Sosok Emma Yu, Sukses Ubah Seragam Bekas Jadi Produk Sustainable Fashion hingga Digandeng Brand Ternama

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Minggu, 04 Oct 2026 10:30 WIB
Berawal dari Keresahan Menjadi Kreasi Upcycling
Emma Yu bersama produk hasil daur ulang seragam, dari topi bucket hingga boneka ikonik UNI Bear/ Foto: polyu.edu.hk

Pernahkah kamu bingung mau diapakan seragam sekolah lama atau pakaian kantor yang sudah tidak terpakai? Dibuang sayang dan menambah limbah tekstil, tetapi disimpan pun hanya memenuhi lemari.

Di tengah isu lingkungan ini, hadir sosok perempuan inspiratif bernama Emma Yu yang sukses menyulap limbah tekstil menjadi produk bernilai estetika tinggi sekaligus berdampak sosial. Melalui wirausaha sosial bernama Dress Green, Emma membuktikan bahwa kepedulian pada bumi bisa membuka pintu kesuksesan yang luar biasa.

Dirangkum dari laman Forbes, The Hong Kong Polytechnic University (PolyU), dan Centre for Civil Society and Governance HKU, yuk, simak perjalanan inspiratif Emma Yu dalam membangun bisnis fashion berkelanjutan berikut ini!

Berawal dari Keresahan Menjadi Kreasi Upcycling

Emma Yu bersama produk hasil daur ulang seragam, dari topi bucket hingga boneka ikonik UNI Bear/ Foto: polyu.edu.hk

Emma sejatinya tidak berlatar belakang mode ataupun teknologi tekstil. Ia adalah lulusan S2 Komunikasi Korporat dari PolyU yang sempat berkarier di biro perjalanan. Ketika pandemi membuat industri pariwisata lesu, Emma bersama pasangannya yang kini menjadi suaminya, Victor Pang, berani keluar dari zona nyaman untuk mendirikan Dress Green pada Juli 2021.

Emma jeli melihat celah masalah pada limbah seragam sekolah. Anak-anak bertumbuh cepat dan rata-rata berganti seragam tiap 1–2 tahun, sehingga tumpukan seragam yang masih bagus kerap berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dari keresahan tersebut, Dress Green mulai mendaur ulang seragam sekolah dan limbah kain menjadi aneka produk fungsional modis, seperti tote bag, bantal, topi, dompet kartu, hingga tempat pensil. Lahir pula produk paling ikonik bernama UNI Bear, boneka beruang menggemaskan berbalut busana seragam daur ulang yang sukses memikat perhatian publik.

Inovasi Cerdas yang Dilirik Berbagai Brand Ternama

Emma Yu saat membawakan materi fesyen berkelanjutan dalam UNI Green School Programme/ Foto: Instagram/dressgreenhk

Keahlian komunikasi korporat Emma menjadi kunci penting dalam memahami kebutuhan mitra, terutama terkait program keberlanjutan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Kemampuan inilah yang membuat Dress Green sukses menggandeng berbagai jenama ternama.

Salah satu pencapaian besarnya adalah ketika brand pakaian olahraga dunia, Adidas, memercayakan proyek edukasi fashion berkelanjutan perdananya kepada Dress Green. Emma menggelar online workshop khusus bagi karyawan Adidas dengan materi Environmental, Social, and Governance (ESG). Materi itu ia yang dirancang detail, mulai dari teknik demonstrasi menjahit secara virtual hingga alokasi sesi interaktif seputar sustainable fashion.

Kolaborasi bergengsi lainnya hadir bersama hotel mewah legendaris, The Peninsula Hong Kong. Mereka membuat boneka Peninsula Bear menggunakan seragam bekas koki hotel dan staf penjaga pintu, dengan isian bulu angsa kasur bekas hotel yang telah disterilkan.

Selain itu, Dress Green juga menjalankan UNI Green School Programme untuk menyortir seragam lama sekolah yang bisa didaur ulang menjadi suvenir dan bahan praktik kerajinan tangan siswa. Portofolio ini turut membawa Dress Green dipercaya korporasi global lain seperti firma audit internasional KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler), Kerry Properties, dan HK Electric.

Misi Sosial yang Berbuah Prestasi Global

Emma Yu meraih penghargaan New Emerging Social Enterprise Award atas dampak sosial dan lingkungan dari Dress Green/ Foto: Instagram/dressgreenhk

Daya tarik Dress Green kian bermakna berkat misi sosialnya. Menghidupkan kembali memori kejayaan industri garmen Hong Kong era 1970–1980-an, Emma merangkul para mantan penjahit senior yang menganggur atau pensiun, ibu rumah tangga, dan imigran baru. Lewat jam kerja fleksibel, para perajin lansia ini bisa kembali produktif, mandiri secara finansial, sekaligus menjadi mentor bagi generasi muda.

Kombinasi aksi lingkungan dan pemberdayaan ini mengantarkan Dress Green memenangkan berbagai penghargaan desain bergengsi di Asia, seperti DFA Design for Asia Awards, Singapore Good Design, dan New Emerging Social Enterprise Award. Nama Emma Yu juga berhasil masuk ke dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 Asia 2024 kategori Social Impact.

Dari sebuah ide sederhana di meja kerja, Emma berhasil menunjukkan bahwa mimpi perempuan muda untuk berdampak bisa bermula dari mana saja, bahkan dari selembar seragam usang.

Jadi, kalau kamu punya ide yang terus terlintas di kepala, jangan ragu untuk memulainya ya, Beauties! Siapa tahu, langkah kecilmu hari ini adalah awal dari inspirasi besar berikutnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE