Sederet Kisah Kelam di Balik Kemewahan Gucci, dari Penggelapan hingga Tragedi

Tria Oktyana | Beautynesia
Minggu, 03 May 2026 18:00 WIB
Skandal Penggelapan Pajak
Masalah hukum dan konflik internal membuat keluarga Gucci terpecah, memperburuk kondisi bisnis di era 1980-an/Foto: Instagram/gentebienjalisco

Gucci identik dengan kemewahan dan simbol fashion kelas atas. Didirikan oleh Guccio Gucci di Florence pada tahun 1921, brand fashion ini berawal dari bisnis kecil produk kulit berkualitas tinggi yang terinspirasi dari kemewahan hotel tempat ia bekerja di London.

Di balik citra glamor, ternyata Gucci menyimpan kisah keluarga yang kelam. Perebutan kekuasaan, skandal hukum, hingga pembunuhan menjadikan Gucci bukan hanya sekadar brand fashion, tetapi juga salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah industri ini. Cerita ini bahkan diangkat ke layar lebar melalui film House of Gucci yang dibintangi Lady Gaga dan Adam Driver. 

Skandal Penggelapan Pajak

Masalah hukum dan konflik internal membuat keluarga Gucci terpecah, memperburuk kondisi bisnis di era 1980-an/Foto: Instagram/gentebienjalisco

Sepeninggal Guccio Gucci, bisnis Gucci diteruskan oleh putranya, Aldo Gucci. Menjabat sebagai chairman sejak 1950-an, Aldo berhasil membawa Gucci menjadi simbol kemewahan internasional dengan memperkuat identitas monogram “GG” dan memperluas pasar ke kalangan jetsetter dunia. Salah satu pelanggan paling ikonis adalah Jacqueline Kennedy Onassis, yang bahkan menginspirasi lahirnya Jackie Bag pada 1961. 

Namun, di balik kesuksesan tersebut telah terjadinya retakan dalam keluarga asal Italia ini. Pada 1986, Aldo tersandung kasus penggelapan pajak di Amerika Serikat yang membuatnya dipenjara selama satu tahun.

[Gambas:Instagram]

Perebutan Kekuasaan di Dalam Keluarga

Perebutan kekuasaan dalam keluarga Gucci memicu konflik internal, dari gugatan hukum hingga pengkhianatan antar anggota keluarga/Foto: Instagram/gentebienjalisco

Penangkapan Aldo Gucci dikabarkan dilaporkan oleh anaknya sendiri Paolo. Hal ini diawali karena pertengkaran Paolo dengan pamannya Rodolfo Gucci yang menyebabkannya keluar dan membangun bisnis fashion-nya sendiri. Tindakan ini membuat Ayahnya mengambil tindakan hukum dan juga mengancam pemasok agar tidak bergabung dengan Paolo. 

Perebutan kekuasaan dimenangkan oleh Maurizio Gucci yang merupakan anak dari Rodolfo Gucci. Kemenangan ini terjadi setelah Maurizo memilih jalur hukum untuk merebut kekuasaan Aldo dari perusahaan milik kakeknya tersebut. 

Hilangnya Kendali Keluarga

Keputusan menjual saham ke Investcorp menjadi titik balik, hingga Gucci akhirnya berada di bawah grup Kering dan bangkit kembali/Foto: Instagram/gentlemen_of_italy

Maurizio Gucci berhasil mengambil alih kendali perusahaan setelah melalui berbagai konflik hukum. Ia kemudian berusaha mengonsolidasikan kekuasaan dengan menyingkirkan anggota keluarga lain dari bisnis.

Namun, kepemimpinannya dinilai kurang efektif. Keputusan finansial yang tidak tepat membuat kondisi perusahaan memburuk hingga akhirnya ia menjual saham Gucci kepada investor asal Bahrain, Investcorp. Langkah ini menjadi titik balik besar karena untuk pertama kalinya Gucci sepenuhnya keluar dari tangan keluarga pendirinya.

Gucci sekarang telah menjadi bagian dari grup mewah global Kering. Di bawah kepemilikan Kering, brand fashion ini justru mengalami kebangkitan signifikan dan berkembang menjadi salah satu brand paling berpengaruh di dunia fashion modern.

Tragedi Pembunuhan Maurizio Gucci

Kasus pembunuhan Maurizio Gucci oleh mantan istrinya menjadi salah satu tragedi paling mengejutkan dalam sejarah fashion dunia/Foto: Instagram/gentebienjalisco

Puncak dari kisah kelam ini terjadi pada tahun 1995, ketika Maurizio Gucci tewas ditembak di Milan. Kasus ini mengejutkan dunia, terutama setelah terungkap bahwa dalang di balik pembunuhan tersebut adalah mantan istrinya sendiri, Patrizia Reggiani.

Dalam wawancara bersama The Guardian, Patrizia mengungkapkan “Saya sangat marah pada Maurizio karena banyak hal. Tapi di atas itu, kehilangan bisnis keluarganya. Benar-benar bodoh dan keliru. Aku jadi dipenuhi amarah,” ujarnya. Selain itu, kehadiran orang ketiga dalam kehidupan Maurizio juga disebut menjadi salah satu pemicu kuat di balik keputusan tragis tersebut.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi tragedi pribadi, tetapi juga memperkuat citra kelam keluarga Gucci di mata publik. Kisah dramatis ini pula yang kemudian menjadi inspirasi utama dalam film House of Gucci.

[Gambas:Instagram]

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE