Zara Umumkan Kolaborasi dengan John Galliano, Kapan Rilis?

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 18 Mar 2026 12:30 WIB
Kolaborasi yang Menuai Pro-Kontra
Zara umumkan kolaborasi selama dua tahun dengan desainer John Galliano. Kerja sama ini tuai pro dan kontra dari publik/ Foto: instagram.com/szilvesztermako/SZILVESZTER MAKÓ

Brand fast fashion asal Spanyol, Zara, secara resmi mengumumkan kolaborasinya bersama desainer John Galliano, Beauties. Berdasarkan keterangannya, kerja sama tersebut akan berlangsung selama dua tahun di mana Galliano akan mendesain ulang arsip Zara melalui rangkaian koleksi musiman.

Kolaborasi itu memungkinkan Galliano untuk mengolah pakaian dari musim-musim sebelumnya di Zara, membongkar dan menyusun ulang pakaian tersebut menjadi ekspresi dan kreasi musiman yang baru. Sentuhan adibusana dalam pakaian ritel tersebut sangat diantisipasi para penikmat fashion, Beauties, mengingat DNA desain salah satu desainer legendaris tersebut sarat nuansa couture dan teatrikal. Kamu bisa melihat bukti karya desainnya yang fantastis saat memegang kendali rumah mode mewah seperti Dior, Givenchy, dan Maison Margiela.

[Gambas:Instagram]

Koleksi John Galliano untuk Zara akan dirilis secara musiman dalam periode 2 tahun kemitraan. Koleksi pertama dijadwalkan rilis pada September 2026 mendatang.

Kolaborasi yang Menuai Pro-Kontra

Zara umumkan kolaborasi selama dua tahun dengan desainer John Galliano. Kerja sama ini tuai pro dan kontra dari publik

Zara umumkan kolaborasi selama dua tahun dengan desainer John Galliano. Kerja sama ini tuai pro dan kontra dari publik/ Foto: instagram.com/szilvesztermako/SZILVESZTER MAKÓ

Kolaborasi antara John Galliano dan Zara sontak membuat publik terkejut. Tak hanya komentar positif, tapi juga menuai kritik. Pasalnya, Zara memiliki citra kurang baik sebagai brand fast fashion karena tidak ramah lingkungan, Beauties.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Zara menerima tudingan terkait etika ketenagakerjaan karena lingkungan kerja yang buruk, dugaan mencuri desain seniman independen, hingga pemilihan model terlalu kurus dalam kampanye mereka. Pada tahun 2025, mengutip laman BDS Movement, Zara turut masuk dalam daftar boikot karena “keterlibatannya yang mendalam dan terus meningkat dalam rezim kolonialisme pemukim, apartheid, dan genosida Israel.”

Sementara John Galliano sendiri adalah sosok yang tidak terlepas dari kontroversi. Desainer yang rancangannya langganan dipakai figur publik ternama tersebut sempat tersandung skandal antisemitisme yang membuatnya dipecat dari Dior.

Namun di sisi lain, kolaborasi antara desainer terkemuka dengan ritel terbukti berhasil membuat karya desainer yang mahal, menjadi lebih terjangkau dan aksesibel bagi siapa saja. Misalnya, kolaborasi antara Jonathan Anderson dengan Uniqlo, Clare Waight Keller dengan Uniqlo hingga kini memegang posisi sebagai direktur kreatif. H&M juga langganan berkolaborasi dengan desainer ternama, beberapa di antaranya seperti Glenn Martens, Karl Lagerfeld, sampai Mugler. Kolaborasi antara ritel dan desainer tersebut jadi langkah bisnis strategis, terlebih dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Dengan kolaborasi antara John Galliano dan Zara, para pecinta fashion bisa mendapatkan karya Galliano dengan lebih terjangkau. Namun, apakah itu cukup untuk mendukung brand yang selama ini dikenal akan praktik bisnis buruk?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE