Belum lama ini, publik tersentak oleh keberanian aktris Aurelie Moeremans membuka luka masa lalunya lewat buku Broken Strings. Dalam pengakuannya, Aurelie mengisahkan bagaimana ia menjadi korban grooming pada usia 15 tahun.
Kala itu, ia terjebak dalam relasi yang penuh manipulasi, tekanan emosional, hingga kontrol yang perlahan mengikis rasa aman, yang dilakukan oleh seorang pria dengan nama samaran Bobby. Bukan kekerasan fisik yang sejak awal paling terlihat, melainkan rangkaian kata dan perlakuan halus yang semula terasa seperti cinta, namun perlahan berubah menjadi jerat.
Kisahnya pun menjadi pengingat bahwa manipulasi dalam hubungan bukan hanya hadir dalam bentuk ancaman kasar, melainkan lewat kalimat-kalimat yang terdengar manis atau seolah penuh perhatian. Tanpa disadari, ucapan seperti ini bisa membentuk rasa bersalah, menumbuhkan ketergantungan, bahkan membuat seseorang kehilangan batas diri. Sebagai bentuk kewaspadaan, Beauties perlu mengenali beberapa contoh kalimat manipulatif pasangan, seperti dikutip dari buku Broken Strings.