12 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jamaah saat Menjalankan Ihram pada Ibadah Haji

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Sabtu, 23 May 2026 15:30 WIB
9. Membawa Spanduk
Ilustrasi membawa spanduk/Foto: direct-aid.org

Ibadah haji bukan hanya tentang menjalankan rangkaian ritual di Tanah Suci, tetapi juga tentang menjaga sikap, perilaku, dan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Selama menjalankan ibadah haji, terutama ketika berada dalam kondisi ihram, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh jamaah.

Larangan-larangan ini bertujuan menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah haji. Jika dilanggar, beberapa di antaranya bahkan dapat mengharuskan jamaah membayar dam atau denda tertentu.

Lalu, apa saja hal-hal yang tidak boleh dilakukan jamaah saat menjalankan ibadah haji, Beauties?

1. Rambut atau Kuku

Ilustrasi potong kuku/Freepik: freepik

Saat berada dalam kondisi ihram, jamaah dilarang memotong rambut dan kuku hingga tahallul dilakukan. Larangan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan sebagai bentuk menjaga kesucian selama ibadah berlangsung.

Menurut penjelasan dari Saudi Ministry of Hajj and Umrah, larangan ini menjadi bagian dari aturan ihram yang wajib dipatuhi jamaah. Beauties, bahkan memotong sedikit rambut sekalipun tetap perlu dihindari selama masih dalam kondisi ihram.

2. Menggunakan Wewangian

Ilustrasi wewangian/freepik: freepic.diller

Jamaah haji juga tidak diperbolehkan memakai parfum, minyak wangi, atau produk beraroma menyengat saat ihram. Larangan ini berlaku pada tubuh, pakaian, maupun barang pribadi.

Dalam panduan yang dijelaskan oleh Islamic Relief, penggunaan wewangian dianggap bertentangan dengan kesederhanaan yang menjadi makna ihram. Beauties, karena itu jamaah biasanya memilih produk tanpa aroma selama menjalankan ibadah.

3. Berburu atau Membunuh Hewan

Ilustrasi hewan buruan/Freepik: wirestock

Selama ihram, jamaah tidak diperbolehkan berburu atau membunuh hewan darat liar. Larangan ini disebutkan dalam Al-Qur’an dan menjadi bagian dari aturan menjaga keseimbangan serta menghormati kehidupan selama ibadah berlangsung.

Menurut Saudi Ministry of Hajj and Umrah, larangan ini mencerminkan nilai kasih sayang dan pengendalian diri dalam ibadah haji. Beauties, jamaah juga dianjurkan lebih berhati-hati terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Ilustrasi bermesraan/Freepik: freepik

Salah satu larangan penting selama ihram adalah melakukan hubungan suami istri maupun aktivitas yang mengarah ke sana. Larangan ini berlaku hingga jamaah menyelesaikan tahallul tertentu dalam rangkaian haji.

Menurut penjelasan dari Islamic Relief, aturan ini bertujuan menjaga fokus spiritual jamaah selama menjalankan ibadah. Beauties, haji menjadi momen untuk lebih mengendalikan diri dan mendekatkan hati kepada Allah.

5. Bertengkar dan Berkata Kasar

Ilustrasi bertengkar/Freepik:stockking

Selain larangan fisik, jamaah haji juga harus menjaga perilaku dan ucapan. Bertengkar, berkata kasar, atau melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain sangat tidak dianjurkan selama ibadah haji.

Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197 tentang pentingnya menjaga perilaku selama berhaji. Beauties, menjaga sikap selama di Tanah Suci menjadi bagian penting dari makna ibadah haji itu sendiri.

6. Memakai Pakaian Berjahit bagi Laki-Laki

Ilustrasi pakaian yang tepat untuk ihram/Foto: tawafgroup.com

Saat ihram, jamaah laki-laki diwajibkan mengenakan dua lembar kain ihram tanpa jahitan dan tidak diperbolehkan memakai pakaian biasa seperti kaus atau celana. Aturan ini melambangkan kesederhanaan dan kesetaraan seluruh umat Muslim di hadapan Allah. Beauties, inilah mengapa pakaian ihram laki-laki terlihat sederhana dan seragam.

7. Menutup Wajah dan Memakai Sarung Tangan bagi Perempuan

Ilustrasi penutup wajah/Foto: muslimmatters.org: Zainab Bin Younus

Dalam kondisi ihram, perempuan tidak diperbolehkan memakai cadar atau sarung tangan yang menutup wajah dan telapak tangan secara langsung. Namun, mereka tetap diwajibkan menjaga aurat dengan pakaian yang sopan. Aturan ini menjadi bagian dari ketentuan ihram khusus bagi perempuan. 

8. Live Streaming dan Dokumentasi Komersial

Ilustrasi live streaming/Foto: theislamicinformation.com

Di era media sosial, banyak jamaah tergoda untuk melakukan live streaming atau membuat dokumentasi berlebihan selama berhaji. Padahal, aktivitas yang terlalu fokus pada konten dapat mengganggu kekhusyukan ibadah maupun jamaah lain di sekitar.

Menurut imbauan dari Saudi Ministry of Hajj and Umrah, jamaah diharapkan menjaga ketertiban serta menghindari aktivitas yang dapat menghambat jalannya ibadah di area suci. 

9. Membawa Spanduk

Ilustrasi membawa spanduk/Foto: direct-aid.org

Sebagian jamaah terkadang membawa spanduk rombongan untuk memudahkan koordinasi. Namun, penggunaan spanduk besar di area padat dapat mengganggu kenyamanan dan pergerakan jamaah lain, terutama saat tawaf atau sa’i.

Jamaah diminta menjaga ketertiban umum selama pelaksanaan ibadah haji. Beauties, koordinasi rombongan sebaiknya dilakukan dengan cara yang lebih aman dan tidak menghambat orang lain.

10. Merokok

Ilustrasi merokok/Freepik: montypeter

Merokok selama menjalankan ibadah haji sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu orang lain dan membahayakan kesehatan diri sendiri. Asap rokok di tengah kerumunan jamaah juga bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, terutama lansia dan jamaah dengan gangguan pernapasan. Menurut World Health Organization, asap rokok dapat berdampak buruk bagi perokok aktif maupun pasif. 

11. Menebang Pepohonan

Ilustrasi menebang pohon/Freepik: freepik

Dalam syariat Islam, kawasan suci di Makkah memiliki aturan khusus, termasuk larangan merusak tumbuhan atau menebang pepohonan. Larangan ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap kesucian wilayah haram. Menjaga lingkungan di kawasan suci merupakan tanggung jawab seluruh jamaah.

12. Melangsungkan Akad Nikah

Ilustrasi akad nikah/Frepik: freepic.diller

Saat berada dalam kondisi ihram, jamaah tidak diperbolehkan melangsungkan akad nikah, baik untuk dirinya sendiri maupun menjadi wali atau saksi pernikahan. Larangan ini dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim. Aturan ini bertujuan agar jamaah tetap fokus menjalankan ibadah haji tanpa disibukkan urusan lain di luar rangkaian ibadah. 

Beauties, memahami larangan selama ibadah haji sangat penting agar setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan benar dan khusyuk. Dengan menjaga sikap, ucapan, dan perilaku selama di Tanah Suci, kamu tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga belajar tentang kesabaran, pengendalian diri, dan makna ketulusan dalam beribadah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.