Mengenal Sejarah Parfum, Mulai dari Era Mesir Kuno hingga Zaman Modern
Saat ini parfum memang sudah dianggap sebagai fashion item yang penting dalam gaya hidup. Seperti layaknya sebuah aksesori, parfum mampu menyempurnakan penampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mencerminkan kepribadianmu meski tidak terlihat sama sekali.
Setiap aroma dari parfum seolah mampu menjadi identitas pemakainya, mulai dari aroma parfum yang lembut dan menenangkan hingga yang bold. Akan tetapi, pernahkah kamu bertanya, sejak kapan manusia mulai membuat dan menggunakan parfum untuk aktivitas sehari-hari?
Ternyata, parfum sudah digunakan oleh manusia di bumi ini selama ribuan tahun. Yuk, telusuri sejarah panjang parfum mulai dari awal kemunculannya hingga menjadi industri besar seperti sekarang!
Awal Mula Lahirnya Parfum
Kata ‘parfum’ berasal dari bahasa Latin yaitu ‘per fumum’ yang artinya ‘melalui asap’./ Foto: Freepik.com/freepic.diller
Dilansir dari The Fragrance Book, kata ‘parfum’ berasal dari bahasa Latin yaitu ‘per fumum’ yang artinya ‘melalui asap’. Kata ini merujuk pada penggunaan awal parfum saat ritual keagamaan, yaitu sebagai bahan aroma yang dibakar untuk menyenangkan para dewa.
Parfum Saat Mesir Kuno, Menjadi Pusat Awal Wewangian (3000 SM)
Era Mesir Kuno, parfum diyakini sebagai sesuatu yang suci, dijadikan simbol kebersihan, kesucian, dan status sosial./ Foto: Freepik.com/marymarkevich
Pada saat era Mesir Kuno, parfum diyakini sebagai sesuatu yang suci. Masyarakat pada saat itu memanfaatkan minyak dan balsem yang beraroma untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ritual pemakaman hingga untuk perawatan tubuh sehari-hari.
Selain itu, parfum pada saat itu sudah menjadi suatu simbol kebersihan, kesucian, hingga status sosial. Bahkan, sosok terkenal seperti Cleopatra telah dikenal menggunakan parfum racikan khusus untuk memikat orang-orang yang berada di sekitarnya.
Perjalanan Parfum di Mesopotamia dan Lembah Indus
Minyak wangi dan dupa kerap digunakan oleh masyarakat di peradaban Mesopotamia dan Lembah Indus. / Foto: Freepik.com/freepic.diller
Minyak wangi dan dupa merupakan barang yang digunakan oleh masyarakat di peradaban Mesopotamia dan Lembah Indus. Seperti yang dilansir dari The Fragrance Book, catatan sejarah bahkan telah membuktikan masyarakat di daerah tersebut sudah mengenal teknik distilasi sederhana sehingga mereka bisa mengekstrak aroma dari bunga dan tanaman. Teknik inilah yang akhirnya menjadi dasar perkembangan parfum modern.
Parfum di Antara Bangsa Yunani dan Romawi
Bangsa Yunani kerap menggunakan parfum untuk kehidupan sehari-hari, sedangkan bangsa Romawi menggunakan untuk mengharumkan pakaian, rumah, tempat mandi, hingga hewan peliharaan./ Foto: freepik.com/rawpixel.com
Bangsa Yunani kerap menggunakan parfum untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan mereka mencatat resep wewangian dan menggunakan minyak wangi ketika acara perayaan hingga kompetisi olahraga.
Sedangkan bangsa Romawi mengembangkan penggunaan parfum lebih jauh. Parfum digunakan untuk mengharumkan pakaian, rumah, tempat mandi, hingga hewan peliharaan.
Parfum dalam Zaman Keemasan Islam
Ilmuwan asal Persia, Avicenna berhasil menemukan teknik distilasi untuk mengekstrak minyak esensial terutama dari bunga mawar./ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers
Masa keemasan Islam tepatnya pada abad ke-8 hingga ke-13, parfum berkembang pesat. Dirangkum dari The Fragrance Book, ilmuwan asal Persia, Avicenna berhasil menemukan teknik distilasi untuk mengekstrak minyak esensial terutama dari bunga mawar. Hingga kini, teknik tersebut masih digunakan sampai sekarang.
Selain itu, di budaya muslim, kebersihan sangat dijaga sehingga parfum menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Perdagangan yang dilakukan juga turut menyebarkan bahan-bahan untuk membuat parfum seperti oud, musk, dan ambergris ke berbagai negara.
Penggunaan Parfum di Eropa Abad Pertengahan
Pada saat Eropa abad pertengahan, parfum kerap digunakan untuk ritual keagamaan dan menyamarkan aroma tidak sedap. /Foto: Freepik.com/wirestock
Pada saat Eropa abad pertengahan, parfum kerap digunakan untuk ritual keagamaan dan menyamarkan aroma tidak sedap karena kesadaran akan kebersihan masih rendah.
Usai Perang Salib, berbagai rempah dan aroma yang berasal dari Timur mulai masuk ke Eropa. Pada abad ke-14, parfum berbasis alkohol pertama dengan nama Hungary Water diciptakan untuk Ratu Elizabeth dari Hungaria, yang akhirnya menjadi titik awal parfum modern yang lebih ringan dan nyaman digunakan.
Prancis Menjadi Pusat Parfum Dunia
Pada abad ke-17, Prancis khususnya kota Grasse menjadi pusat produksi parfum karena iklimnya sangat ideal untuk menanam tanaman berbunga, seperti melati, mawar, dan lavender./ Foto: Freepik.com/freepic.diller
Pada abad ke-17, Prancis khususnya kota Grasse menjadi pusat produksi parfum. Dilaporkan di tempat tersebut iklimnya sangat ideal untuk menanam tanaman berbunga, seperti melati, mawar, dan lavender.
Para bangsawan pada umumnya menggunakan parfum yang kuat untuk menyamarkan bau tubuhnya karena pada saat itu mandi masih belum jadi sebuah kebiasaan yang umum dilakukan. Bahkan hingga saat ini, Prancis masih menjadi pusat dunia parfum.
Parfum Menjadi Simbol Kemewahan Ketika Era Renaisans
Memasuki era Renaisans abad ke-18, parfum jadi simbol kemewahan dan keanggunan./ Foto: Freepik.com/freepic.diller
Memasuki era Renaisans abad ke-18, parfum jadi simbol kemewahan dan keanggunan. Bahkan, parfum sudah menjadi sebuah karya seni dan banyak bangsawan memiliki aroma khas mereka sendiri. Pada saat itu, pembuat parfum dari Italia dan Prancis semakin berkembang pesat karena didukung oleh kerajaan.
Lahirnya Industri Parfum Modern pada Abad ke-19 Hingga Awal Abad ke-20
Di tahun 1800-an dan 1900-an mulai muncul brand parfum ikonik, seperti Guerlain pada 1889 dan Chanel No. 5 pada 1921./ Foto: id-eshop.chanel.com
Revolusi Industri berhasil membawa perubahan yang sangat berdampak dalam dunia parfum. Pada saat itu, bahan sintetis atau buatan seperti vanillin dan coumarin mulai diproduksi sehingga memungkinkan terciptanya aroma wewangian yang lebih kompleks dan tahan lama.
Di tahun 1800-an dan 1900-an mulai muncul brand parfum ikonis, seperti Guerlain pada 1889 dan Chanel No. 5 pada 1921. Bahkan sekarang, Chanel No. 5 masih menjadi salah satu parfum paling terkenal sepanjang masa.
Parfum juga mulai diproduksi lebih banyak, harganya lebih terjangkau dan tidak lagi hanya untuk kalangan elite.
Tren Parfum Saat Ini
Di zaman sekarang, tren parfum yang cukup populer yaitu parfum unisex, menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan, dan parfum niche./ Foto: Freepik.com
Sekarang sudah banyak brand parfum yang beredar dengan berbagai karakter aroma. Terlebih di Indonesia. Parfum saat ini bukan hanya soal aroma, tapi setiap aroma memiliki identitas, menggambarkan suasana hati, bahkan sebagai personal branding.
Sekarang, tren parfum yang cukup populer yaitu parfum unisex, menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan, dan parfum niche yang memiliki aroma unik dan eksklusif yang dapat menonjolkan karakter dan preferensi pribadi.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!