kamu ingin memiliki fashion item berbahan kulit dengan tampilan patina yang baik dan berkualitas, tentu kamu harus memilih jenis kulit tertentu, salah satunya seperti full-grain leather. Produk fashion yang terbuat dari kulit jenis full-grain leather memang relatif lebih mahal, tapi kulit ini yang paling mampu menghasilkan patina.

Patina yang dihasilkan juga semakin berkualitas kalau kulit tersebut menggunakan metode penyamakan vegetable tanning dengan bahan dari tumbuhan seperti kulit kayu, akar, atau daun dari pohon-pohon tertentu. Hal ini karena metode tersebut menggunakan proses yang lebih alami sehingga mempertahankan karakter alami kulit.

Selain itu, jenis kulit full-grain leather juga memiliki daya tahan dan kekuatan yang sangat baik dan berkualitas, karena hampir tidak mengalami proses pengikisan, pemolesan, atau pengamplasan pada permukaannya sehingga struktur serat alaminya akan tetap terjaga.

Bisakah Produk dari Kulit Sintentis Memiliki Patina?

Produk yang terbuat kulit sintetis bisa mengalami perubahan warna tapi tidak sama dengan pembentukan patina pada kulit alami./ Foto: magnific.com/pikisuperstar

Dilansir dari Eiken Shop, produk yang terbuat dari kulit sintetis memang bisa mengalami perubahan warna atau memudar, tapi proses ini tidak sama dengan pembentukan patina pada kulit alami. Jadi, kalau kamu ingin tas kulitmu menghasilkan patina, pilih tas yang terbuat dari kulit alami yang berkualitas.

Cara Memperlambat Terbentuknya Patina pada Produk Kulit

Pembentukan patina pada kulit bisa diperlambat dengan menjauhkannya dari paparan sinar UV dan menghindari kulit tergesek./ Foto: unsplash.com/laticoleathers

Bagi sebagian orang, terbentuknya patina pada kulit adalah hal yang diinginkan, tapi bisa jadi hal ini tidak dialami oleh sebagian orang lainnya.

Namun, sebetulnya proses pembentukan patina tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Kalau kamu ingin memperlambat proses pembentukan patina, kamu bisa melakukannya dengan cara sebagai berikut.

  • Hindari meletakkan kulit di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menyimpan tas atau produk kulit di tempat yang terlalu lembap.
  • Hindari gesekan antara produk yang terbuat dari kulit tersebut dengan pakaian, kantong, dan benda lainnya yang bisa memicu munculnya goresan.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh produk kulit dan hindari produk tersebut terkena makanan atau minuman.
  • Hindari menggunakan pakaian yang warnanya mudah luntur dan berpindah ke permukaan produk dari kulit tersebut.
  • Selain itu, bersihkan tas atau produk yang terbuat dari kulit secara rutin menggunakan air dan kain yang lembut untuk menghilangkan partikel yang menempel.

Itu tadi Beauties, penjelasan soal terbentuknya patina pada fashion item berbahan kulit. Apakah kamu juga tertarik untuk memilikinya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE