Mengenal Sejarah Kancing Pankou yang Sedang Tren

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Jumat, 20 Feb 2026 07:30 WIB
Tren Kancing Pankou di Dunia Fashion Global
Tren Kancing Pankou di Dunia Fashion Global. Banyak brand yang menggabungkan aksesoris kancing pankou dengan desain Barat/Foto: dok. Adidas

Beberapa waktu terakhir, kancing pankou kembali mencuri perhatian dunia fashion global. Kancing pankou menjadi sorotan berbagai koleksi modern, mulai dari streetwear hingga runway desainer internasional. 

Pankou merupakan jenis kancing berbentuk simpul yang dibuat dari tali atau kain yang digulung. Kemudian dibentuk menjadi tombol serta loop pengait. Tak hanya sebagai pengikat pakaian, pankou juga berfungsi sebagai elemen untuk memperindah busana. 

Tren Kancing Pankou di Dunia Fashion Global

Tren Kancing Pankou di Dunia Fashion Global. Banyak brand yang menggabungkan aksesoris kancing pankou dengan desain Barat/Foto: dok. Adidas

Tren fashion dunia dengan detail kancing pankou atau juga dikenal dengan “frog button” mulai muncul kembali tahun 2025, ketika adidas Originals meluncurkan jaket Tang, di mana jaket tersebut memiliki simpul kancing pankou.

Tren semakin berkembang, banyak desainer yang menggabungkan elemen Timur dan Barat, Beauties. Beberapa brand, seperti Ralph Lauren yang menampilkan jaket tuxedo beludru hitam dengan detail pankou sebagai penutupnya pada peragaan busana Fall/Winter 2026 di Paris. Brand Sundae School dengan koleksi Hanbok Hoodie dengan ornamen kancing pankou diagonal. Brand lain seperti Kenzo, Yohji Yamamoto, dan Sacai memadukan pankou dengan potongan busana Barat yang menciptakan tampilan hybrid dua budaya.

Tak hanya pada pakaian, Beauties, beberapa desainer Tiongkok juga terus mengembangkan pankou sebagai bagian dari identitas budaya. Label seperti CLOT, PRONOUNCE, dan Pièces Uniques menampilkan kancing pankou dalam koleksi modern, seperti diaplikasikan pada sepatu dan pakaian kontemporer sebagai simbol tradisi dan inovasi.

Sejarah Kancing Pankou

Sejarah Kancing Pankou sudah ada sejak zaman prasejarah. Hingga kini berkembang dalam dunia fashion modern/Foto: pexels.com/Angel Sanchez

Kancing pankou memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak zaman pra sejarah, Beauties. Dalam sebuah catatan sejarah, konsep pengikat simpul di era prasejarah digunakan sebagai pengikat sederhana.

Bukti tertulis berasal dari Dinasti Zhou (sekitar 100-256 SM). Pada abad ke-4 SM, bentuk kancing simpul mulai menyerupai pankou modern dan kemudian bertahan dengan perubahan-perubahan kecil hingga masa Dinasti Qing.

Pada abad ke-17 di awal Dinasti Qing, saat pakaian resmi dan jaket kalangan penguasa Manchu mulai menggunakan kancing simpul, maka pankou semakin identik dengan busana tradisional Tiongkok.

Seiring berjalan waktu, fungsi pankou kian berkembang, tak hanya digunakan untuk mengikat pakaian, pankou menjadi elemen estetika dan kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi. Proses pembuatan pankou juga dianggap sebagai keterampilan tradisional yang diwariskan turun-temurun di beberapa daerah.

Pankou tidak hanya dikenal di Asia. Dalam sejarahnya, model pengait ini juga diadopsi oleh seragam militer Barat, hingga menyebar ke busana masyarakat sipil, seperti mantel dan jaket. Pada abad ke-20, muncul pakaian kerja Eropa, termasuk Prancis yang dikenal sebagai Bleu de Chine.

Kini, kancing pankou menjadi aksesoris pakaian yang banyak diminati oleh masyarakat. Pankou sebagai budaya tradisional yang dikemas dalam mode masa kini yang modern. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE