10 Daftar Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel, Siap Jadi Tontonan Weekend!

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Sabtu, 21 Feb 2026 15:30 WIB
7. Bumi Manusia (2019)
Bumi Manusia (2019)/ Foto : IMDb

Banyak film Indonesia populer ternyata berawal dari novel best seller yang sudah lebih dulu dicintai pembacanya. Cerita yang awalnya hanya bisa dibayangkan lewat tulisan kini hadir dalam bentuk gambar, dialog, dan emosi yang lebih terasa di layar lebar.

Lewat adaptasi ini, berbagai kisah tentang cinta, keluarga, perjuangan hidup, hingga realitas sosial dikemas menjadi tontonan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari cerita berlatar sejarah sampai drama modern, film adaptasi novel selalu punya daya tarik tersendiri karena memberi pengalaman berbeda antara membaca dan menonton.

Kalau kamu penasaran film Indonesia apa saja yang diangkat dari novel, simak daftar lengkapnya di sini!

1. Habibie & Ainun (2012)

Habibie & Ainun (2012)/ Foto :IMDb

Diadaptasi dari novel Habibie & Ainun yang diterbitkan pada 2010 yang ditulis oleh Bacharuddin Jusuf Habibie. Film ini menceritakan kisah cinta nyata antara B.J. Habibie (Reza Rahadian) dan Ainun (Bunga Citra Lestari) yang dimulai sejak masa remaja hingga dewasa.

Hubungan mereka tumbuh dari pertemanan menjadi pernikahan yang penuh dukungan dan pengorbanan. Ainun selalu mendampingi Habibie saat menempuh pendidikan di Jerman dan ketika ia merintis karier sebagai insinyur pesawat terbang.

Konflik muncul saat Habibie harus pulang ke Indonesia untuk mengabdi, sementara Ainun harus beradaptasi dengan kehidupan baru yang penuh keterbatasan. Film ini menampilkan bagaimana cinta, kesetiaan, dan pengorbanan menjadi fondasi kuat dalam rumah tangga mereka.

2. 5 cm (2012)

5 cm (2012)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel 5 cm yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro yang diterbitkan pada 2005. Film ini mengikuti lima sahabat (diperankan oleh Fedi Nuril, Raline Shah, Herjunot Ali, Pevita Pearce, Denny Sumargo) yang memutuskan berpisah sementara demi mengejar mimpi masing-masing.

Setelah tiga bulan tidak bertemu, mereka sepakat mendaki Gunung Semeru. Pendakian ini menjadi perjalanan fisik dan batin yang menguji persahabatan dan keberanian mereka. Di puncak Mahameru, mereka menyadari bahwa mimpi dan kebersamaan adalah hal yang layak diperjuangkan. Film ini mengajarkan pentingnya menjaga mimpi.

3. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka yang diterbitkan pada 1938. Mengisahkan Zainuddin (Herjunot Ali) mencintai Hayati (Pevita Pearce), tetapi hubungan mereka terhalang adat dan status sosial.

Ia dianggap tidak pantas karena latar belakang keluarganya. Hayati dipaksa menikah dengan pria pilihan keluarga, sementara Zainuddin pergi merantau untuk memperbaiki hidup. Ketika Zainuddin telah sukses, mereka kembali bertemu, namun kisah cinta itu berakhir tragis dengan tenggelamnya kapal Van der Wijck.

Film ini menyoroti kerasnya tekanan adat terhadap cinta dan penyesalan yang datang terlambat.

4. Dilan 1990 (2018)

Dilan 1990 (2018)i/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq yang diterbitkan pada 2014. Film ini mengisahkan pertemuan Milea (Vanesha Prescilla) dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan), siswa SMA yang unik dan romantis.

Cara Dilan mendekati Milea yang berbeda membuat Milea perlahan jatuh hati. Namun, hubungan mereka harus menghadapi berbagai konflik seperti permasalahan di sekolah, geng motor, dan sikap Dilan yang keras kepala.

Film ini menggambarkan cinta remaja yang sederhana, manis, dan penuh nostalgia.

5. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019)

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP yang diterbitkan pada 2018. Diangkat ke layar lebar dengan tema yang sama sebuah keluarga yang tampak harmonis, namun menyimpan konflik akibat rahasia masa lalu tentang kehilangan bayi kembar yang akhirnya terungkap.

Melalui sudut pandang Awan (Rachel Amanda), cerita ini menyampaikan pesan tentang menghadapi kegagalan, tumbuh menjadi diri sendiri, dan menerima ketidaksempurnaan. NKCTHI menekankan pentingnya keterbukaan dalam keluarga, keberanian mengungkap luka, serta memahami bahwa kasih sayang orang tua tetap nyata meski mereka tidak sempurna.

6. Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019)

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Imperfect karya Meira Anastasia yang diterbitkan pada 2018. Rara (Jessica Mila) sering merasa rendah diri karena tubuhnya tidak sesuai standar kecantikan. Ia bekerja di perusahaan kosmetik dan kerap diremehkan karena penampilannya.

Demi karier, ia mengubah gaya hidup dan penampilan hingga menjadi sosok yang dianggap “ideal”. Namun, perubahan itu justru membuat hubungannya dengan pacar dan keluarga menjadi renggang. Rara akhirnya belajar bahwa menerima diri sendiri jauh lebih penting daripada memenuhi ekspektasi orang lain. Film ini mengangkat isu body shaming dan pencarian jati diri.

7. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia (2019)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Bumi Manusia yang diterbitkan pada 1980 karya Pramoedya Ananta Toer. Minke (Iqbaal Ramadhan), pemuda pribumi cerdas, jatuh cinta pada Annelies (Mawar Eva de Jongh), gadis keturunan Belanda. Hubungan mereka harus menghadapi diskriminasi rasial dan hukum yang memihak kolonial Belanda.

Minke juga mulai sadar akan ketidakadilan sistem kolonial dan berusaha melawan dengan pemikiran dan tulisan. Konflik semakin tajam saat Annelies harus dibawa ke Belanda karena hukum kolonial.

Film ini menggabungkan kisah cinta dengan kritik sosial tentang penjajahan dan perjuangan identitas bangsa.

8. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas! (2021)

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas! (2021)/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas! karya Eka Kurniawan yang diterbitkan pada 2014. Ajo Kawir (Marthino Lio) mengalami trauma masa kecil.

Ia tumbuh menjadi pria yang gemar berkelahi untuk menutupi rasa rendah diri. Pertemuannya dengan Iteung (Ladya Cheryl), perempuan kuat dan mandiri, mengubah hidupnya. Hubungan mereka penuh kekerasan, emosi, dan kritik sosial.

Film ini menggambarkan maskulinitas, luka batin, dan cara seseorang mencari penerimaan diri di dunia yang keras.

9. Home Sweet Loan (2024)

Home Sweet Loan (2024)/ Foto : IMDb

Home Sweet Loan adalah film drama Indonesia adaptasi novel karya Almira Bastari yang diterbitkan pada 2022. Menyoroti realita pahit, manis kehidupan generasi pekerja muda. Kaluna (Yunita Siregar), anak bungsu yang hidup sebagai sandwich generation harus menghidupi diri sendiri sekaligus membantu kebutuhan keluarga besar.

Ia tinggal serumah dengan orang tua serta kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga, sehingga satu rumah dihuni oleh tiga keluarga sekaligus. Kondisi ini membuat rumah terasa sesak dan tidak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi Kaluna. Di tengah keterbatasan ekonomi, Kaluna bermimpi sederhana, memiliki rumah kecil miliknya sendiri agar bisa hidup lebih mandiri dan tenang.

Ia berusaha menabung dengan disiplin, menekan pengeluaran, bahkan mencari cara agar bisa mendapatkan tambahan uang. Dilema pun muncul ketika Kaluna harus memilih antara mengejar rumah impiannya atau mengorbankan mimpinya demi membantu keluarganya.

10. Catatan Harian Menantu Sinting (2024)

Catatan Harian Menantu Sinting/ Foto : IMDb

Diadaptasi dari novel Catatan Harian Menantu Sinting karya Rosi L. Simamora yang diterbitkan pada 2023. Mengangkat kisah pasangan muda Batak, Minar (Ariel Tatum) dan Sahat (Raditya Dika), yang baru menikah dan harus tinggal serumah dengan Mamak Mertua karena kondisi ekonomi yang belum stabil.

Awalnya, pernikahan mereka dipenuhi cinta dan harapan hidup mandiri, tetapi realita berkata lain, ketika mereka terpaksa menumpang di rumah mertua dan harus menyesuaikan diri dengan aturan keluarga besar Batak yang kental dengan nilai tradisi. Konflik utama muncul dari perbedaan cara pandang antara Minar dan Mamak Mertua tentang makna pernikahan.

Bagi Minar, pernikahan adalah soal kebersamaan dan membangun hidup berdua, sedangkan bagi Mamak Mertua, tujuan utama pernikahan adalah meneruskan marga dengan menghadirkan cucu laki-laki. Tekanan agar segera punya anak membuat Minar berada dalam posisi sulit, apalagi mereka harus tidur di ranjang warisan yang dipercaya membawa keturunan, yang justru menambah beban psikologis sekaligus situasi kocak.

Beauties, itu dia deretan film Indonesia apa saja yang diangkat dari novel. Salah satunya pernah kamu tonton?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE