Serba-serbi Material Wol, Benarkah Proses Pencukuran Baik untuk Domba?

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 24 Sep 2026 15:30 WIB
Apakah Berkelanjutan?
Praktik pembuatan wol harus berkelanjutan dan bebas animal-cruelty/ Foto: Pexels.com/ Büşra Bedel

Sorotan pekan mode di New York dan London tahun ini tidak terbatas pada presentasi koleksi terbaru dari rumah mode saja, tapi juga diwarnai dengan aksi protes oleh People for The Ethical Treatment of Animals (PETA). Aktivis PETA menerobos runway COS di NYFW dan H&M di LFW, sambil membawa poster yang mengkritik penggunaan bahan wol oleh perusahaan secara tidak etis.

"H&M: Wool is bloody cruel. Drop it!" tertulis pada salah satu poster yang dibawa aktivis. Aksi tersebut merujuk pada permasalahan yang kerap dihadapi industri fashion terkait rantai pasokannya. PETA mengklaim produksi wol menyakiti domba karena proses pencukuran bulu domba menyebabkan luka pada kulit hewan tersebut.

Hal ini pun memantik diskusi, Beauties. Sebab, tak sedikit pula orang yang menyebutkan pencukuran bulu domba adalah praktik yang baik bagi domba. Jika bulu domba tidak dicukur, maka risiko yang dialami domba mulai dari kepanasan saat musim panas hingga mengalami serangan parasit.

Cara Pembuatan Wol

Cara pembuatan material wol yang dimulai dari proses pencukuran bulu domba

Cara pembuatan material wol yang dimulai dari proses pencukuran bulu domba/ Foto: Pexels.com/Raj Manohar

Sebelum pakaian wol dikenakan oleh konsumen, ada proses panjang yang dilalui. Melansir dari Manteco, pembuatan wol dimulai dari proses pencukuran bulu domba atau Shearing. Tahapan krusial ini menuntut ketepatan dan keahlian untuk menghindari cedera pada hewan serta memaksimalkan kuantitas maupun kualitas wol.

Lalu, masuk tahap Skirting, yakni memeriksa setiap lembar wol secara cermat dengan tangan. Ketelitian diperlukan saat menyingkirkan berbagai kontaminan seperti bagian tags (dari area sekitar ekor dan bagian bawah wol), bellies (serat sangat pendek di sekitar perut domba), dan kotoran dari lingkungan seperti ranting serta duri tanaman. Proses ini juga melibatkan pengkategorian bulu menta berdasarkan tekstur (halus atau kasar) serta ukuran serta (panjang atau pendek).

Lalu, bulu mentah masuk dalam tahap pencucian atau Scouring. Di sini, bulu mentah dibersihkan menggunakan air hangat dan deterjen khusus, lalu dikeringkan sebelum masuk tahap selanjutnya, yaitu Carding (Penyisiran)

Tahap Carding ialah proses mekanis yang berfungsi menguraikan gumpalan serta jalinan wol, memisahkan wol menjadi serat-serat individual, menyingkirkan kotoran nabati, mensejajarkan serat sebagian, serta membentuk serat menjadi sliver (untaian serat menyerupai tali yang belum dipilin).

Setelah itu, serat wol masuk dalam proses Spinning (Pemintalan) di mana serat yang sudah lurus dipilin menggunakan mesin pemintal hingga menjadi benang wol yang kuat. Pada tahapan terakhir, benang wol yang sudah siap dapat diproses melalui tiga cara berbeda, yaitu bisa langsung dijadikan sweater dan lapisan dasar (base layer), ditenun menjadi kain, atau dirajut menjadi kain jersey.

Manfaat Mencukur Bulu Domba secara Rutin

Manfaat mencukur bulu domba secara rutin

Manfaat mencukur bulu domba secara rutin/ Foto: Pexels.com/ Trinity Kubassek

Nah, setelah mengenali proses pembuatan wol, kamu jadi mengetahui proses Shearing atau pencukuran menjadi tahap awal yang penting dalam prosesnya. Namun lebih dari itu, ketika dilakukan secara etis, tahapan ini juga menjadi tahapan perawatan domba di peternakan.

Melansir dari laman Sheep Sheararer, ada manfaat yang dirasakan oleh domba dari proses pencukuran ini:
1. Pencegahan terhadap flystrike (miasis) yang disebabkan oleh lalat;
2. Mengurangi risiko infeksi kulit dan infeksi parasit seperti kutu;
3. Mengurangi risiko stres akibat cuaca panas
4. Domba mudah menambah berat badan karena mereka dapat lebih aktif dan sering merumput;
5. Memudahkan pemantauan kesehatan domba dan pendeteksian masalah sejak dini;
6. Domba yang dicukur secara rutin cenderung memiliki kinerja reproduksi yang lebih baik;
7. Pencukuran melepaskan bulu domba yang lama dan menggumpal, sehingga memungkinkan tumbuhnya bulu baru yang berkualitas lebih tinggi;
8. Domba betina hamil yang dicukur sebelum melahirkan akan mengalami peningkatan kesehatan secara keseluruhan, begitu pula dengan kesehatan anak domba yang dikandungnya. Pencukuran ini juga dapat mengurangi risiko komplikasi saat proses kelahiran.

Apakah Berkelanjutan?

Praktik pembuatan wol harus berkelanjutan dan bebas animal cruelty

Praktik pembuatan wol harus berkelanjutan dan bebas animal-cruelty/ Foto: Pexels.com/ Büşra Bedel

Dalam beternak domba, menjaga kesehatan dan kebersihan domba sangat penting, Beauties. Praktik pembuatan wol akan berkelanjutan jika setiap prosesnya, termasuk proses Shearing, tidak melibatkan kekerasan dan kekejaman terhadap hewan atau bebas animal-cruelty. Oleh sebab itu, peternak harus menerapkan cara pencukuran yang baik dan menghormati domba saat prosesnya.

Melansir dari situs Domba Dorsip, terdapat cara pencukuran bulu yang tepat agar domba tidak merasa sakit. Pertama, meyiapkan alat cukur yang berkualitas baik dan higienis. Sebelum mulai mencukur, pastikan domba dalam kondisi tenang. Sebab, domba yang mengalami stres rentan mengalami cedera saat dicukur.

Saat mencukur, pastikan bulu domba kering agar alat cukur mudah bekerja, tidak membuat bulu domba tertarik atau tercubit. Oleh karena itu, keahlian dalam teknik mencukur juga penting agar domba merasa nyaman dan mengurangi risiko cedera. Jika domba tampak mulai gelisah, jangan memaksakan proses pencukuran terus berlanjut, melainkan beri waktu istirahat agar domba tidak stres.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.