10 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Slice Of Life yang Relate dengan Kehidupan Sehari-hari

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Jumat, 30 Jan 2026 15:15 WIB
1. Cek Toko Sebelah (2016)
Cek Toko Sebelah (2016)/ Foto : IMDb

Film bertema slice of life selalu punya tempat tersendiri di hati penonton karena ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari masalah keluarga, tekanan ekonomi, hingga perjuangan mencari jati diri, film-film ini menggambarkan realita yang sering kita alami tanpa harus dibumbui konflik yang berlebihan.

Lewat konflik kecil yang relate namun emosional, film Indonesia bertema slice of life berhasil menyentuh perasaan dengan cara yang jujur dan hangat. Kita diajak melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Kalau kamu suka tontonan yang terasa dekat dengan kehidupan nyata dan penuh makna, deretan film berikut wajib masuk daftar tontonmu. Yuk, simak rekomendasinya!

1. Cek Toko Sebelah (2016)

Cek Toko Sebelah (2016)/ Foto : IMDb

Erwin (Ernest Prakasa) sudah berencana pergi ke Singapura untuk naik jabatan dari pekerjaannya yang mapan. Namun, hidupnya berubah saat ayahnya, Koh Afuk (Chew Kin Wah), jatuh sakit dan memintanya kembali mengurus toko kelontong keluarga.

Padahal, Erwin sudah punya rencana hidup mandiri dengan pekerjaan yang stabil dan tak pernah terpikir untuk mengurus toko itu. Masalah makin rumit karena kakaknya, Yohan (Dion Wiyoko), merasa selalu dipandang gagal oleh ayah mereka. Persaingan dan luka lama dalam keluarga pun kembali muncul.

2. Imperfect (2019)

Imperfect (2019)/ Foto : IMDb

Imperfect bercerita tentang Rara (Jessica Mila) yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik dan dikenal sebagai karyawan yang pintar serta berdedikasi. Namun, ia sering diremehkan karena bentuk tubuh dan penampilannya tidak sesuai dengan standar kecantikan. Komentar dari rekan kerja dan lingkungan sekitar membuat Rara sering merasa tidak percaya diri, meskipun pacarnya, Dika (Reza Rahadian), selalu mendukung dan mencintainya apa adanya.

Ketika Rara mendapat peluang promosi jabatan, ia merasa harus mengubah penampilan agar terlihat “layak” dan diterima. Ia mulai diet ketat dan mengubah gaya hidupnya demi memenuhi ekspektasi lingkungan kerja. Namun, perubahan itu justru membuat Rara kehilangan jati diri dan menjauh dari orang-orang yang menyayanginya. 

3. Keluarga Cemara (2019)

Keluarga Cemara (2019)/ Foto : IMDb

Abah (Ringgo Agus Rahman) dan Emak (Nirina Zubir) harus menerima kenyataan pahit ketika usaha mereka bangkrut. Dari kehidupan yang mapan di Jakarta, keluarga kecil ini terpaksa pindah ke desa dan hidup dengan kondisi yang jauh lebih sederhana. Rumah kecil, penghasilan terbatas, dan lingkungan baru menjadi tantangan besar bagi mereka.

Di tengah kesulitan, Abah dan Emak berusaha tetap tegar demi kedua anaknya, Euis dan Ara, yang juga harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru. Meski sering merasa lelah dan putus asa, mereka belajar untuk saling menguatkan dan tidak menyerah pada keadaan.

Film Keluarga Cemara menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari harta, melainkan dari rasa saling memiliki, kebersamaan, dan cinta dalam keluarga.

4. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)/ Foto : IMDb

Keluarga Narendra terlihat harmonis dari luar, tetapi sebenarnya menyimpan luka lama yang belum pernah dibicarakan. Awan (Rachel Amanda), si bungsu, tumbuh dengan tekanan dari ayahnya yang perfeksionis. Sementara itu, kedua kakaknya, Angkasa dan Aurora, juga memendam masalah dan perasaan masing-masing tanpa pernah benar-benar terbuka satu sama lain.

Ketika rahasia tentang kehilangan bayi kembar di masa lalu akhirnya terungkap, hubungan keluarga mereka pun terguncang. Semua emosi yang selama ini dipendam muncul ke permukaan.

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini menggambarkan bagaimana trauma, kegagalan, dan ketakutan bisa diwariskan dalam keluarga jika tidak dibicarakan. Di sisi lain, film ini juga menekankan pentingnya kejujuran, saling memahami, dan keberanian untuk menghadapi masa lalu demi memperbaiki hubungan keluarga.

5. Losmen Bu Broto (2021)

Losmen Bu Broto (2021)/ Foto : IMDb

Keluarga Broto mengelola sebuah losmen sederhana di Yogyakarta yang terkenal ramah dan hangat. Tarjo (Maudy Ayunda), anak bungsu keluarga Broto, diam-diam menjalin hubungan dengan Danang (Reza Rahadian), seorang pria yang ternyata sudah beristri dan pernah menginap di losmen mereka.

Hubungan ini memicu konflik besar dalam keluarga yang sangat menjunjung nilai kesopanan dan adat. Di balik suasana losmen yang terlihat tenang, muncul pergulatan batin tentang cinta, rasa bersalah, dan tanggung jawab.

Losmen Bu Broto menunjukkan bagaimana perasaan pribadi bisa berbenturan dengan nilai keluarga, serta betapa sulitnya mengambil keputusan saat hati dan prinsip saling bertolak belakang.

6. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)

Ngeri-Ngeri Sedap (2022)/ Foto : IMDb

Ngeri-Ngeri Sedap bercerita tentang Pak Domu (Arswendy Bening Swara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal di kampung halaman Batak dan sangat merindukan anak-anak mereka yang merantau. Karena jarang dikunjungi, mereka pun nekat berpura-pura ingin bercerai agar anak-anaknya pulang ke rumah.

Saat semua anak akhirnya pulang, masalah lama yang selama ini dipendam ikut muncul. Perbedaan cara pandang, luka masa kecil, dan perasaan tidak pernah didengar membuat suasana rumah jadi panas. Meski dibalut humor khas Batak, film ini menggambarkan rindu orang tua, konflik keluarga, dan arti pulang sebagai tempat untuk berdamai.

7. 1 Kakak 7 Ponakan (2024)

1 Kakak 7 Ponakan (2024)/ Foto : IMDb

Moko (Chicco Kurniawan) adalah pria muda yang hidupnya masih dipenuhi urusan pekerjaan dan rencana pribadi. Namun, hidupnya berubah drastis ketika kakaknya meninggal dunia dan ia harus mengasuh tujuh keponakannya sekaligus. Tanpa pengalaman mengurus anak, Moko merasa kewalahan menghadapi rutinitas baru yang penuh tanggung jawab.

Seiring berjalannya waktu, Moko mulai belajar menyesuaikan diri dan tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa. Ia harus mengorbankan banyak hal demi anak-anak itu, sekaligus menghadapi rasa kehilangan yang belum sepenuhnya sembuh.

1 Kakak 7 Ponakan menggambarkan keluarga yang terbentuk karena keadaan, bukan karena rencana, serta makna pengorbanan dan kedewasaan.

8. Home Sweet Loan (2024)

Home Sweet Loan (2024)/ Foto : IMDb

Kaluna (Yunita Siregar) adalah karyawan kantoran yang punya mimpi sederhana, memiliki rumah sendiri. Namun, ia masih tinggal bersama orang tua dan kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang justru terasa sempit, bising, dan penuh tekanan, membuat Kaluna sering merasa tidak punya ruang untuk dirinya sendiri.

Sebagai bagian dari generasi sandwich, Kaluna harus membantu keuangan keluarga sambil tetap menabung demi impiannya. Ia terjebak di antara kewajiban terhadap keluarga dan keinginan untuk hidup mandiri. Dengan dukungan sahabat-sahabatnya, Kaluna berusaha bertahan dan memperjuangkan masa depannya.

9. Bila Esok Ibu Tiada (2024)

Bila Esok Ibu Tiada (2024)/ Foto : IMDb

Bila Esok Ibu Tiada mengisahkan perjuangan Ibu Rahmi (Christine Hakim) yang membesarkan empat anaknya seorang diri setelah suaminya, Haryo (Slamet Rahardjo), meninggal dunia. Di tengah keterbatasan ekonomi, Rahmi berusaha menjaga keluarganya tetap utuh dan rukun.

Namun, anak sulungnya, Ranika (Adinia Wirasti), mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga memiliki sifat yang keras dan otoriter membuat hubungan dengan adik-adiknya menjadi renggang.

Rania, Rangga, dan Hening merasa tertekan dan tidak didengar. Pertengkaran demi pertengkaran membuat suasana rumah semakin tidak harmonis. Rahmi hanya bisa berharap anak-anaknya tetap saling menyayangi. Titik balik terjadi ketika keluarga ini harus menghadapi kehilangan terbesar. Kepergian sang ibu membuat mereka menyadari betapa besar pengorbanannya selama ini.

10. Keluarga Super Irit (2025)

Keluarga Super Irit (2025)/ Foto : IMDb

Film Keluarga Super Irit mengisahkan keluarga Sukaharta yang terdiri dari Toni (Dwi Sasono), Linda (Widi Mulia), dan ketiga anak mereka. Kehidupan mereka berubah drastis ketika gaji Toni dipotong di kantor, membuat kondisi keuangan keluarga goyah. Demi bertahan hidup di kota besar dengan biaya tinggi, mereka terpaksa pindah ke tempat tinggal yang jauh lebih sempit di atas sebuah ruko. Dari situ, keluarga ini mulai menerapkan gaya hidup super hemat yang tidak biasa.

Berbagai cara ekstrem mereka lakukan untuk menekan pengeluaran dengan cara yang absurd. Meski sering menimbulkan situasi lucu dan memalukan, kebiasaan ini justru mempererat hubungan mereka sebagai keluarga. Di balik komedi tentang frugal living, film ini menampilkan perjuangan keluarga kecil menjaga keharmonisan, saling mendukung, dan menemukan arti bahagia di tengah keterbatasan ekonomi.

Beauties, itu dia rekomendasi film Indonesia bertema slice of life yang paling relate dengan kehidupan sehari-hari. Mau menontonnya untuk akhir pekan ini?

____ 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE