10 Letusan Gunung Terdahsyat di Indonesia Sepanjang Sejarah

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 19 Sep 2026 15:30 WIB
9. Gunung Agung (1963)
Gunung Agung/ Foto: Flickr.com/Man Otick

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar dengan kekayaan hutan tropis dan pegunungan aktif yang luar biasa. Namun, letaknya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), tidak mengherankan jika negara ini rawan dilanda bencana gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Salah satunya, pada tanggal 4-6 September 2026, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi menyebabkan sebaran abu vulkanik dahsyat yang berdampak ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

Dari serangkaian peristiwa erupsi yang tercatat, beberapa di antaranya telah menewaskan ratusan ribu orang, meruntuhkan peradaban, serta merusak infrastruktur dan ekosistem.

Berikut ini daftar 10 letusan gunung terbesar yang pernah terjadi di Indonesia sepanjang sejarah, seperti dikutip dari detikcom.

1. Gunung Toba

Gunung Toba/ Foto: Unsplash.com/Marc St

Danau Toba yang terkenal sebagai ikon kota Medan, Sumatera Utara, sejatinya berasal dari letusan Gunung Toba yang terjadi lebih dari 74.000 tahun yang lalu. Letusannya masuk dalam kategori supervolcano dengan skala VEI 8 (Volcano Explosivity Index), sehingga diakui sebagai salah satu letusan gunung berapi terdahsyat yang pernah terjadi di Bumi.

Ketika meletus, Gunung Toba memuntahkan 2.800 km3 material abu vulkanik dan magma. Sebaran abu vulkaniknya menyebar menutupi atmosfer bumi. Langit menjadi gelap selama bertahun-tahun, bahkan suhu bumi turun drastis, sehingga memicu musim dingin panjang.

Sebanyak 90% populasi manusia purba dikabarkan meninggal dunia, bahkan hampir menyebabkan kepunahan pada saat itu.

Sepanjang sejarahnya, Gunung Toba tercatat pernah mengalami beberapa kali letusan yang sangat dahsyat. Letusan besar pertamanya terjadi sekitar 1,2 juta tahun lalu, dengan letusan skala VEI 6 yang membentuk kaldera di bagian utara danau.

Letusan kedua terjadi sekitar 840 ribu tahun lalu, menyebabkan letusan super besar dengan skala VEI 8 yang membentuk kaldera di bagian selatan. Sementara itu, letusan ketiga terjadi sekitar 500 ribu tahun lalu dengan skala yang lebih kecil di area utara.

2. Gunung Samalas (1257)

Gunung Samalas/ Foto: Petter Lindgren

Pada tahun 1257, Gunung Samalas di Lombok juga pernah mengalami letusan terdahsyatnya. Dengan kekuatan mencapai skala VEI 7, gunung ini memuntahkan lebih dari 100 km3 material vulkanik.

Berdasarkan catatan sejarah, letusan maha dahsyat tersebut meruntuhkan tubuh utama Gunung Samalas dari ketinggian 4.200 mdpl menjadi 3.726 mdpl, yang kalderanya kini dikenal sebagai Danau Segara Anak di kawasan Gunung Rinjani.

Akibat dari letusan gunung ini, aerosol sulfatnya menyebar ke seluruh dunia sehingga menyebabkan krisis iklim global, gagal panen, serta fenomena “tahun yang gelap” di Eropa.

3. Gunung Raung (1586)

Gunung Raung/ Foto: Flickr.com/Tempo Dulu

Gunung Raung merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Pulau Jawa. Aktivitas vulkaniknya terekam sejak 1586 sampai saat ini, bahkan beberapa kali letusan gunung ini tercatat sebagai yang paling besar.

Letusan terdahsyat dan pertamanya terjadi pada tahun 1586, di mana merusak wilayah di sekitar gunung dan memakan banyak korban jiwa. Saat itu, ledakan gunung ini disebut bersifat eksplosif dan bisa meledak kapan saja.

Letusan besar lanjutan Gunung Raung terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Gunung ini kembali meletus pada tahun 1597, tahun 1638, tahun 1890, tahun 1953, tahun 1956, hingga terakhir di tahun 2015, yang menyebabkan abu vulkanik tebal hingga menutup sejumlah bandara di Jawa dan Bali.

4. Gunung Papandayan (1772)

Gunung Papandayan/ Foto: Unsplash.com/Idris Hasibuan

Dalam catatan sejarah, Gunung Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus dan meningkat aktivitasnya. Salah satu letusan besar terjadi pada tahun 1772, yang menghancurkan gunung itu sendiri.

Runtuhnya sebagian besar tubuh gunung di sisi tenggara dan timur laut menyebabkan 40 perkampungan di sekitarnya hancur. Tercatat sekitar 3.000 jiwa meninggal dunia akibat tertimbun material vulkanik.

Letusan dahsyat ini pun membentuk kawah atau kaldera besar di dalamnya, serta area terkenal seperti Hutan Mati Papandayan, yang kini menjadi spot ikonis di gunung ini.

5. Gunung Tambora (1815)

Gunung Tambora/ Foto: Flickr.com/Teguh Ardiansyah

Meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tercatat sebagai salah satu bencana terbesar dalam catatan sejarah dunia. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1815, di mana letusan gunung ini mencapai tingkat VEI 7.

Letusan itu melepaskan sekitar 150 km3 material vulkanik, dengan suara ledakan yang setara 800 megaton TNT. Suaranya bahkan terdengar hingga ke Pulau Sumatera yang berada 1.930 km jauhnya.

Tidak hanya suaranya yang besar, erupsi gunung ini juga sempat membuat suhu bumi berkurang sekitar 0,4 – 0,7 derajat Celcius. Hal itu menyebabkan “tahun tanpa musim panas” di Eropa dan Amerika karena abu vulkanik menutupi atmosfer bumi.

Jumlah korban jiwa akibat ledakan Gunung Tambora diperkirakan mencapai 71.000 hingga 92.000 jiwa.

6. Gunung Merapi (1872, 1930, dan 2010)

Gunung Merapi/ Foto: Unsplash.com/Fahrul Razi

Dari sekian nama gunung yang pernah meletus besar, Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang paling sering mengalami erupsi. Gunung yang terletak di Yogyakarta ini pernah mengalami letusan besar pada tahun 1872, 1930, dan 2010.

Letusan tahun 1872 merupakan letusan paling eksplosif dan mematikan sepanjang sejarah yang berlangsung selama lima hari tanpa henti. Awan panas dan material vulkanik menutupi permukiman di bawahnya.

Selanjutnya, pada tahun 1930 tercatat sebagai salah satu erupsi terdahsyat dengan mengeluarkan awan panas sejauh 20 km. Letusan ini menghancurkan sekitar 23 desa dan menewaskan 1.369 jiwa.

Tak cukup sampai di situ, Gunung Merapi kembali mengalami erupsi besar dalam 100 tahun terakhir dengan skala VEI tingkat 4. Akibatnya, sebanyak 300 jiwa meninggal dunia, termasuk juru kunci Mbah Maridjan, dan abu vulkaniknya menyebar hingga ke wilayah Jawa Barat.

7. Gunung Krakatau (1883)

Gunung Anak Krakatau/ Foto: Flickr.com/buitenzorger

Sekitar tanggal 26-27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan yang luar biasa. Gunung yang berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini mengeluarkan jutaan ton batu, debu, magma, dan material vulkanik.

Runtuhnya sebagian tubuh gunung ke laut turut memicu tsunami besar, gelombang setinggi 40 meter itu menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan menghancurkan pulau-pulau di sekitarnya.

Kekuatan energi yang dilepaskan diperkirakan mencapai 200 megaton TNT atau setara ribuan kali bom atom Hiroshima – Nagasaki. Suaranya pun terdengar hingga ribuan kilometer, bahkan hingga ke Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika.

Dampak dari letusan ini, Gunung Krakatau melahirkan gunung baru yang dikenal dengan “Gunung Anak Krakatau” yang masih aktif sampai saat ini. Bahkan, baru-baru ini mengalami erupsi, di mana abu vulkaniknya menyebar hingga wilayah Jabodetabek.

8. Gunung Kelud (1919)

Gunung Kelud/ Foto: Unsplash.com/Bisma Mahendra

Selain Gunung Raung, Gunung Kelud juga termasuk salah satu gunung berapi di Jawa Timur yang masih aktif sampai saat ini.

Sepanjang sejarahnya, gunung ini telah meletus lebih dari 30 kali, sejak tahun 1901 hingga 2014. Namun, letusan terdahsyatnya terjadi pada tanggal 20 Mei 1919 dengan skala 5 VEI.

Erupsi besar tersebut menghancurkan kawasan Kediri dan Blitar. Sekitar 15.000 hektar lahan rusak parah dan menewaskan sekitar 5.160 korban jiwa akibat banjir lahar panas serta material vulkanik.

9. Gunung Agung (1963)

Gunung Agung/ Foto: Flickr.com/Man Otick

Gunung tertinggi di Pulau Bali, Gunung Agung pernah meletus dahsyat pada tahun 1963. Dengan kekuatan mencapai skala VEI 5, gunung ini menyemburkan abu vulkanik hingga belasan kilometer.

Dampak kerusakannya nggak main-main, menghancurkan sebagian besar wilayah dan infrastruktur di timur Bali, serta mengubur perkampungan dengan lahar panas dan material vulkanik.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 1.549 orang dikabarkan meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka.

10. Gunung Galunggung (1982 – 1983)

Ilustrasi Gunung Galunggung/ Foto: Unsplash.com/Inisial M

Dalam sejarahnya, Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat, pernah meletus beberapa kali hingga letusan terdahsyat terjadi di era modern pada tanggal 5 April 1982. Letusan ini berlangsung selama sembilan bulan hingga Januari 1983.

Semburan abu vulkanik setinggi 35 kilometer sempat menyebabkan gangguan penerbangan internasional. Abu tebalnya bahkan membuat langit di sebagian Pulau Jawa hingga Australia jadi gelap.

Akibat peristiwa ini, ada sekitar 4.011 jiwa meninggal dunia dan menghancurkan 114 desa di sekitarnya. Hal ini memicu transmigrasi besar-besaran karena banyak warga yang kehilangan tempat tinggal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

RELATED ARTICLE