11 Fakta Menarik Prancis yang Menjadi Surganya Kuliner dan Mode Dunia

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 04 Aug 2026 15:15 WIB
5. Croissant Ditemukan di Austria
Croissant/ Foto: montatip lilitsanong

Prancis termasuk salah satu negara yang tampil memukau di Piala Dunia 2026. Ajang olahraga bergengsi ini selalu menarik perhatian dunia karena mampu mempertemukan tim nasional terbaik dari berbagai benua dalam satu pertandingan.

So, nggak heran kalau banyak orang jadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang negara Prancis usai masuk semifinal, mengingat negara Uni Eropa ini merupakan negara besar yang menjadi ‘rumah’ bagi dunia mode dan surganya kuliner menggugah selera.

Bukan hanya itu, ada beberapa fakta menarik lainnya tentang Prancis yang mungkin masih jarang diketahui. Dilansir dari Authentic Europe, berikut rangkuman informasinya. 

1. Dijuluki Negara L’Hexagone

Peta negara Prancis yang menyerupai segi enam/ Foto: France Map

Prancis dikenal memiliki beberapa julukan, salah satunya adalah Negara L’Hexagone atau segi enam karena memang bentuk negaranya menyerupai bangun geometri segi enam.

Bentuknya dapat terlihat jelas jika dilihat dari peta, di mana wilayah Prancis Metropolitan dibatasi oleh tiga sisi daratan dan tiga sisi perairan. Julukan itu pun membantu menyederhanakan bentuk negara tersebut dan lebih mudah diingat oleh banyak orang.

2. Menara Eiffel Awalnya Bukan Bangunan Permanen

Menara Eiffel/ Foto: Unsplash.com/Leo Visions

Berbicara tentang keindahan ibu kota Prancis, Paris, hampir semua orang pasti langsung teringat dengan Menara Eiffel yang sangat ikonis. Tapi, tahukah kamu kalau menara ini sebenarnya tidak dirancang untuk menjadi bangunan permanen?

Menara Eiffel awalnya dibangun untuk menjadi gerbang masuk utama perayaan 100 tahun Revolusi Prancis dalam pameran Exposition Universelle pada tahun 1889. Perancangnya, Gustave Eiffel, hanya diberi izin kepemilikan selama dua dekade dan dijadwalkan untuk dibongkar pada tahun 1909.

Alasan lainnya, banyak seniman dan warga lokal yang protes karena menganggap bangunan besi itu jelek dan merusak pemandangan kota. Namun, Menara Eiffel dapat selamat dari rencana pembongkaran karena fungsinya diubah menjadi stasiun telegraf dan antena radio raksasa yang sangat penting bagi kemiliteran selama Perang Dunia I.

3. Pusat Mode Dunia

Toko Louis Vuitton di Paris/ Foto: Unsplash.com/Melanie Klepper

Sudah sejak lama, Kota Paris disebut sebagai pusat mode dunia. Reputasi industri pakaian di Prancis yang terkenal indah dan mewah telah ada sejak abad ke-17, dengan dukungan Raja Louis XIV yang dianggap sebagai raja terpenting sepanjang masa. Ia bahkan dijuluki ‘Le Roi Soleil’ (Raja Matahari).

Pada akhir abad ke-19, kerajinan haute couture (pakaian jahit tangan khusus dengan tingkat tinggi) mulai berkembang di negara ini. Charles Frederick Worth, orang yang berperan besar dalam perkembangan pakaian eksklusif tersebut merupakan orang pertama yang membuka bisnisnya di Rue de la Paix di Paris.

Kota Paris juga menjadi ‘rumah’ bagi luxury brand ternama dunia, mulai dari Hermès, Dior, Chanel, Louis Vuitton, Yves Saint Laurent, dan masih banyak lagi. Acara mode populer seperti Paris Fashion Week juga rutin diadakan setiap tahunnya.

4. Gastronomi Prancis Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Ilustrasi menikmati makanan di Prancis/ Foto: Unsplash.com/Mads Schmidt

Selain mode, Prancis juga terkenal dengan kelezatan makanannya. Bahkan, Gastronomi Prancis telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2010.

Gastronomi Prancis mencakup tradisi jamuan makan bersama, susunan hidangan, pemilihan bahan alami, hingga seni menikmati makanan dengan minuman yang tepat. Hal ini menekankan bagaimana budaya makan dapat menyatukan orang-orang di Prancis.

Selain itu, tradisi pembuatan roti baguette juga mendapat pengakuan serupa dari UNESCO pada November 2022.

5. Croissant Ditemukan di Austria

Croissant/ Foto: montatip lilitsanong

Croissant merupakan salah satu makanan yang identik dengan Prancis. Namun faktanya, roti berbentuk mirip bulan sabit itu bukan berasal dari Prancis, melainkan Austria.

Melansir Alliance Française Silicon Valley, Ratu Marie Antoinette menciptakan istilah “croissant” di Prancis setelah dirinya menikmati makanan yang berasal dari Wina, Austria, yang bernama “kipferl”, sebuah roti berbentuk bulan sabit yang sudah ada sejak abad ke-13.

Roti tradisional ini kemudian dibawa dan dimodifikasi oleh pembuat roti lokal di Prancis, dengan adonan puff pastry berlapis mentega yang gurih. Kata “croissant” dalam bahasa Prancis berarti bulan sabit, mulai populer digunakan pada abad ke-19.

6. Bahasa Prancis jadi Bahasa Resmi di 29 Negara

Bahasa Prancis jadi bahasa resmi di 29 negara/ Foto: Unsplash.com/Alice Triquet

Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa yang paling banyak dituturkan di dunia. Nggak heran kalau bahasa Prancis menjadi bahasa resmi di 29 negara yang tersebar di Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara seperti Kanada.

Selain itu, beberapa organisasi internasional juga menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi dan bahasa kerja mereka. Sebut saja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, dan Komite Olimpiade Internasional.

Komunitas global pengguna bahasa Prancis ini dikenal sebagai negara-negara Francophone.

7. Supermarket Dilarang Membuang Makanan

Ilustrasi supermarket/ Foto: Unsplash.com/Quicky BD

Prancis menjadi negara pertama di dunia yang melarang supermarket membuang atau merusak makanan layak konsumsi yang tidak terjual. Makanan yang masih layak tersebut wajib didonasikan ke badan amal atau bank makanan lokal.

Jika supermarket ketahuan melanggar atau dengan sengaja merusak makanan yang masih bagus, maka akan dikenakan denda yang cukup besar. Aturan ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah makanan di sana.

Aturan ini berlaku untuk toko dengan luas lebih dari 400 meter persegi atau supermarket besar.

8. Memiliki 12 Zona Waktu yang Berbeda

Orsay Museum Watch di Paris/ Foto: Unsplash.com/Mateus Campos Felipe

Siapa sangka, zona waktu di Prancis termasuk salah satu yang terbanyak di dunia, mengalahkan Rusia dan Amerika Serikat. Prancis diketahui memiliki 12 zona waktu, bahkan 13 zona waktu jika menghitung klaim wilayahnya di Antartika.

Banyaknya zona waktu tersebut karena dulunya, Prancis memiliki banyak wilayah seberang laut (overseas territories) yang tersebar di berbagai belahan bumi, mulai dari Samudra Atlantik, Pasifik, hingga Hindia.

Wilayah Prancis yang membentang dari barat ke timur, membuatnya sering dijuluki sebagai negara tempat “matahari tidak pernah tenggelam”.

9. Memiliki Kastil Terbanyak di Dunia

Loire Valley/ Foto: Unsplash.com/Joao Tzanno

Prancis diakui sebagai salah satu negara dengan jumlah kastil terbanyak di dunia, dengan perkiraan lebih dari 40.000 bangunan. Banyaknya angka ini disebabkan oleh penggunaan istilah “château” dalam bahasa Prancis yang maknanya sangat luas, mencakup benteng pertahanan abad pertengahan hingga istana mewah milik kaum bangsawan.

Kastil-kastil ini tersebar di seluruh negeri, namun ada dua wilayah utama yang paling terkenal karena sejarahnya seperti Loire Valley dan Dordogne.

10. Rumah bagi Pantai Terpanjang di Eropa

Ilustrasi La Baule Beach/ Foto: Unsplash.com/Henry Mollers

Di balik bangunan berarsitektur mewah dan megah, Prancis ternyata juga menjadi ‘rumah’ bagi La Baule Beach, yang dikenal sebagai pantai perkotaan (urban beach) terpanjang di Eropa.

Pantai ini terletak di wilayah Loire-Atlantique di pesisir barat Prancis. Panjangnya membentang sejauh 9 kilometer di sepanjang teluk menghadap selatan, dengan dikelilingi vila-vila bersejarah abad ke-19 dan hotel mewah.

11. Pertama Memperkenalkan Kamuflase Militer

Ilustrasi kamuflasi militer/ Foto: Unsplash.com/Anastase Maragos

Fakta sejarah lainnya tentang Prancis bahwa tentara Prancis adalah yang pertama kali menggunakan dan memelopori teknik kamuflase militer. Mereka menciptakan unit kamuflase khusus berisi dua orang pelukis yang direkrut sebagai tentara, yaitu Lucien-Victor Gurand de Scévola dan Louis Gungot.

Mereka mulai menggunakan teknik penyamaran pada Agustus 1914 saat Perang Dunia I, dengan mengecat seragam tentara, meriam, senjata, hingga kendaraan menyerupai warna alam.

Setahun kemudian, strategi ini diadopsi oleh Inggris dan kini ditiru oleh setiap tentara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kata kamuflase sendiri berasal dari bahasa Prancis ‘camoufler’, yang berarti menyamarkan.

Nah, itulah beberapa fakta menarik dari negara Prancis. Beauties, tertarik untuk mengunjunginya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE