2 Cara Meningkatkan Produktivitas dengan Mudah dan Efektif

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Kamis, 25 Jun 2026 07:30 WIB
2. Berhenti Menganggap Rasa Tidak Nyaman sebagai Tanda untuk Menunda
Banyak orang menunggu motivasi datang sebelum mulai bekerja. Menurut penelitian terbaru, mengubah cara memandang rasa cemas atau tegang justru dapat meningkatkan performa dan produktivitas./ Foto: magnific.com/lookstudio

Produktivitas sering kali dianggap sebagai hasil dari disiplin yang tinggi. Banyak orang membuat daftar target setiap minggu, mulai dari bangun lebih pagi, menyelesaikan tugas tepat waktu, hingga mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang kesulitan mempertahankan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang.

Menurut penelitian psikolog Roy Baumeister tentang ego depletion, kemampuan mengendalikan diri ternyata berasal dari sumber daya mental yang terbatas. Setiap kali seseorang memaksa diri untuk fokus, menahan godaan, atau menyelesaikan tugas yang berat, energi mental tersebut perlahan berkurang.

Oleh karena itu, orang yang terlihat sangat produktif belum tentu memiliki kedisiplinan tinggi, tapi bisa saja karena memiliki kebiasaan yang membuat mereka tidak perlu terlalu mengandalkan kemauan besar setiap saat. Berikut dua kebiasaan yang menurut penelitian dapat membuat produktivitas terasa lebih mudah dan efektif, Beauties.

1. Anggap Diri di Masa Depan sebagai Orang yang Nyata

Menurut penelitian neurosains, otak sering kali memperlakukan diri di masa depan seperti orang asing. Kebiasaan membangun koneksi dengan diri di masa depan dapat membantu mengurangi prokrastinasi dan meningkatkan produktivitas./ Foto: magnific.com

Menurut penelitian neurosains, otak sering kali memperlakukan diri di masa depan seperti orang asing. Kebiasaan membangun koneksi dengan diri di masa depan dapat membantu mengurangi prokrastinasi dan meningkatkan produktivitas./ Foto: magnific.com

Salah satu alasan mengapa seseorang sering menunda pekerjaan adalah karena otaknya tidak benar-benar merasa terhubung dengan diri mereka di masa depan.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf Hal Hershfield menemukan bahwa ketika seseorang membayangkan dirinya di masa depan, pola aktivitas otaknya lebih mirip saat memikirkan orang asing dibandingkan dirinya saat ini. Akibatnya, menunda pekerjaan terasa tidak terlalu merugikan karena beban tersebut seolah diserahkan kepada "orang lain" di masa depan.

Kebiasaan yang dapat membantu mengatasi hal ini dikenal sebagai future self-continuity, yaitu kemampuan membangun hubungan yang lebih kuat dengan diri sendiri di masa depan.

Sebuah systematic review tahun 2025 yang dipublikasikan dalam jurnal Personality Science menemukan bahwa intervensi yang meningkatkan hubungan dengan diri masa depan menghasilkan berbagai dampak positif. Mulai dari berkurangnya kebiasaan menunda pekerjaan, meningkatnya performa akademik, keputusan finansial yang lebih baik, hingga gaya hidup yang lebih sehat.

Cara menerapkannya juga cukup sederhana, Beauties. Luangkan waktu sekali seminggu untuk menulis surat singkat kepada diri sendiri di masa depan atau menuliskan perspektif diri beberapa bulan atau tahun ke depan.

Misalnya, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang akan membuat diriku di masa depan berterima kasih hari ini?
  • Tugas apa yang bisa aku selesaikan sekarang agar tidak menjadi beban nanti?
  • Kebiasaan apa yang akan membantu aku mencapai tujuan jangka panjang?

Kebiasaan sederhana ini membantu membuat masa depan terasa lebih nyata sehingga keputusan produktif terasa lebih bermakna. Dengan membangun koneksi yang lebih kuat dengan diri di masa depan, produktivitas tidak lagi terasa seperti pengorbanan, melainkan investasi untuk diri sendiri.

2. Berhenti Menganggap Rasa Tidak Nyaman sebagai Tanda untuk Menunda

Banyak orang menunggu motivasi datang sebelum mulai bekerja. Menurut penelitian terbaru, mengubah cara memandang rasa cemas atau tegang justru dapat meningkatkan performa dan produktivitas./ Foto: magnific.com/lookstudio

Banyak orang menunggu motivasi datang sebelum mulai bekerja. Menurut penelitian terbaru, mengubah cara memandang rasa cemas atau tegang justru dapat meningkatkan performa dan produktivitas./ Foto: magnific.com/lookstudio

Sebelum memulai tugas yang sulit, banyak orang merasakan ketegangan, gugup, atau keengganan untuk memulai. Sayangnya, sensasi tersebut sering dianggap sebagai tanda bahwa mereka belum siap.

Padahal, menurut penelitian tahun 2024 yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, mengubah cara memaknai respons tubuh terhadap stres dapat meningkatkan performa secara signifikan.

Teknik ini dikenal sebagai stress arousal reappraisal. Intinya bukan menghilangkan rasa gugup atau ketegangan, melainkan mengubah cara memandangnya.

Alih-alih berpikir "Aku cemas menghadapi tugas ini", kamu bisa mencoba menggantinya dengan "Tubuhku sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan ini."

Para peneliti menemukan bahwa perubahan cara berpikir yang sederhana ini mampu meningkatkan kinerja dalam berbagai situasi. Alasannya, tubuh sebenarnya sudah memberikan energi tambahan berupa fokus, kewaspadaan, dan kesiapan untuk bertindak.

Ketika seseorang menganggap sensasi tersebut sebagai ancaman, mereka cenderung menghindar. Namun ketika dianggap sebagai tanda kesiapan, tubuh akan masuk ke kondisi yang lebih mendukung tindakan dan penyelesaian tugas.

Untuk menerapkannya, luangkan sekitar 10 detik sebelum memulai pekerjaan yang selama ini ditunda. Identifikasi apa yang dirasakan, lalu ubah narasinya menjadi lebih positif.

Contohnya:

  • "Aku siap menghadapi tugas ini."
  • "Tubuhku sedang bersiap untuk fokus."
  • "Rasa tegang ini adalah energi untuk bekerja lebih baik."

Kebiasaan kecil ini dapat mengubah hubungan antara pikiran, tubuh, dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Alih-alih menunggu motivasi datang, kebiasaan ini membantu memanfaatkan energi yang sebenarnya sudah ada dalam diri.

Produktivitas Bukan Soal Berusaha Lebih Keras

Produktivitas yang berkelanjutan tidak selalu membutuhkan disiplin ekstrem. Kebiasaan yang tepat dapat membantu seseorang bekerja lebih efektif tanpa merasa terbebani./ Foto: magnific.com/drobotdean

Produktivitas yang berkelanjutan tidak selalu membutuhkan disiplin ekstrem. Kebiasaan yang tepat dapat membantu seseorang bekerja lebih efektif tanpa merasa terbebani./ Foto: magnific.com/drobotdean

Jika selama ini kamu merasa harus mengandalkan disiplin besar setiap hari untuk tetap produktif, mungkin masalahnya bukan kurang motivasi. Menurut penelitian, sering kali penyebabnya adalah masa depan yang terasa terlalu jauh atau rasa tidak nyaman yang salah diartikan sebagai alasan untuk berhenti.

Dua kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa produktivitas yang efektif bukan tentang memaksa diri bekerja lebih keras, melainkan memahami cara kerja pikiran dan memanfaatkannya dengan lebih cerdas.

Kalau kamu sendiri, dari dua kebiasaan di atas, mana yang paling ingin kamu coba untuk membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih produktif, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE