10 Fakta Negara Cape Verde yang Bikin Argentina Kewalahan di Piala Dunia 2026

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Selasa, 07 Jul 2026 20:00 WIB
1. Lebih Kecil dari Bali
Ilustrasi pemandangan matahari terbenam di wilayah Cape Verde/Foto: Unsplash.com/Felix Brüning

Pertandingan sepak bola di piala dunia 2026 pada Sabtu 4 Juli kemarin antara Cape Verde melawan Argentina sungguh sangat menegangkan. Meski akhirnya kalah, Cape Verde ternyata mampu membuat juara dunia bertahan itu kewalahan. Pertandingan yang terasa seperti babak final ini pun akhirnya banyak yang membuat para penonton kagum dengan ketangguhan para pemain dari negara Cape Verde tersebut. 

Negara yang menarik perhatian di piala dunia 2026 ini merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudra Atlantik Tengah. Negara yang berpenduduk sekitar 600 ribu ini memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

1. Lebih Kecil dari Bali

Ilustrasi pemandangan matahari terbenam di wilayah Cape Verde/Foto: Unsplash.com/Felix Brüning

Siapa sangka Beauties, ternyata Cape Verde memiliki luas yang lebih kecil dari provinsi Bali lho! Melansir dari detikTravelCape Verde memiliki luas sekitar 4.033 km² dibandingkan luas wilayah Bali yang sekitar 5.780 km². Jadi, wilayah Bali sekitar 1,4 kali lipat lebih luas dibandingkan dengan total daratan Cape Verde. 

2. Tidak Ada Penduduk Sebelum Tahun 1456

Ilustrasi wilayah Cape Verde/Foto: Pexels.com/Nico Marín

Melansir dari detikNewskepulauan Tanjung Verde awalnya tidak berpenghuni, hingga kemudian datanglah bangsa Portugis menemukan pulau-pulau tersebut pada tahun 1456. Mereka juga membawa orang Afrika ke pulau-pulau tersebut untuk bekerja di perkebunan Portugis. Hal inilah yang membuat penduduk Cape Verde memiliki campuran keturunan Afrika dan Eropa. 

3. Mendapatkan Kemerdekaan pada Tahun 1975

Ilustrasi bendera negara Cape Verde/Foto: Freepik.com/www.slon.pics

Ternyata negara Cape Verde memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1975 lho! Sebelum itu, negara ini merupakan wilayah koloni Portugal selama ratusan tahun. Karena itulah, bahasa Portugis menjadi bahasa resmi negara Cape Verde. Disamping itu, bahasa Kreol Cabo Verde juga tetap digunakan oleh penduduk.

Sementara itu, dilansir dari The Lagoon, bendera negara Cape Verde juga menggambarkan sejarah kepulauan mereka. Warna biru yang melambangkan laut dan langit, merah dan putih melambangkan jalan menuju perdamaian, dan 10 bintang mewakili setiap pulau yang ada di Cape Verde. 

4. Kondisi Alam yang Sangat Kering

Ilustrasi pegunungan dan pasir Cape Verde/Foto: Unsplash.com/Nick Fewings

Melansir dari Rustic Pathways, negara Cape Verde termasuk salah satu wilayah terkering di dunia. Apalagi dengan perubahan iklim juga semakin mengurangi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian. Hanya 10% lahannya yang cocok untuk pertanian, sehingga kegiatan bercocok tanam menjadi sulit dilakukan. Hal inilah yang membuat sekitar 90% kebutuhan pangan harus diimpor dari luar negeri. 

5. Lebih Banyak Warga Cape Verde yang Memilih Tinggal di Luar Negeri

Ilustrasi tiga orang perempuan warga Cap Verde/Foto: Unsplash.com/Belinda Fewings

Akibat curah hujan yang sedikit dan kurangnya sumber daya alam telah memaksa penduduk Cape Verde untuk beremigrasi. Dengan bekerja di negara lain, mereka dapat memperoleh penghasilan dan menabung demi kehidupan yang lebih baik.

Setelah memiliki tabungan yang cukup, sebagian mereka ada yang kembali ke tanah air. Tetapi banyak juga yang memilih menetap di luar negeri hingga akhir hayat. Hal ini membuat jumlah warga Cape Verde yang tinggal di luar negeri lebih banyak dibandingkan mereka yang tinggal di negaranya sendiri. Komunitas diaspora Cape Verde tersebar di Amerika Serikat, Portugal, Italia, Belanda, Prancis, dan Senegal. 

6. Rumah Bagi Gunung Berapi Aktif

Ilustrasi Pico do Fogo, gunung merapi aktif di Cape Verde/Foto: Pixabay.com/Alexa_Nbg

Beberapa pulau di Cape Verde merupakan pulau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi jutaan tahun lalu.

Salah satunya, Pulau Fogo yang terletak di Sotavento menjadi lokasi gunung berapi tertinggi di Cape Verde. Gunung tersebut adalah Pico do Fogo yang memiliki ketinggian 2.829 meter di atas permukaan laut. Gunung berapi tersebut masih aktif dan telah menjadi ikon wisata. 

7. Tambang Garam Bernama Pedra de Lume

Ilustrasi tambang garam Pedra de Lume, Cape Verde/Foto: Pexels.com/Petr Ganaj

Pulau Sal terkenal karena memiliki Laguna air asin yang kaya akan kandungan garam. Dahulu, penambangan garam menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk Cape Verde dan juga pernah diekspor. 

Tambang garam bernama Pedra de Lume yang ditutup pada tahun 1990-an kini telah menjadi objek wisata populer. Dikelilingi pemandangan gunung yang indah, laguna di Pedra de Lume memiliki kadar garam yang sangat tinggi, sehingga pengunjung dapat mengapung di permukaannya, mirip seperti di laut mati.

8. Tempat Peneluran Penyu Tempayan Ketiga di Dunia

Ilustrasi penyu/Foto: Freepik.com/wirestock

Beauties, ternyata wilayah Cape Verde juga termasuk peneluran terpenting ketiga di dunia bagi penyu tempayan (loggerhead turtles). Sekitar 90% penyu tempayan bertelur di pulau Boa Vista. 

9. Kota Tua dengan Predikat Warisan Dunia UNESCO

Ilustrasi bangunan di Cape Verde/Foto: Unsplash.com/Andreea Munteanu

Kota Cidade Velha yang terletak di Pulau Santiago merupakan satu-satunya Situs Warisan Dunia UNESCO di Cape Verde. Kota tua ini merupakan ibu kota pertama kepulauan tersebut sekaligus kota Eropa pertama yang didirikan di wilayah tropis. 

Pada masa lalu, kota ini menjadi pelabuhan penting yang pernah disinggahi oleh para penjelajah terkenal, seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan. 

Namun, kota ini juga menyimpan sejarah yang kelam. Cidade Velha pernah menjadi salah satu pusat perdagangan budak Atlantik. Diperkirakan sekitar 500.000 orang Afrika yang diperbudak dikirim ke Benua Amerika melalui pelabuhan ini. 

10. Salah Satu Tempat Berkembang Biak Paus Bungkuk

Ilustrasi paus bungkuk/Foto: Unsplash.com/Oliver Tsappis

Selain menjadi tempat habitat penyu, Cape Verde juga merupakan tempat berkembang biak bagi paus bungkuk. Setiap tahun, antara bulan Februari hingga Mei, paus bungkuk bermigrasi ke perairan Cape Verde untuk kawin dan melahirkan anak. Musim terbaik untuk melihat paus bungkuk adalah bulan Maret hingga April. 

Itulah Beauties beberapa fakta menarik tentang negara Cape Verde. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE