sign up SIGN UP

Mengenal Pro-Kontra Berbagai Inovasi Berbelanja di Era Digital, dari E-Commerce hingga Metaverse!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 08 Jan 2022 18:00 WIB
Mengenal Pro-Kontra Berbagai Inovasi Berbelanja di Era Digital, dari E-Commerce hingga Metaverse!
caption

Serba-serbi online shopping banyak kita temukan di era digital ini. Abad ke-21 dipenuhi oleh canggihnya teknologi membuat kita ikut beradaptasi. Ditambah dengan adanya pandemi yang memaksa kita mengadopsi teknologi dalam hampir semua aspek kehidupan, dunia seakan tidak bisa kembali sama seperti sedia kala. Tidak hanya dari segi komunikasi jarak jauh, tapi juga dalam berbelanja.

Munculnya inovasi berbelanja online memberikan sinyal bahwa online shopping memang digemari banyak orang. Selain praktis, online shopping menawarkan kenyamanan, yakni kita tidak perlu ke toko konvensional untuk membeli sesuatu––memungkinkan kita untuk belanja kapanpun, di manapun, dengan perangkat atau aplikasi apapun. Apalagi dengan semakin dipolesnya metaverse, dunia maya seakan makin hidup. Menggunakan berbagai macam model bisnis, intip inovasi belanja yang telah dikembangkan dan marak digunakan user di era digital berikut ini yuk!



E-Commerce

Belanja di e-commerce/
Belanja di e-commerce/ Foto: unsplash.com/cardmapr

Sudah eksis sejak beberapa tahun lalu, e-commerce merupakan bisnis transaksi elektronik yang sangat menguntungkan di era pandemi, Beauties. Bagaimana tidak? Kita menghindari keluar rumah dan mengandalkan sebuah aplikasi untuk membeli berbagai macam kebutuhan. Dengan sistem yang telah disempurnakan, kita bisa dengan mudahnya mencari barang di toko, memasukkannya ke keranjang dan dengan sistem checkout, kita membayarnya melalui banyak pilihan yang tersedia. Walaupun begitu, kita wajib tetap waspada akan penipuan karena masih ada kemungkinan toko di mana kita membeli barang tidak terjamin kualitas atau kredibilitasnya. 

Pro: nyaman, banyak variasi, mudah membandingkan harga.

Kontra: tidak bisa melihat barang secara langsung dan detil, terbatasnya customer service, memungkinkan terjadinya penipuan atau kerusakan barang.


Live Stream Shopping

Live stream shopping/
Live stream shopping/ Foto: pinterest.com/Social Media Today

Beauties, apakah kamu suka nonton live stream untuk membeli barang? Kamu perlu tahu nih, live stream shopping ini awalnya dipopulerkan di Tiongkok. Konsumen di negeri tirai bambu tersebut berhasil mendongkrak pengembangan live stream shopping dalam e-commerce dan banyak e-commerce lain dari seluruh dunia yang ikut mengadopsinya, termasuk di Indonesia. Seorang pemandu acara (biasanya influencer) bertindak sebagai KOL (key opinion leader) akan mempresentasikan barang yang dijual. Adanya promo dalam waktu terbatas, yakni selama live streaming berlangsung, akan mendorong pembelian secara real-time. Dengan dipandu oleh seorang influencer, maka level kepercayaan konsumen juga akan lebih tinggi dalam live shopping dibandingkan di e-commerce biasa.

Pro: lebih aman dan terpercaya karena adanya KOL, pengemasan menarik dengan adanya interaksi, adanya promo eksklusif.

Kontra: tidak banyak variasi, keterbatasan waktu dan teknis (baterai handphone tidak cukup, dsb.)

Social Shopping

Social shopping/
Social shopping/ Foto: unsplash.com/laura chouette

Social media saat ini tidak hanya sekadar menghubungkan kita dengan teman-teman lama, tapi sekaligus sebuah marketplace di mana kita bisa membeli barang yang kita temui. Social shopping saat ini semakin dikembangkan karena terbukti keefektifannya untuk menarik konsumen, baik yang lama maupun yang baru. Facebook, Instagram, TikTok merupakan sebagian media sosial yang sudah menggunakan platformnya untuk transaksi jual-beli (in-app purchase). Selain mudah dan praktis, kita juga bisa melihat bagaimana barang yang kita inginkan dipakai dalam keseharian. Visual estetik dan algoritma yang membaca minat juga membuat pengalaman berbelanja menjadi nyaman.

Pro: rekomendasi toko spesifik pada kebutuhan kita, mudah membagikan pada kerabat (untuk minta pendapat dan sebagainya), interaktif dan menarik.

Kontra: sistem yang berbeda di tiap aplikasi, kurang praktis membandingkan harga, terbatasnya variasi produk yang ditampilkan.

Shopping di Metaverse

Belanja di virtual city kreasi brand Selfridges, Charli Cohen x Pokémon/
Belanja di virtual city kreasi brand Selfridges, Charli Cohen x Pokémon/ Foto: pinterest.com/Selfridges

Yup, this is the future. Fashion menyentuh dunia virtual, memungkinkan kita untuk membeli barang-barang digital dengan segala keunikan dan fantasinya. Sering ditemukan dalam game, virtual fashion kini juga semakin digemari lho, Beauties! Selain berupa skin game untuk memodifikasi avatar, beberapa brand memfasilitasi virtual try-on, yakni memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) dan/atau virtual reality (VR) untuk mencoba pakaian atau aksesori hingga berbelanja di dalam toko dengan lanskap 360 derajat. Retail digital juga diperkirakan akan semakin menjamur mengingat tidak ada batasan dalam dunia maya dan banyaknya pernak-pernik digital ini. Inovasi penggabungan benda fisik dan digital juga memungkinkan konsumen mendapatkan barang jadi dari barang digital yang dibeli di dunia maya.

Pro: desain tidak terbatas, opsi yang lebih sustainable, barang eksklusif dan one-of-a-kind.

Kontra: dibutuhkan peralatan canggih (kacamata VR, handphone dengan sistem operasi yang mumpuni, dll), butuh mata uang khusus (kripto), butuh fasilitas internet yang cepat dan reliable.

Teknologi memang memudahkan kita dalam keseharian, tapi apapun medium yang digunakan, kamu harus tetap berhati-hati saat menggunakannya ya, Beauties! 

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id