3 Ciri Kepribadian Orang yang Menolak Teknologi AI dan ChatGPT

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 01 Sep 2026 22:00 WIB
1. Bangga dengan Kerja Keras
Ilustrasi orang yang bekerja keras/Foto: Magnific.com

Sebagian besar orang kini mengandalkan penggunaan teknologi AI dan ChatGPT dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk membuat pekerjaan dan tugas lebih praktis, ada juga yang memanfaatkannya untuk urusan personal seperti curhat atau belajar.

Meski demikian, ada juga orang-orang yang justru menjauh dan memilih tidak menggunakannya. Alasannya bervariasi, karena ingin melindungi suara dan pekerjaan manusia, dan perhatian terhadap lingkungan karena penggunaan AI membutuhkan air dan listrik dalam jumlah besar.

Melansir detikInet, beberapa orang juga memilih tidak menggunakan AI karena merasa tidak yakin, kurang percaya diri dalam penggunaannya, dan ragu akan keamanan privasi.

Tahukah Beauties, orang yang menolak menggunakan teknologi AI dan ChatGPT ternyata menunjukkan ciri kepribadian unik. Melansir YourTango, ini dia ciri kepribadian langka yang dimilikinya. Simak!

1. Bangga dengan Kerja Keras

Ciri kepribadian orang yang menolak menggunakan AI dan ChatGPT adalah orang yang bangga dengan kerja kerasnya. Mereka tahu bahwa kecanggihan teknologi saat ini akan memudahkan, tapi secara sadar memilih tidak menggunakannya.

Ilustrasi orang yang bekerja keras/Foto: Magnific.com

Ciri kepribadian orang yang menolak menggunakan AI dan ChatGPT adalah orang yang bangga dengan kerja kerasnya. Mereka tahu bahwa kecanggihan teknologi saat ini akan memudahkan, tapi secara sadar memilih tidak menggunakannya.

Sebuah studi tahun 2026 menunjukkan bahwa menggunakan AI untuk tugas-tugas dasar walau hanya selama 10 menit, sebenarnya dapat merusak kecerdasan dan kemampuan kognitifmu. Bagi orang-orang yang bangga dengan etos kerja dan pencapaian atas usahanya sendiri, menganggap bahwa AI hanya akan mengurangi nilai autentik dari hasil karya tersebut.

Menurut mereka, mengerjakan pekerjaan itu sendiri jauh lebih membahagiakan dan membanggakan. Mereka tidak sekadar fokus pada hasil, tetapi mereka menikmati proses pembelajaran, pertumbuhan, dan pencapaiannya tanpa bantuan AI atau ChatGPT yang bisa menguras kecerdasannya.

2. Pemikir yang Berwawasan Luas

orang-orang yang lebih cerdas melepaskan diri dari kepuasan instan yang ditawarkan oleh teknologi AI tersebut.

Ilustrasi ChatGPT/Foto: Magnific.com/DC Studio

Banyak orang yang terbuai dengan kemudahan teknologi AI. Menurut sebuah studi dari Universitas Bath, orang-orang yang lebih cerdas melepaskan diri dari kepuasan instan yang ditawarkan oleh teknologi AI tersebut.

Para peneliti pun mencatat bahwa penggunaan AI yang berlebihan memicu erosi kognitif atau kemampuan berpikir mandiri. Orang yang menolak AI cenderung memiliki pemikiran yang lebih berwawasan luas, sabar, dan lebih memilih mengasah otaknya sendiri untuk menyelesaikan masalah daripada mengambil jalan pintas.

3. Menghargai Sentuhan Manusiawi dan Pemikiran Orisinal

orang yang menolak menggunakan teknologi AI dan ChatGPT adalah orang yang menghargai sentuhan manusiawi dan pemikiran orisinal. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dan energinya untuk berkreasi sendiri meski AI bisa mempermudahnya.

Ilustrasi orang yang bekerja keras/Foto: Magnific.com

Tentunya, orang yang menolak menggunakan teknologi AI dan ChatGPT adalah orang yang menghargai sentuhan manusiawi dan pemikiran orisinal. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dan energinya untuk berkreasi sendiri meski AI bisa mempermudahnya.

Menurut mereka, hasil AI tidak dapat menggantikan beberapa elemen dan pemikiran orisinal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Jadi, di samping masalah emosional dan kognitif yang muncul akibat penggunaan AI, mereka menghindari karena memang ingin menjaga orisinalitas dari sebuah karya.

Beauties, itu dia ciri kepribadian orang yang menolak menggunakan teknologi AI dan ChatGPT. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE