10 Tradisi Unik Perayaan Valentine di Berbagai Negara

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 14 Feb 2026 15:30 WIB
10 Tradisi Unik Perayaan Valentine di Berbagai Negara
Tradisi unik perayaan Valentine di berbagai negara/ Foto: Freepik.com/freepik

Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari identik dengan cokelat dan bunga mawar. Namun, tahukah kamu bahwa di beberapa negara, momen ini justru dirayakan dengan cara yang unik dan nggak biasa?

Alih-alih memberikan sekotak cokelat atau hadiah romantis, rupanya ada beragam tradisi yang dilakukan selama bertahun-tahun untuk merayakan hari penuh cinta ini, dan berkembang menjadi bagian dari budaya mereka.

Lantas, seperti apa keseruan tradisi unik perayaan Valentine di berbagai negara? Dilansir dari Today, berikut rangkuman informasinya. Simak!

1. Jepang: Perempuan yang Memberi Cokelat

Ilustrasi perempuan memberi cokelat saat Valentine di Jepang/ Foto: Freepik.com/freepik

Kalau biasanya laki-laki yang memberikan cokelat kepada perempuan. Di Jepang, perempuan lah yang justru memberikan cokelat kepada laki-laki sebagai bentuk kasih sayang, perhatian, atau sekedar ungkapan terima kasih.

Tradisi unik ini berawal dari strategi pemasaran perusahaan cokelat di Jepang pada tahun 1930-an, yang kemudian populer dan ditiru oleh masyarakat sampai saat ini.

Menariknya, cokelat yang diberikan memiliki maknanya masing-masing. Misalnya, ‘honmei-choco’ sebutan untuk perempuan yang memberikan cokelat kepada kekasih, suami, atau seseorang yang disukai. Ada juga ‘giri-choco’ cokelat yang diberikan kepada rekan kerja sebagai bentuk terima kasih, tanpa maksud romantis. Sedangkan ‘tomo-choco’ cokelat yang diberikan antar teman perempuan sebagai bentuk persahabatan.

Umumnya, laki-laki akan membalas pemberian cokelat tersebut sebulan kemudian, tepatnya pada 14 Maret yang dikenal sebagai White Day.

2. Korea Selatan: Perempuan yang Memberi Cokelat

Ilustrasi perempuan memberi cokelat saat Valentine di Korea Selatan/ Foto: Freepik.com/stockking

Alih-alih saling bertukar hadiah, perayaan Valentine di Korea Selatan juga tak jauh berbeda dengan tradisi di Negeri Sakura. Perempuan lah yang akan memberikan cokelat kepada laki-laki, baik itu kekasih, suami, rekan kerja, maupun orang yang disukai.

Tradisi ini unik dan menarik karena memiliki peran terbalik dibanding negara Barat. Meski begitu, laki-laki akan membalas pemberian cokelat dengan hadiah yang lebih berharga pada 14 Maret, atau yang dikenal dengan White Day.

Sementara itu, bagi orang yang tidak menerima cokelat atau hadiah apa pun pada kedua hari kasih sayang tersebut akan berkumpul makan mi hitam (jjajangmyeon) pada 14 April, untuk merayakan status single mereka, atau disebut sebagai Black Day.

3. Wales: Mengukir Sendok Kayu

Ilustrasi mengukir sendok kayu saat Valentine di Wales/ Foto: Unsplash.com/Sander Hallaste

Perayaan Valentine yang umumnya diperingati setiap 14 Februari, tetapi di Wales, kamu tidak akan menjumpai penduduknya merayakan hari kasih sayang di tanggal tersebut. Mereka justru merayakan tradisi Valentine pada 25 Januari dengan nama Dydd Santes Dwynwen.

Uniknya, hadiah yang diberikan bukanlah cokelat atau bunga, melainkan sendok cinta (lovespoon). Para pria akan memberikan sendok kayu yang diukir dengan simbol cinta untuk kekasihnya. Setiap ukiran memiliki makna tersendiri, seperti kunci yang melambangkan hati yang terkunci dan roda yang bermakna kerja keras.

4. Filipina: Pernikahan Massal

Ilustrasi pernikahan massal di Filipina/ Foto: Freepik.com/jcomp

Di Filipina, Valentine menjadi momen spesial untuk melaksanakan pernikahan massal, atau yang dikenal dengan Kasalang Bayan. Jumlah pasangan yang menikah pun nggak sedikit, bisa mencapai ratusan pasangan.

Mereka akan berkumpul di tempat-tempat publik seperti mal, taman, atau balai kota untuk mengikrarkan janji suci mereka secara bersamaan. Tradisi ini tidak hanya sekadar merayakan cinta tetapi juga membantu pasangan-pasangan yang kesulitan dengan biaya pernikahan.

5. Denmark: Bertukar Tetesan Salju dan Kartu Gaekkebrev yang Misterius

Ilustrasi bertukar tetesan salju di Denmark/ Foto: Freepik.com/freepik

Sejak 1990, Hari Valentine dijadikan hari libur nasional di Denmark. Masyarakat Denmark akan bertukar tetesan salju kepada kekasih atau orang yang disayangi. Tetesan salju tersebut disebut dengan bunga putih.

Selain itu, beberapa laki-laki Denmark juga kerap memberi surat lelucon yang disebut Gaekkebrev. Surat tersebut biasanya berisi puisi atau sajak lucu yang ditulis tangan dengan desain yang kreatif. Pengirim surat hanya menandai suratnya dengan tandatangan atau titik-titik yang jumlahnya sesuai jumlah huruf dalam namanya.

Nantinya, penerima surat harus menebak siapa pengirimnya dan jika berhasil akan mendapatkan telur Paskah pada musim semi.

6. Jerman: Memberi Hadiah dengan Simbol Babi

Ilustrasi hadiah berbentuk babi di Jerman/ Foto: Freepik.com/freepik

Siapa sangka, untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang di Hari Valentine, masyarakat Jerman menggunakan simbol babi (Glücksschwein). Simbol ini dipilih karena dianggap memberi keberuntungan dan gairah.

Ada beragam hadiah babi yang bisa menjadi pilihan, mulai dari cokelat berbentuk babi, patung keramik kecil, boneka, atau ucapan dengan gambar babi yang menggemaskan.

7. China: Memasak Nasi Warna-Warni

Ilustrasi memasak nasi warna-warni di China/ Foto: Freepik.com/rawpixel-com

Di Miao, China, tradisi mirip perayaan Valentine disebut “Sister’s Meal Festival”, di mana para perempuan memasak nasi berwarna-warni yang dibungkus dengan sutra dan diberikan oleh perempuan kepada pelamar sebagai simbol jawaban cinta.

Uniknya, nasib hubungan itu bergantung pada barang yang ditemukan di dalam beras. Jika menemukan dua sumpit berarti cinta, sementara bawang putih berarti hubungan berakhir.

8. Republik Ceko: Berdiri di Bawah Pohon Ceri

Ilustrasi pasangan berdiri di bawah pohon ceri saat Valentine di Ceko/ Foto: Freepik.com/freepic.diller

Di Ceko, tradisi mirip perayaan Valentine dirayakan setiap 1 Mei. Para pasangan akan berciuman di bawah pohon ceri yang sedang mekar untuk mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan. Tradisi ini bermula pada perayaan musim semi di negara ini.

9. Afrika Selatan: Tradisi Lupercalia

Ilustrasi tradisi lupercalia/ Foto: Freepik.com/freepik

Di Afrika Selatan, perayaan Valentine sering dikaitkan dengan tradisi Romawi kuno yang disebut Lupercalia. Dalam tradisi ini, para perempuan akan menyematkan nama pria yang mereka cintai atau taksir di lengan baju mereka. Istilahnya “wear your heart on your sleeve”.

Tradisi unik ini menjadi simbol pengungkapan perasaan, memungkinkan laki-laki mengetahui siapa saja pengagum rahasia mereka. Selain itu, diadakan juga beragam festival romantis, serta melibatkan pertukaran hadiah, bunga, maupun cokelat.

10. Argentina: Minggu Manis

Ilustrasi merayakan minggu manis di Argentina/ Foto: Unsplash.com/Shayna Douglas

Berbeda dengan kebanyakan negara Barat, masyarakat Argentina tidak merayakan Hari Valentine pada bulan Februari. Mereka merayakan hari kasih sayang yang dikenal sebagai Semana de la Dulzura atau “Minggu Manis” selama seminggu penuh setiap 1-7 Juli.

Tradisi ini dilakukan dengan saling bertukar kudapan manis, seperti cokelat, permen, atau kue lapis khas Argentina (alfajor), dengan kekasih, teman, atau rekan kerja.

Diketahui, tradisi ini diciptakan untuk mempromosikan penjualan manisan pada tahun 1980-an dengan slogan “satu permen untuk satu ciuman” dan kini menjadi bagian dari budaya Argentina untuk menunjukkan kasih sayang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE