sign up SIGN UP

Berkenalan dengan Sosok Pilot Perempuan Pertama Afghanistan yang Pernah Diancam Mati Taliban! Siapa Dia?

Rayoga Firdaus | Rabu, 18 Aug 2021 16:15 WIB

Niloofar Rahmani merupakan pilot perempuan pertama Afghanistan yang pernah diancam mati Taliban. Ini sosok Niloofar.

Niloofar Rahmani pernah menjadi kontroversi dan memicu perdebatan nasional tentang kepulangannya ke Afghanistan pasca melakukan kursus pelatihan selama 15 bulan di Amerika Serikat pada 2016. Niloofar memicu perdebatan karena ia menolak untuk pulang ke Afghanistan. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Niloofar Rahmani pernah menjadi kontroversi dan memicu perdebatan nasional tentang kepulangannya ke Afghanistan pasca melakukan kursus pelatihan selama 15 bulan di Amerika Serikat pada 2016. Niloofar memicu perdebatan karena ia menolak untuk pulang ke Afghanistan. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

 Niloofar menjadi simbol harapan bagi jutaan warga Afghanistan ketika muncul dalam media massa yang menyebutnya sebagai pencetak sejarah karena merupakan pilot perempuan pertama di negaranya pada 2013 lalu. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

 Niloofar menjadi simbol harapan bagi jutaan warga Afghanistan ketika muncul dalam media massa yang menyebutnya sebagai pencetak sejarah karena merupakan pilot perempuan pertama di negaranya pada 2013 lalu. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Niloofar Rahmani mengajukan hak asylum ke pemerintah AS untuk mendapatkan perlindungan. Juru bicara dari Kementrian Pertahanan Afghanistan, Mohammed Radmanesh, mengatakan bahwa Niloofar telah mengkhianati negaranya. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Niloofar Rahmani mengajukan hak asylum ke pemerintah AS untuk mendapatkan perlindungan. Juru bicara dari Kementrian Pertahanan Afghanistan, Mohammed Radmanesh, mengatakan bahwa Niloofar telah mengkhianati negaranya. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Niloofar mendapatkan asylum atau suaka dari pemerintah Amerika Serikat pada 2018. Namun keluarganya tetap berada di Kabul, Afghanistan. Foto: Twitter

Niloofar mendapatkan asylum atau suaka dari pemerintah Amerika Serikat pada 2018. Namun keluarganya tetap berada di Kabul, Afghanistan. Foto: Twitter

Niloofar Rahmani meminta suaka atau perlindungan kepada pemerintah Amerika Serikat karena diancam mati oleh Taliba.

Niloofar Rahmani meminta suaka atau perlindungan kepada pemerintah Amerika Serikat karena diancam mati oleh Taliba. "Taliban mulai mengancam diriku dan keluargaku dengan mengatakan aku bukanlah perempuan muslim yang baik aku sudah melupakan budaya muslim dan aku pantas dibunuh,". katanya dalam wawancara dengan Fox13. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Ketika namanya menjadi populer, Niloofar juga mendapat ancaman dari rekan-rekan pria seprofesinya. Mulai dari penghinaan hingga ancaman pembunuhan datang dari mereka yang tidak suka dengan profesinya sebagai pilot karena menurut mereka, perempuan harusnya sebaiknya di rumah saja. Ancaman yang datang membuat Niloofar harus membawa senjata api setiap hari sebagai bentuk perlindungan diri. Ia juga tidak pernah meninggalkan pangkalannya mengenakan seragamnya agar tidak menjadi target. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Ketika namanya menjadi populer, Niloofar juga mendapat ancaman dari rekan-rekan pria seprofesinya. Mulai dari penghinaan hingga ancaman pembunuhan datang dari mereka yang tidak suka dengan profesinya sebagai pilot karena menurut mereka, perempuan harusnya sebaiknya di rumah saja. Ancaman yang datang membuat Niloofar harus membawa senjata api setiap hari sebagai bentuk perlindungan diri. Ia juga tidak pernah meninggalkan pangkalannya mengenakan seragamnya agar tidak menjadi target. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

Kini Taliban kembali menguasai Afghanistan, Niloofar Rahmani mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya. Dia juga mengkhawatirkan keselamatan keluarganya yang masih berada di Afghanistan.

Kini Taliban kembali menguasai Afghanistan, Niloofar Rahmani mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya. Dia juga mengkhawatirkan keselamatan keluarganya yang masih berada di Afghanistan. "Ayahku orang yang kuat. Dia berusaha memberi tahuku bahwa semuanya baik-baik saja" ujarnya. Foto: Twitter

Niloofar Rahmani bahkan menyebut Taliban sebagai 'setan' yang menguasai Afghanistan.

Niloofar Rahmani bahkan menyebut Taliban sebagai 'setan' yang menguasai Afghanistan. "Tiba-tiba saja mereka muncul di kota. Mereka tahu bahwa Afghanistan berada di bawah kekuasaan mereka dan mereka akan mulai melakukan kekerasan dan hukum, itu adalah hukum yang mereka berlakukan 20 tahun lalu atau bahkan lebih kejam" katanya. Selengkapnya bisa kamu klik di sini. Foto: Dok. Facebook Niloofar Rahmani

https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg
https://cdn.insertlive.com/images/placeholder/default_169.jpg

Our Sister Site

mommyasia.id