3 Cara Mengenali Orang yang Pura-pura Bahagia Dilihat dari Postingan di Media Sosialnya
Di era serba digital saat ini, media sosial sudah menjadi sebuah 'kebutuhan' untuk sebagian besar orang. Mulai dari mencari informasi, menunjukkan pencapaian diri, berbagi pengalaman, dan masih banyak lagi.
Namun, tahukah kamu? Ternyata postingan-postingan di media sosial juga bisa menunjukkan mengenai seseorang yang pura-pura bahagia, lho. Ada kalanya, media sosial menjadi sebuah pelarian saat seseorang tengah merasa kesepian atau ingin menghindar dari hal tak menyenangkan.
Mengutip dari laman  Your Tango, berikut ini beberapa cara mengenali orang yang pura-pura  bahagia dilihat dari postingan media sosialnya.
1. Oversharing
Oversharing/ Foto: freepik.com/rawpixel.com
Beauties, salah satu tanda seseorang pura-pura bahagia di media sosial yakni kerap mengunggah berbagai postingan dengan berbagai detail.
Misalnya, mereka akan terus mengunggah betapa bahagianya hidup mereka, betapa mereka sangat dekat dengan keluarga, atau betapa hebatnya hal-hal yang terjadi di dalam hidupnya. Namun kenyataannya, tidak semua postingan tersebut selalu menunjukkan kebahagiaan sesungguhnya, melainkan justru sebaliknya.
Orang-orang yang oversharing dengan cara ini berusaha untuk meyakinkan orang lain dan diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun kenyataannya tidak demikian.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Computers in Human Behavior Reports, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang oversharing di media sosial berusaha untuk terlihat bahagia dengan membagikan terlalu banyak informasi pribadi.
Oleh karena itu, saat melihat seseorang yang oversharing di media sosial, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia sedang ‘berjuang’ untuk menghadapi suatu hal yang mungkin tidak menyenangkan namun berusaha menutupinya.
2. Mengunggah Kutipan Positif Terus-menerus
Mengunggah kutipan positif terus-menerus/ Foto: freepik.com
Postingan quotes atau kutipan positif kerap dibagikan di media sosial banyak orang. Namun, jika seseorang hanya mengunggah postingan tersebut terus-menerus, kemungkinan itu merupakan tanda bahwa mereka mencoba menutupi suatu hal kurang menyenangkan dan agar terlihat bahwa semuanya baik-baik saja.
Di sisi lain, postingan kutipan positif terus-menerus bisa menjadi tanda toxic positivity, Beauties. Menurut Kendra Cherry, MSEd, toxic positivity merupakan gagasan bahwa seseorang harus selalu bersikap positif terlepas dari apapun yang terjadi dalam hidupnya. Namun, hal ini juga menjadi bentuk ‘penghindaran’ dari situasi tertentu.
“Ketika orang terlibat dalam perilaku seperti ini, itu memungkinkan mereka untuk menghindari situasi emosional yang membuat mereka merasa tidak nyaman," jelas Kendra Cherry.
3. Foto-foto Nostalgia
Foto-foto nostalgia/ Foto: pexels.com
Beauties, orang yang berusaha terlihat bahagia meskipun saat itu ia sedang tidak merasakannya cenderung akan memposting foto-foto nostalgia untuk membangkitkan kembali perasaan bahagia yang pernah mereka rasakan.
Hal itu dilakukan untuk mengingatkan diri mereka tentang bagaimana perasaan bahagia itu pernah ada, serta menunjukkan kepada ‘dunia’ bahwa mereka pernah ada di masa-masa ketika keadaan mereka lebih baik.
Selain menghidupkan kembali kenangan bahagia di masa lalu, foto-foto lama yang bernuansa nostalgia bisa membantu mengurangi perasaan kesepian, Beauties. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychological Science menemukan bahwa nostalgia meningkatkan jumlah dukungan sosial yang dirasakan seseorang.
Oleh karena itu, ketika seseorang melihat kembali foto-foto lama, mereka cenderung merasa tidak terlalu kesepian.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!