sign up SIGN UP

Ratu Elizabeth II Sebut Tahun 1992 Sebagai Annus Horribilis Alias Tahun Terburuk! Ini Alasannya

Krisyanti Asri | Beautynesia
Sabtu, 10 Sep 2022 13:30 WIB
Ratu Elizabeth II Sebut Tahun 1992 Sebagai Annus Horribilis Alias Tahun Terburuk! Ini Alasannya
caption

Kepergian Ratu Elizabeth II menyisakan rasa duka yang mendalam tidak hanya untuk rakyat Inggris Raya, bahkan seluruh dunia pun turut merasa kehilangan. Ratu Elizabeth II telah bertakhta di kerajaan Inggris selama 70 tahun. Beliau diangkat menjadi Ratu pada tahun 1952 ketika dia masih berusia 25 tahun.  

Selama berkuasa, Ratu Elizabeth telah banyak melewati pasang surut yang mewarnai masa pemerintahannya. Salah satunya adalah penyebutan tahun terburuk atau annus horribilis pada pidatonya di perayaan 40 tahun pemerintahannya.

Tahun terburuk yang dimaksud adalah tahun 1992, di mana di tahun itu banyak peristiwa dan skandal tidak menyenangkan yang melibatkan keluarga Kerajaan Inggris. Apa saja yang terjadi di sepanjang tahun itu sehingga Ratu Elizabeth II menyebutnya sebagai tahun terburuk? 

Perceraian Anak-anak Ratu Elizabeth II

NEWCASTLE, AUSTRALIA - 1983: Princess Diana And Prince Charles watch an official event during their first royal Australian tour 1983 IN Newcastle, Austrlia. (Photo by Patrick Riviere/Getty Images)NEWCASTLE, AUSTRALIA - 1983: Princess Diana And Prince Charles watch an official event during their first royal Australian tour 1983 IN Newcastle, Austrlia. (Photo by Patrick Riviere/Getty Images)/ Foto: Getty Images/Patrick Riviere

Peristiwa yang paling santer terdengar di telinga publik di sepanjang tahun 1992 adalah pemberitaan tentang perceraian anak-anak Ratu Elizabeth II. Berikut rangkaian peristiwa yang dikutip dari Wikipedia :

  • Anak ketiga Ratu Elizabeth II, Pangeran Andrew, dikabarkan telah berpisah dari Sarah Ferguson. Mereka resmi bercerai pada tahun 1996. 
  • Anak kedua Ratu Elizabeth II, Putri Anne, resmi bercerai dari suaminya, Kapten Mark Phillips. 
  • Sebuah buku berjudul Diana : Her True Story, membongkar kehidupan pernikahannya dengan Pangeran Charles diwarnai perselingkuhan dengan Camilla Parker Bowles. Mereka resmi bercerai pada tahun 1996. 

Dicopot Kedudukannya Sebagai Kepala Negara di Mauritius

Ratu Elizabeth II pernah dijadikan kepala negara di Negara Mauritius
Perangko Ratu Elizabeth II/Foto : wikipedia.com

Inggris terkenal dengan negara-negara persemakmuran yang tersebar di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Mauritius, sebuah negara di Afrika Timur. Pada tahun 1968, Mauritius resmi menjadi negara merdeka dan menjadikan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara.

Namun kedudukannya tidak berlangsung lama, hingga pada tahun 1992 Mauritius resmi menjadi negara Republik. Kedudukannya sebagai kepala negara digantikan oleh presiden pertama Republik Mauritius, Sir Veerasamy Ringadoo.

Penolakan di Dresden, Jerman

Di Perang Dunia II, Inggris bergabung dengan tentara sekutu melawan Jerman. Salah satu kota di Jerman, Dresden, menjadi yang terdampak dari bom yang dilepas oleh tentara Inggris dan Amerika.

Pada tahun 1992, Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip, melakukan kunjungan rekonsiliasi ke Dresden. Ketika mereka tiba di Gereja Kreuzkirche, sejumlah demonstran menghampiri dan melempar mereka dengan telur. Meski lemparan tersebut tidak mengenai siapa pun, peristiwa ini termasuk yang menjadikan tahun 1992 sebagai tahun terburuk bagi Ratu Elizabeth II. 

Kebakaran di Istana Windsor

Aerial view of Windsor Castle after the fire that occured 3 days before. (Photo by Mathieu Polak/Sygma/Sygma via Getty Images)Aerial view of Windsor Castle after the fire that occured 3 days before. (Photo by Mathieu Polak/Sygma/Sygma via Getty Images)/ Foto: Mathieu Polak/Mathieu Polak

Pada tanggal 20 November 1992, kediaman Ratu Elizabeth II, Istana Windsor, mengalami musibah kebakaran hebat. Kebakaran ini diakibatkan dari panas lampu sorot pada ruangan Kapel Pribadi Ratu di istana tersebut yang dekat dengan kain tirai.

Sebanyak lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang sudah merambat ke St. George’s Hall. Tidak hanya sehari semalam, para petugas bahkan membutuhkan waktu berhari-hari serta 7 juta liter air digunakan untuk memadamkan api.

Akibat dari kebakaran ini, pihak istana mengalami kerugian sebesar 36,5 juta Poundsterling atau setara dengan 630 miliar rupiah.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id