11 Negara yang Mengalami Kenaikan BBM Tertinggi Imbas Perang AS - Iran, Termasuk Indonesia?

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 11 Apr 2026 11:00 WIB
8. Australia
Australia/ Foto: Unsplash.com/ Dominic Kurniawan Suryaputra

Pasar minyak global tengah mengalami gejolak selama hampir sebulan terakhir setelah perang yang terjadi antara Israel – Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Konflik Timur Tengah itu berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, terutama setelah penutupan Selat Hormuz di Teluk Persia yang dilakukan oleh Iran. Jalur tersebut merupakan ‘titik nadi’ bagi pasokan energi global dari kawasan Teluk ke berbagai negara.

Adapun lonjakan harga tercatat paling tajam berada di negara-negara Asia karena sangat bergantung dengan impor energi. Lantas, apakah Indonesia termasuk salah satunya?

Melansir laman detikEdu, berikut 10 daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM tertinggi imbas dari perang Israel – AS dengan Iran. Simak!

1. Kamboja

Kamboja/ Foto: Unsplash.com/Chetan Hireholi

Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, Kamboja mengalami kenaikan harga bensin tertinggi, mencapai 68 persen. Harga solar dilaporkan melonjak hingga 7.500 riel (sekitar Rp30.500) per liter per April 2026.

Kenaikan ini mengancam berbagai sektor dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani menjelang musim tanam. Pemerintah Kamboja pun berencana menurunkan bea impor dan pajak produksi BBM untuk mengurangi beban harga warganya.

2. Vietnam

Vietnam/ Foto: Unsplash.com/Ronin

Harga bahan bakar di Vietnam juga mengalami lonjakan signifikan sejak akhir Februari 2026 lalu. Harga solar dilaporkan meningkat drastis, dari sekitar 19.270 dong menjadi 39.660 dong per liter. Sementara, bensin RON 95 melonjak hampir 68 persen.

Hal ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah pom bensin dan menimbulkan kekhawatiran pasokan yang kian menipis lantaran banyak warga yang panic buying.

3. Nigeria

Nigeria/ Foto: Unsplash.com/Francis Tokede

Meski dikenal sebagai salah satu negara produsen minyak, Nigeria tetap terdampak karena struktur distribusi dan impor bahan bakar olahan. Harga BBM telah naik sebesar 39.05 persen per 20 Maret 2026.

4. Laos

Laos/ Foto: Unsplash.com/Alessio Roversi

Sama seperti negara Asia Tenggara lainnya, Laos juga mengalami kenaikan harga bahan bakar mencapai 32,83 persen. Harga bensin dilaporkan naik dari Rp22.774, menjadi Rp30.252 per liter.

Ketergantungan Laos pada impor energi menjadi faktor utama lonjakan ini, yang memicu kenaikan biaya hidup.

5. Kanada

Kanada/ Foto: Unsplash.com/Zahra Ahmadi

Gangguan pasokan energi global memicu lonjakan harga minyak mentah lebih dari USD100 per barel terjadi di berbagai negara, termasuk Kanada. Negara ini mengalami kenaikan BBM mencapai 28,36%, akibatnya terjadi kenaikan biaya transportasi.

6. Pakistan

Pakistan/ Foto: Unsplash.com/Muhammad Wasif

Pemerintah Pakistan juga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan imbas dari lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari laman Reuters, harga solar di Pakistan naik hampir 55 persen menjadi 520,35 rupee per liter, sementara harga bensin melonjak 42,7 persen menjadi 458,40 rupee per liter. Kenaikan yang cukup drastis ini menjadi yang kedua kali dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir.

7. Maladewa

Maladewa/ Foto: Unsplash.com/ Foto: Gilbert Pagunaling

Maladewa termasuk dalam daftar negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi akibat konflik di Timur Tengah, dengan peningkatan mencapai 18,54 persen.

Kenaikan harga ini berdampak pada biaya operasional dan konsumsi, sehingga memicu tekanan ekonomi tambahan bagi negara ini.

8. Australia

Australia/ Foto: Unsplash.com/ Dominic Kurniawan Suryaputra

Harga BBM di Australia juga melonjak ke rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir akibat konflik Israel – Amerika Serikat dengan Iran yang menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz. Berdasarkan laporan data, harga solar lebih dari USD2,82 dan bensin mencapai USD2,40 per liter.

Untuk mengatasinya, pemerintah Australia memotong pajak BBM sebesar 50% atau sekitar 26,3 sen per liter. Selain itu, menggratiskan transportasi umum di beberapa wilayah, seperti Victoria dan Tasmania.

9. Amerika Serikat

Amerika Serikat/ Foto: Unsplash.com/Juan Carlos Ramirez

Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026 lalu, harga bensin di Amerika Serikat telah naik sekitar USD1.06 (sekitar Rp19 ribu) per galon atau sekitar 36 persen. Sementara, harga solar melonjak ke USD4.00 (sekitar Rp68 ribu) per galon, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Selain meningkatkan kekhawatiran pasokan, konflik ini mendorong harga minyak mentah mendekati harga tertinggi. Warga AS banyak yang merasa terbebani karena kenaikan harga bahan bakar yang meroket secara tidak langsung mengancam daya beli.

10. Filipina

Filipina/ Foto: Unsplash.com/Myk Miravalles

Filipina masuk dalam jajaran negara di kawasan Asia Tenggara yang terdampak krisis energi. Pemerintah Filipina menetapkan darurat energi imbas perang Israel – Amerika Serikat dengan Iran, yang memicu lonjakan harga BBM lebih dari dua kali lipat.

Harga bensin diperkirakan tembus 82 peso (sekitar Rp23.000) per liter, sedangkan diesel/solar mencapai 110 peso (sekitar Rp31.000) per liter per akhir Maret 2026.

Kenaikan harga bahan bakar yang cukup drastis ini memicu penurunan daya beli masyarakat dan mogok kerja sopir jeepney. Pemerintah Filipina pun merespon dengan rencana subsidi dan penyesuaian pajak untuk meredam inflasi.

11. Singapura

Singapura/ Foto: Unsplash.com/Lily Banse

Singapura menjadi negara dengan lonjakan harga BBM tertinggi di ASEAN. Harga bensin di negara ini dilaporkan menyentuh Rp58.000 per liter pada Maret 2026, dengan total kenaikan energi mencapai lebih dari 60 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan minyak mentah di Timur Tengah, menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam. Akibat lonjakan ini, memaksa Singapura mengaktifkan mode krisis nasional.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dikutip dari detikEdu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut bahwa tidak ada kenaikan harga BBM di Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panic buying mengenai kabar kenaikan harga BBM.

Meski masih terbilang aman untuk saat ini, ketergantungan terhadap impor minyak mentah membuat negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangat rentan terhadap gejolak global. Ketika harga minyak dunia naik, maka dampaknya akan langsung terasa pada biaya transportasi, logistik, hingga kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, konflik ini juga menjadi peringatan bagi Indonesia, meskipun memiliki sumber daya energi yang melimpah tapi masih bergantung pada impor bahan bakar yang tinggi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE