3 Cara Cerdas Menghadapi Orang yang Menguras Emosi Tanpa Ikut Terpancing

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Senin, 05 Oct 2026 09:30 WIB
1. Kuasai Jeda Lima Detik Mencegah Pembajakan Amigdala
Kuasai Jeda Lima Detik Mencegah Pembajakan Amigdala/Foto:MAgnific/wayhomestudio

Beauties, apakah kamu memiliki teman atau rekan kerja  yang sering memancing emosi? Di tengah aktivitas yang padat, interaksi antar manusia tak jarang menghadirkan tantangan emosional sendiri. 

Kita pasti pernah bertemu dengan seseorang yang yang pasif-agresif, gemar mengkritik tanpa dasar, hingga ada yang berperilaku toksik. Situasi inilah yang sering memicu respon alami tubuh kita, untuk lawan atau lari (flight or fight). 

Melansir dari Psychology Today, menanggapi perbuatan negatif dari orang lain hanya akan membuat mu juga ikut negatif. Oleh karena itu, dibutuhkan seni menguasai diri dan kecerdasan emosional agar kesehatan mentalmu tetap terjaga. 

Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini ya, Beauties! 

1. Kuasai Jeda Lima Detik Mencegah Pembajakan Amigdala

Kuasai Jeda Lima Detik Mencegah Pembajakan Amigdala/Foto:MAgnific/wayhomestudio

Cara cerdas pertama adalah mengambil jeda sengaja selama 5 detik. Jeda singkat ini berfungsi sebagai "rem darurat" yang memberikan waktu bagi otak logis Anda untuk mengambil alih kendali. 

Melansir dari Coursera, mengubah posisi tubuh, menarik bahu ke belakang, dan mengontrol ekspresi wajah saat diprovokasi dapat secara instan menurunkan hormon kortisol (stres) dan melepaskan dopamin demi menjaga ketenangan logika.

2. Terapkan Strategi Defleksi dan Metode Gray Rocking

Terapkan Strategi Defleksi dan Metode Gray Rocking/Foto: Magnific/stockking

Beauties, apakah kamu merasa ingin menyerang balik seseorang yang membuatmu kesal? Sayangnya, cara ini justru tidak efektif karena memberikan energi baru bagi si pemancing emosi untuk terus menekanmu. 

Alih-alih masuk ke dalam permainan mereka, kamu bisa menerapkan metode gray rocking. Melansir dari FPM, ketika mereka melempar sindiran, kamu cukup memberikan respon sependek dan sedatar mungkin agar mereka kehilangan bahan bakar untuk memercikkan api drama. 

Kamu juga bisa bertanya dengan Pertanyaan reflektif seperti “Maaf, saya ingin memastikan. Apa sebenarnya tujuan kamu mengatakan hal itu kepada saya?”.

Pertanyaan yang disampaikan secara tenang dan dewasa ini memaksa lawan bicara menjelaskan motifnya secara logis, sehingga sering kali membuat mereka memilih mundur.

3. Memilah-Milah Konflik

Memilah-Milah Konflik/Foto:Magnific/stockking

Satu kebenaran pahit yang harus kita terima adalah kita tidak bisa mengubah tabiat orang lain, namun kita punya hak penuh untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan energi kita. Tidak semua sindiran atau provokasi layak mendapatkan responsmu, Beauties. 

Dari pada kamu ikut marah-marah yang menghabiskan energi, lakukan filtrasi dengan cepat pada dirimu sendiri, "Apakah orang ini penting bagi masa depan saya?".

Jika kamu bertemu dengan pengendara yang egois di jalanan, netizen di media sosial, atau rekan kerja yang memang terkenal toksik maka mengabaikannya bisa menjadi solusi untuk meredam emosi. 

Menghadapi orang yang memancing emosi dengan cara yang cerdas bukan berarti kita kalah atau mengalah, melainkan tanda bahwa kita memiliki  kecerdasan emosional  (EQ) yang jauh lebih tinggi daripada mereka. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE