5 Ciri Kepribadian Orang yang Tanpa Sadar Egois dalam Kehidupan Sehari-hari
Terkadang, orang suka tidak sadar bahwa dirinya telah bertindak sebagai pribadi yang egois. Terlalu mementingkan diri sendiri secara berlebihan, hanya fokus pada kebutuhan dan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan perasaan atau kepentingan orang lain.
Lantas, adakah ciri-ciri yang lebih spesifik yang menggambarkan orang egois? Berikut ulasannya, lima kepribadian orang egois menurut psikolog dan penelitian.
1. Mendominasi Percakapan: Percakapan Selalu Berakhir Tentangnya
Ilustrasi orang mengobrol/Foto: Frepik.com/freepik
Orang yang keseringan mendominasi percakapan hingga percakapan selalu berakhir tentangnya adalah ciri orang yang egois.
Orang egois selalu banyak berbicara tanpa memberi kesempatan orang lain untuk bercerita. Contoh nyatanya seperti diajak curhat malah adu nasib. Niat minta didengarkan, malah dianya yang banyak ngomong.
Dr. Aimee Daramus, PsyD, seorang psikolog klinis berlisensi menjelaskan bahwa orang egois sering kali bicara paling banyak. “Saat berbicara dengan mereka, seolah-olah topik selalu berputar pada kehidupan, pencapaian, dan masalah mereka,” ujarnya, mengutip Verywell Mind.
2. Sulit Merayakan Kesuksesan Orang Lain
Ilustrasi orang yang satu senang yang satu cemberut/Foto: Freepik.com/karlyukav
Pernah di posisi berbagi kabar baik sama orang, tapi responnya hanya sebatas, “Oh… itu bagus”, meremehkan pencapaianmu, membuat kamu meragukan kesuksesanmu sendiri, hingga segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain?
Ternyata, respon seperti itu adalah ciri kepribadian orang yang egois. Orang-orang egois menilai hidup sebagai kompetisi. Jadi, ia tidak sepenuhnya bahagia ketika orang lain terutama orang terdekat lebih sukses darinya. Ia merasa terancam dengan pencapaian itu.
Melansir Global English Editing, psikolog Abraham Maslow mengatakan bahwa orang yang egois hanya akan/ingin merayakan keberhasilan ketika merekalah yang menjadi pusat perhatian. Mereka jarang menawarkan dukungan secara tulus.
3. Hanya Ada atau Muncul Saat Butuh
Ilustrasi orang yang menolak dimintai tolong/Foto: Freepik.com/shurkin_son
“Sosok teman yang ada saat senang dan menghilang saat rekannya susah” juga menjadi bagian dari orang egois. Bahkan, ciri orang egois yang paling memalukan. Mereka hanya hadir ketika keuntungan ada di pihaknya.
Orang egois senang hati menerima bantuan tetapi jarang membalasnya dan menghilang ketika orang terdekat sedang mengalami masa-masa sulit.
Social exchange theory dalam buku International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (Second Edition) (2015) menjelaskan, hubungan yang sehat dibangun atas dasar timbal balik. Individu yang egois mendistorsi prinsip ini dengan memaksimalkan “keuntungannya” sambil meminimalkan “usahanya.”
4. Sering Minta Dimengerti, Tapi Dirinya Sendiri Kurang Empati dengan Orang Lain
Ilustrasi orang mencari perhatian orang di sampingnya/Foto: Freepik.com/stockking
Pernah menemukan orang yang maunya dimengerti terus-menerus tapi jarang introspeksi diri? Seringnya minta dimengerti, tetapi dirinya sendiri kurang berempati dengan orang lain. Padahal, dunia ini tidak hanya berpusat tentang dia.
Studi yang dikutip Global English Editing, menunjukkan bahwa orang yang sangat fokus pada diri sendiri cenderung sulit memahami sudut pandang dan perasaan orang lain. Mereka lebih peduli tentang melindungi citra dirinya daripada memperhatikan dunia emosional orang lain.
Orang egois sering berasumsi bahwa mereka akan menjadi prioritas utama semua orang, bahkan ketika orang lain telah mengantre, bekerja keras, dan sebagainya.
5. Suka Menyalahkan dan Mengkambing Hitamkan Orang Lain, Padahal Dirinya yang Bersalah
Ilustrasi orang yang menyalahkan orang lain/Foto: Freepik.com/freepik
Yap, orang yang suka menyalahkan, menggunakan orang lain sebagai kambing hitam, bahkan untuk kesalahan kecil hingga gengsi untuk meminta maaf atas kesalahannya sendiri termasuk ciri orang yang egois.
Orang egois jarang bertanggung jawab, tetapi cepat menyalahkan orang lain. Ketika sesuatu berjalan salah, orang-orang egois jarang menanyakan, “apakah ada kesalahan/kekeliruan atas apa yang aku kerjakan untuk proyek ini?” Sebaliknya, mereka cepat mengalihkan kesalahan atau melempar tanggung jawab.
Bagi orang-orang egois, akuntabilitas sangat mengancam citra dirinya. Alhasil, mereka secara naluriah melimpahkan kesalahannya kepada orang lain.
Nah, itu dia lima ciri kepribadian orang egois. Apakah dari kelima itu, ada dalam diri, Beauties? Semoga tidak, ya!
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!