10 Tanda Orang Belum Dewasa secara Emosional

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 22 Oct 2026 10:30 WIB
9. Mudah Menyimpan Dendam
Ilustrasi mudah menyimpan dendam/ Foto: Magnific.com/benzoix

Kedewasaan emosional tidak dapat diukur hanya dari usia, melainkan dari cara seseorang merespons tekanan, bertanggung jawab, serta menyikapi sebuah masalah dengan pola pikir yang positif.

Orang yang belum dewasa secara emosional dapat diketahui dari perilakunya sehari-hari. Dengan mengetahui ciri-cirinya, maka bisa membantu saat harus berhadapan dengan mereka dan tidak terpengaruh oleh energinya.

Lantas, apa saja tanda orang yang belum dewasa secara emosional? Dilansir dari Verywell Health, berikut rangkuman informasinya. Simak!

1. Selalu Menghindari Masalah

Ilustrasi menghindari masalah/ Foto: Magnific.com/pressfoto

Orang yang belum dewasa secara emosional cenderung menghindari masalah dan situasi yang sulit. Itu karena mereka kesulitan menghadapi ketidaknyamanan, tidak mampu berpikir kritis, atau berpikiran terbuka untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain.

Alih-alih menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada, mereka justru sering mengulur waktu, mengalihkan topik, atau berpura-pura tidak tahu ketika diajak membicarakan masalah serius atau dihadapkan pada topik yang berat.

2. Tidak Bertanggung Jawab

Ilustrasi tidak bertanggung jawab/ Foto: Magnific.com/magnific

Kematangan emosional seseorang juga bisa dilihat dari kemampuan mereka dalam bertanggung jawab atau mengambil keputusan. Orang yang belum dewasa secara emosional akan melempar kesalahan kepada orang lain dan berkata “Ini bukan salah aku”.

Saat melakukan kesalahan kecil sekali pun, mereka cenderung menghindar dan tidak mengakuinya. Tak heran jika kalimat permintaan maaf jarang terdengar dari mereka karena sering merasa tidak bersalah.

3. Kurang Empati

Ilustrasi kurang empati/ Foto: Magnific.com/bearfotos

Menunjukkan empati kepada orang lain merupakan salah satu tanda bahwa seseorang telah dewasa secara psikologis. Namun sebaliknya, orang yang belum dewasa secara emosional cenderung tidak peduli dengan perasaan atau situasi orang di sekitarnya.

Misalnya saja, saat orang lain curhat atau mengalami masalah, mereka justru sering mengalihkan pembicaraan ke diri sendiri atau menanggapinya dengan candaan yang tidak tepat.

Mereka sulit melihat situasi dari sudut pandang orang lain dan hanya peduli pada kenyamanan atau perasaan pribadinya. Bahkan, ketika ada yang tersinggung dengan sikap atau perkataan mereka, mereka akan menyalahkan balik dengan alasan “Kamu saja yang terlalu baper”.

4. Egois

Ilustrasi orang yang egois/ Foto: Magnific.com/yanalya

Semakin bertambahnya usia, seseorang seharusnya tidak hanya bertambah pengalaman, tetapi juga semakin bisa memahami bagaimana cara memperlakukan orang lain dengan baik.

Sayangnya, orang yang belum dewasa secara emosional sering hanya memikirkan diri sendiri dan mengabaikan pendapat orang lain. Mereka sulit menerima kritik, bahkan dari orang terdekat. Tak heran jika orang-orang di sekitarnya menjadi enggan memberi masukan.

5. Sering Self-Centered

Ilustrasi orang yang self-centered/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Seseorang yang tidak dewasa secara emosional selalu menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian atau self-centered. Mereka berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling penting sehingga sulit menerima pendapat atau kritik dari orang lain.

Saat mengobrol, mereka akan selalu mengambil alih percakapan agar topik kembali ke dirinya. Mereka akan berkata “Kalau aku sih...” atau “Mending kamu, lah aku...” untuk menarik perhatian dan semua orang berfokus padanya.

6. Kurang Kemampuan Komunikasi

Ilustrasi komunikasi yang buruk/ Foto: Magnific.com/pressfoto

Komunikasi merupakan kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat. Sayangnya, nggak semua orang memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Misalnya saja, orang dengan kecerdasan emosional yang rendah.

Orang seperti ini akan sulit diajak berkomunikasi dengan baik, terutama saat mereka disalahkan, terancam, atau terpojok dalam suatu konflik. Mereka cenderung menyangkal kesalahan, berbohong, atau melontarkan ejekan dan kata-kata yang menyakitkan untuk menyangkal yang telah dilakukan.

7. Berperilaku Impulsif

Ilustrasi berperilaku impulsif/ Foto: Magnific.com/Drazen Zigic

Alih-alih berpikir sebelum bertindak, orang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional sering kali berperilaku impulsif. Misalnya, marah meledak-ledak, meninggikan suara, mengeluarkan kalimat yang menyakitkan, atau pergi secara tiba-tiba, ketika berada dalam suatu masalah atau situasi yang tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

Mereka cenderung meluapkan perasaan tanpa dipikir terlebih dahulu. Itu karena mereka tidak tahu bagaimana berbicara secara logis tanpa menjadi emosional.

8. Selalu Bersikap Defensif

Ilustrasi bersikap defensif/ Foto: Magnific.com/magnific

Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan, baik itu hal kecil maupun besar. Namun, alih-alih mengakui kesalahan, orang yang tidak dewasa secara emosional justru akan bersikap defensif dan menyalahkan orang lain.

Mereka enggan bertanggung jawab atas kesalahan atau kegagalan yang dibuat dan malah membela diri dengan berbagai alasan. Mereka menganggap kritik atau masukan sebagai serangan pribadi yang dapat menjatuhkan harga diri mereka.

Sikap seperti ini yang tanpa disadari membuat mereka sulit untuk berkembang dan belajar dari kesalahan.

9. Mudah Menyimpan Dendam

Ilustrasi mudah menyimpan dendam/ Foto: Magnific.com/benzoix

Ketidakdewasaan emosional seseorang juga bisa dilihat dari sikapnya yang mudah menyimpan dendam. Orang seperti ini sering merasa gengsi atau sulit mengendalikan egonya saat tersinggung. Mereka cenderung menganggap setiap kesalahan kecil sebagai serangan pribadi yang terus diingat dalam waktu lama.

Dibanding fokus mencari solusi atau berdamai dengan situasi, mereka justru hobi mengungkit-ungkit kesalahan lama karena merasa dirinya selalu benar. Jika dibiarkan, kebiasaan menyimpan dendam bisa merusak hubungan sosial, mengganggu kesehatan mental, dan memicu stres.

10. Sulit Jujur dengan Diri Sendiri

Ilustrasi sulit jujur dengan diri sendiri/ Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Ketidakmampuan seseorang untuk jujur terhadap perasaannya sendiri bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki kematangan emosional yang rendah.

Ada ketidaksesuaian antara apa yang mereka rasakan dan apa yang dikatakan. Mereka kerap menutupi kelemahan dengan mencari pembenaran untuk menutupi kesalahan agar citranya tetap terlihat sempurna.

Mereka juga enggan introspeksi diri dan lebih memilih menyalahkan keadaan atau orang lain atas apa yang terjadi.

Nah, itulah beberapa tanda orang yang belum dewasa secara emosional. Pada dasarnya, kedewasaan seseorang tidak dapat ditentukan dari usianya, melainkan bagaimana kamu mau terus belajar dan bertumbuh.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE